HUBUNGI KAMI

PABRIK & DISTRIBUTOR MULSA PLASTIK

Mulsa, Plastik Mulsa, Jual Mulsa, Mulsa Plastik, Plastik Hitam Perak, Harga Mulsa Plastik, Jual Mulsa Plastik Hitam Perak, Plastik Mulsa Murah, Pabrik Plastik Mulsa, Distributor Plastik Mulsa, Mulsa Plastik Pertanian, Mulsa Plastik Murah, Mulsa Plastik Hitam Perak, MPHP, Mulsa Plastik Tambak, Mulsa Olastik Untuk Kolam Ikan, Mulsa Plastik Cap Kuda, Plastik Mulsa Cap Tembakau, Mulsa Cap Tanimur



Hubungi Kami
• SMS/WA/Call: 0852.3392.5564 | 0877.0282.1277 | 08123.258.4950 | Phone: 031- 8830487
• Email: limcorporation2009@gmail.com

Apa Saja Jenis Media Tanam yang Bisa Digunakan Budidaya?

Jual Mulsa Plastik Harga Murah - Lim Corporation

Media tanam adalah salah satu komponen penting dalam bercocok tanam. Media tanam yang dipakai untuk menanam tanaman harus sesuai agar tanaman bisa tumbuh dengan baik. Tetapi untuk menentukan media tanam yang tepat untuk jenis tanaman supaya sesuai dengan habitat asalnya terkadang cukup sulit. Hal ini disebabkan setiap daerah tempat tanaman tersebut berkembang berbeda-beda.

Secara umum media tanam harus bisa menjaga kelembaban daerah sekitar akar tanaman dan juga menyediakan cukup udara dan unsur hara. Oleh sebab itu jenis media tanam yang digunakan masing-masing daerah selalu berbeda-beda. Di Asia tenggara misalnya sejak tahun 1940 mengunakan media tanam dari pecahan batu bata, sabut kelapa, arang dan batang pakis. Media tanam tersebut dapat digunakan secara tunggal ataupun dikombinasikan antara bahan satu dengan yang lainnya.

Baca Juga:
Contoh komposisi media tanam yang ada di Asia Tenggara antara lain pakis dan arang dicampur menjadi satu dengan perbandingan tertentu sehingga menjadi media tanam yang baru. Atau mungkin pakis dicampur dengan pecahan batu bata. Berikut ini beberapa jenis media tanam yang mempunyai karakteristik tersendiri yang dibagi menjadi beberapa bagian seperti yang dijelaskan di bawah ini.

1. Media Tanam dari Bahan Organik

Umumnya media tanam yang masuk dalam kategori berbahan organik berasal dari komponen organisme hidup misalnya bagian dari tanaman seperti bunga, daun, buah bahkan kulit kayu. Media tanam organik mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan media tanam anorganik yakni media tanam organik mampu menyediakan unsur hara bagi tanaman. Selain itu media tanam organik juga mempunyai pori-pori mikro dan makro yang seimbang supaya sirkulasi udara dapat berjalan dengan baik serta mempunyai daya serap air yang tinggi.

Media tanam yang terbuat dari bahan organik akan mengalami proses pelapukan yang dilakukan oleh mikroorganisme. Melalui proses itu akan menghasilkan mineral, karbondioksida (CO2), air (H2O). Mineral yang dihasikan dari media tanam inilah yang akan menjadi sumber unsur hara yang diserap oleh tanaman sebagai sumber makanan. Akan tetapi kelemahan media tanam dari bahan organik ialah ketika terjadi dekomposisi yang terlalu cepat dapat memicu terjadinya bibit penyakit. Untuk mencegah hal itu, maka media tanam harus sering diganti dan menambahkan unsur sebelum media tanam mengalami pembusukan.

Beberapa jenis bahan organik yang bisa digunakan sebagai media tanam di yaitu arang, cacahan pakis, kompos, sabut kelapa, pupuk kandang, dan humus.


2. Media Tanam dari Arang

Arang terbuat dari kayu atau batok kelapa yang dibakar. Media tanam ini sangat cocok untuk menanam anggrek daerah dengan kelembapan tinggi. Hal ini disebabkan media tanam dari arang tidak baik dalam mengikat air dalam jumlah banyak. Salah satu keunikan dari media tanam dari arang yaitu sifatnya yang bufer. Sehingga jika terjadi kesalahan dalam pemberian unsur hara yang ada di dalam pupuk bisa cepat dinetralisir.

Selain itu arang adalah media tanam yang tidak mudah lapuk sehingga aman dari gangguan jamur atau hewan yang dapat merugikan tanaman. Kelemahan dari media tanam ini ialah kandungan unsur hara yang sedikit sehingga media tanam ini perlu disuplai unsur hara yang dilakukan melalui proses pemupukan.

Sebelum digunakan idealnya media tanam dari arang sebaiknya dipecah menjadi butiran kecil terlebih dahulu, tujuannya untuk memudahkan penempatan di dalam pot. Untuk ukuran pastinya dapat sesuai dengan ukuran pot yang anda gunakan.

3. Media Tanam dari Sabut Kelapa

Sebut kelapa merupakan satu satu bahan organik alternatif yang bisa digunakan sebagai media tanam. Sabut kelapa yang dapat dijadikan media tanam harus berasal dari buah kelapa yang sudah berumur dan memiliki serat yang kuat. Media tanam jenis ini sebaiknya digunakan pada daerah yang memiliki curah hujan rendah sebab bahan ini sangat mudah lapuk ketika sering terkena air hujan.

Bila sabut kelapa sudah mulai lapuk maka akan menyebabkan tanaman cepat membusuk dan menjadi sumber penyakit bagi tanaman. Untuk mencegah hal ini biasanya sebelum digunakan sebagai media tanam sabut kelapa direndam terlebih dahulu dengan larutan fungsida. Kelebihan dari media tanam ini yaitu dapat mengikat dan menyimpan air dengan kuat sehingga sangat baik digunakan untuk daerah panas. Selain itu kandungan unsur hara esensial seperti magnesium, kalsium, kalium, fosfor dan natrium pada sabut kelapa sangat baik untuk tanaman.

4. Media Tanam dari Sekam Padi

Sekam padi adalah media tanam yang dibuat dari kulit padi yang sudah digiling. Media tanam ini yang biasa digunakan dapat berupa sekam mentah dan sekam bakar. Kedua jenis sekam tersebut mempunyai tingkat porositas yang sama sehingga dapat memberikan peran penting dalam perbaikan struktur tanah. Penggunaan media tanam ini tidak perlu lagi disterilisasi lagi sebab mikroba patogen telah mati selama proses pembakaran.

Kelebihan media tanam dari sekam yaitu dapat dengan mudah mengikat air, tidak mudah lapuk dan merupakan sumber kalium yang dibutuhkan oleh tanaman. Selain itu media tanam dari sekap juga tidak mudah menggumpal sehingga akar tanaman bisa tumbuh dengan sempurna. Tetapi kelemahan media tanam ini adalah memiliki kandungan unsur hara yang sedikit.


5. Media Tanam dari Kompos

Kompos adalah media tanam organik yang terbuat dari proses tanaman atau limbah organik seperti sampah, daun, sekam, jerami, rumput. Kelebihan media tanam dari kompos yakni mampu mengembalikan kesuburan tanah melalui perbaikan sifat-sifat tanah, baik merupakan sifat kimiawi maupun biologis. Di samping itu kompos bisa menjadi fasilitator dalam penyerapan unsur nitrogen yang sangat diperlukan oleh tanaman.

Kandungan unsur organik yang tinggi pada kompos sangat diperlukan untuk mengembalikan kesuburan tanah. Berdasarkan hal tersebut kompos mempunyai 2 peranan penting yakni soil conditioner dan soil ameliorator. Soil kondotioner yaitu peranan kompos dalam memperbaiki struktur tanah, terutama tanah kering, sedangkan soil ameliorator berfungsi dalam memperbaiki kemampuan tukar kation pada tanah.

Kompos yang baik adalah yang terbuat dari tanaman yang telah mengalami pelapukan sempurna yang ditandai dengan perubahan warna menjadi hitam kecoklatan, tidak berbau serta memiliki kadar air rendah dan memiliki suhu ruang.

*Info lengkap mengenai harga Mulsa Plastik silakan klik DISINI

Bila Anda membutuhkan dan ingin memesan Mulsa Plastik untuk budidaya, untuk menutupi bedengan atau untuk menjaga buah tidak atau mengenai tanah atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga murah silakan Anda menghubungi kami melalui SMS/CALL/WA pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)

Customer Service:
Telp: 031- 8830487 (Jam Kerja 08.00 - 16.00 WIB)
Mobile: 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564
Email: limcorporation2009@gmail.com
Atau chat langsung dengan admin klik salah satu tautan berikut:

CATATAN:
– Minim Order 10 Roll
– Harga netto (non PPN)
– Harga franco Surabaya, belum termasuk ongkos kirim ke kota tujuan
– Harga tidak mengikat, bisa berubah setiap waktu

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Apa Saja Jenis Media Tanam yang Bisa Digunakan Budidaya?"

Posting Komentar