Jumat, 28 April 2017

Tips Budidaya Udang Galah, Praktis & Menguntungkan!



Udang merupakan binatang yang hidup dan ada di perairan, umumnya sungai, laut, atau juga danau. Udang bisa dijumpai pada hampir seluruh "genangan" air yang berdiameter besar baik itu air tawar, air payau, ataupun air asin di kedalaman beragam, dari dekat permukaan sampai beberapa ribu meter pada bawah permukaan.

Pelestarian udang galah dapat dilaksanakan pada kolam ataupun tambak darat. Ketika sekarang kegiatan pembesaran udang galah telah melebar keberbagai penujuru daerah, yakni seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur serta Bali. Guna menunjang kesuksesan kegiatan budidaya jadi diperlukan teknologi yang sesuai sama kebutuhan serta skala usaha yang dipunyai oleh pembudidaya.

*Jangan lewatkan Keuntungan Penggunaan Mulsa Plastik Pada Budidaya Udang Vaname

Proses mengawali budidaya udang galah yaitu :
1. Lokasi Budidaya
Perencanaan pembangunan area budidaya wajib mengikuti persyaratan yakni : lahan bebas banjir serta pencemaran, macam tanah liat berpasir, kolam dibangun pada ketinggian sekitar 0-700 meter dpl.
Air tersedia pada setiap tahun, terhindar dari polusi, peraliran air wajib bagus, terhindar pencemaran, terbebas dari polusi. Angka air yang dirasankan 0,5-1 liter per detik guna luasan kolam 300-1.000 m2.

2. Bahan & Alat
Semacam budidaya di kolam pada biasanya, perlengkapan yang biasanya dipakai yakni : alat pengangkat benih, serok, seser, ember, timbangan, ayakan/adukan lembut dari kain, cangkul.

3. Pengelolaan air
Sirkulasi atau jalan air yang baik memang penting pada pengerjaan budidaya udang galah. Seharusnya air dikolam wajib mengalir. Untuk kolam budidaya dengan media yang tak mengalir mutu air lebih menurun sesudah satu bulan tahap pemeliharaan. Untuk mencegahnya bisa dikerjakan penggantian air sekitar 30-50% dengan air yang baru.

4. Pencegahan Hama & Penyakit
Terdapat hama serta penyakit dipilih dengan pengecekan yang dikerjakan secara visual pada organisme pengacau baik yang bersifat predator ataupun kompetitor.
Hama yang sering mengacau dikolam budidaya yakni ikan-ikan liar yang masuk kolan tidak sengaja seperti contoh ikan lele, gabus, serta lain-lain. Guna menghindari masuknya hewan pemangsa tersebut dibutuhkan saringan pada pintu masuk serta pengeluaran air kolam berupa hapa yang dibuat dari jaring pada mesh size 0,2 mm. Pada proses pembesaran dibutuhkan pengecekan kesehatan yang dikerjakan seperti berikut :
Pengambilan contoh guna pengujian keadaan udang galah (Macrobrachium rosenbergii) dikerjakan dengan acak dengan angka udang sesuai dengan keperluan guna pengamatan visual ataupun mikroskopik.

*Menerima pemesanan mulsa tambak dengan ukuran sesuai permintaan Hub. 081232584950 / 085233925564 / 087702821277

5. Masa Panen
Udang galah bisa dipanen sesudah 4 - 6 bulan, atau juga lebih, sesuai ukuran udang yang diperlukan oleh konsumen. Umumnya udang galah bisa langsung dijual sesudah mencapai ukuran hingga 20 – 25 gram/ekor, namun makin besar ukuran udang harganya pun semakin mahal atau tinggi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar