Senin, 10 April 2017

Trik Budidaya Kentang Dengan Hasil Panen Melimpah

Panduan Lengkap Budidaya Kentang Dengan Hasil Panen Yang Melimpah

Hii salam hangat, ketemu lagi nih😁. Kali ini kita akan menguak trik jitu budidaya kentang dengan hasil panen melimpah. tau kentang kan? masa gak tau? Kentang merupakan tanaman yang memiliki umbi yang disebut kentang pula. Tanaman bernama latin Solanum tuberosum merupakan tanaman yang berasal dari suku Solanaceae. Kentang merupakan tanaman semusim & menyukai iklim sejuk, pada daerah beriklim tropis tanaman kentang cocok ditanam di dataran tinggi. Umbi kentang saat ini telah menjadi salah satu makanan pokok di benua Eropa. udah gak sabar cara budidayanya? kuy kita simak!

    Klasifikasi ilmiah
    Kerajaan: Plantae
    Divisi: Magnoliophyta
    Kelas: Magnoliopsida
    Upakelas: Asteridae
    Ordo: Solanales
    Famili: Solanaceae
    Genus: Solanum
    Spesies: S. tuberosum
*Baca Juga: 5 Cabai Terpedas Ini, Bisa Bikin Kamu K.O! Berani Coba?

Budidaya Kentang

A. Syarat Tumbuh
Dapat tumbuh dengan sempurna pada daerah dataran tinggi sekitar 1600-3000 mdpl dengan curah hujan sekitar 1200-1500 mm/tahun, kelembaban udara sekitar 80-90%, serta bersuhu sekitar 14°C-22°C, jenis tanah yang baik untuk menanam kentang adalah tanah yang gembur serta sedikit berpasir dengan pH sekitar 5-6,5, jika tanah terlalu asam atau kurang dari 5 maka lakukan pengapuran jika pH tanah terlalu basa maka lakukan pemberian belerang sebelum melakukan penanaman.



B. Lahan Tanam
Lakukan pembajakan atau pencangkulan tanah pada lahan tanam agar tanah pada lahan tanam gembur, setelah itu diamkan tanah lahan selama sekitar 3 hari agar racun pada tanah hilang terbawa angin atau terkena sinar matahari. Kemudian lakukan pemupukan dengan pupuk kompos dan cangkul kembali agar tercampur dengan tanah, lalu diamkan selama seminggu. Buatlah bedeng dengan tinggi sekitar 30 cm, lebar sekitar 70 cm dengan panjang bedengan disesuaikan dengan lahan tanam serta beri jarak antar bedeng sekitar 40 cm untuk pengairan, Kemudian buatlah lubang tanam pada bedengan dengan jarak antar lubang tanam sekitar 20-25cm.

C. Pembibitan
Pilihlah bibit dari umbi yang baik, pilih bibit yang tidak cacat, yang telah memiliki tunas sekitar 3-5 dengan tinggi sekitar 2 cm atau telah melalui proses penyimpanan selama empat bulan.

D. Penanaman Kentang
Setelah lahan dan bibit siap lakukan penanaman, tanam umbi kentang yang telah bertunas ke dalam lubang tanam yang telah disiapkan dengan kedalaman sekitar 2 cm, lalu timbun kembali dengan tanah lahan tanam tapi jangan terlalu tebal karena dapat mempengaruhi produktivitas tanaman kentang.
*Baca Juga : Keuntungan Penggunaan Mulsa Plastik Pada Budidaya Udang Vaname


E. Perawatan Tanaman Kentang

Penyiraman
Lakukan penyiraman pada tanaman kentang sebanyak sekali dalam seminggu atau menyesuaikan keadaan lahan tanam kentang tersebut. Jangan lakukan penyiraman hingga tanah tergenang karena dapat menghambat pertumbuhan umbi tanaman kentang.

Pemupukan Susulan
Lakukan pemupukan secara rutin yaitu setiap 20 hari sekali dari awal penanaman dengan menggunakan pupuk SP36, KCl, ZA, dan Urea dengan dosis masing masing 400 kg/ha, 100 kg/ha, 150 kg/ha, & 500kg/ha, pemupukan dilakukan dengan cara menaburkan pupuk diantara lubang tanam.

Penyiangan
Lakukan penyiangan setiap 20 hari sekali atau menyesuaikan dengan frekuensi pertumbuhan gulma atau tanaman pengganggu, bisa juga penyiangan dilakukan setelah tanaman berumur 30 hari & berikutnya pada saat tanaman berumur 50 hari dan seterusnya.

F. Pemanenan Kentang

Kentang dapat dipanen setelah kentang berumur 3-4 bulan setelah tanam, Lakukan pemanenan pada saat waktu cerah saja, karena jika pada saat hujan dapat menyebabkan kentang cepat membusuk. Setelah di panen jemur kentang di bawah sinar matahari selama 1 jam agar kulitnya kering serta kotoran yang menempel dikulit kentang dapat cepat hilang atau lepas

Selamat Mencoba, Semoga Berhasil😂 Jangan lupa untuk selalu mengunjungi website kami karena akan ada artikel menarik lainnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar