HUBUNGI KAMI

PABRIK & DISTRIBUTOR MULSA PLASTIK

Mulsa, Plastik Mulsa, Jual Mulsa, Mulsa Plastik, Plastik Hitam Perak, Harga Mulsa Plastik, Jual Mulsa Plastik Hitam Perak, Plastik Mulsa Murah, Pabrik Plastik Mulsa, Distributor Plastik Mulsa, Mulsa Plastik Pertanian, Mulsa Plastik Murah, Mulsa Plastik Hitam Perak, MPHP, Mulsa Plastik Tambak, Mulsa Olastik Untuk Kolam Ikan, Mulsa Plastik Cap Kuda, Plastik Mulsa Cap Tembakau, Mulsa Cap Tanimur



Hubungi Kami
• SMS/WA/Call: 0852.3392.5564 | 0877.0282.1277 | 08123.258.4950 | Phone: 031- 8830487
• Email: limcorporation2009@gmail.com

Cara Budidaya Paprika Supaya Hasil Memuaskan Dengan Mulsa Plastik


Jual Mulsa Plastik Harga Murah - Lim Corporation


Meskipun popularitas Paprika masih jauh dibawah jenis cabai yang lain namun budidaya paprika memiliki prospek yang cukup cerah. Luas penanaman paprika di Indonesia terus meningkat seiring dengan permintaan pasar yang terus meningkat. Di Indonesia pasar paprika masih terbatas di kota-kota besar dan banyak dijual di supermarket, dan belum banyak dijual di pasar tradisional. Seiring berjalannya waktu permintaan buah paprika terus meningkat, sehingga permintaan pasar dalam negeri maupun untuk tujuan ekspor pun berminat untuk menjual atau membudidayakan paprika. Usaha tani paprika memiliki peluang bisnis yang baik sebab penggunaan paprika cukup luas sehingga pangsa pasarnya cukup banyak. Selain digunakan untuk konsumsi rumah tangga, paprika juga digunakan untuk industri makanan dan minuman, industri farmasi, industri kosmetik, dan industri makanan ternak. 

Dengan semakin banyaknya wisatawan asing yang tinggal di Indonesia dan semakin populernya makanan barat di kota-kota besar di Indonesia sepeti pizza dan salad, terutama anak-anak muda yang sangat menyukai masakan Eropa sehingga permintaan paprika semakin meningkat. Hotel, restoran, catering, dan pasar swalayan sangat membutuhkan paprika. Dilihat dari aspek sumberdaya alam, tersedianya dataran tinggi dan lahan yang sesuai untuk pertumbuhan paprika, dan peluang untuk mengembangkan usaha paprika. Sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk dan perkembangan industri pengolahan berbahan baku paprika, penggunaan oleoresin yang cukup luas dalam berbagai keperluan industri pangan dan farmasi, penggunaan ekstrak bubuk paprika dalam pemeliharaan ternak menyebabkan permintaan paprika meningkat.

BACA JUGA :
1. SYARAT TUMBUH PAPRIKA
Paprika yang dikenal dengan sebutan cabai manis (Capsicum annum L.) merupakan tanaman perdu semusim anggota dari suku Solanaceae. Tanaman ini adalah tanaman subtropis sehingga lebih cocok dibudidayakan pada daerah dengan ketinggian diatas 750 m diatas permukaan laut. Meskipun paprika dapat tumbuh pada dataran rendah, tetapi produktifitasnya tidak optimal. Keberhasilan usaha budidaya paprika harus ditentukan oleh kondisi lingkungan yang sesuai. Kondisi lingkungan sangat mempengaruhi kuantitas dan kualitas hasil. Penanaman cabai paprika di daerah yang memiliki kondisi lingkungan yang tidak sesuai dapat menyebabkan tanaman menderita penyakit fisiologis. Keadaan ini bisa mengakibatkan pertumbuhan terhambat, produktifitas rendah bahkan bisa tidak berbuah sama sekali. Berikut ini syarat tumbuh paprika:

a. Temperatur
Tanaman cabai paprika memmbutuhkan temperatur 21 – 27 derajat celcius pada siang hari, dan 13 – 16 derajat celcius pada malam hari. Temperatur yang tinggi bisa menyebabkan gugur bunga, gugur buah dan gugur tunas. Cabai paprika masih bisa tumbuh pada temperatur 30 derajat celcius. Namun pada temperatur 38 derajat celcius pada siang hari dan 32 derajat celcius pada malam hari semua bunga dan buah bakal gugur.

b. Kelembaban udara
Kelembaban udara yang dibutuhkan adalah 80%. Kelembaban yang terlalu rendah atau terlalu tinggi bisa menyebabkan bunga dan buah muda rontok / gugur. Kelembaban udara yang terlalu rendah (udara sangat kering) dapat menyebabkan tanaman mengalami mati pucuk dan bunga layu. Sebaliknya, udara yang terlalu lembab (udara terlalu basah) dapat menyebabkan pembusukan akar sehingga tanaman layu.

c. Curah hujan
Curah hujan yang pas untuk tanaman cabai paprika adalah sekitar 250 mm/bulan. Curah hujan yang tinggi (kondisi yang sangat basah) dapat menyebabkan tanaman mudah terserang penyakit yang disebabkan oleh cendawan ataupun bakteri. Misal, penyakit bercak daun atau antraknosa, penyakit layu, dan lain-lain.

d. Cahaya matahari
Tanaman paprika membutuhkan cahaya matahari yang cukup sepanjang hari supaya dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik. Dalam proses fisiologis tanaman, cahaya matahari berperan sebagai sumber energi dalam proses fotosintesis sehingga tanaman dapat menghasilkan pertumbuhan vegetatif maupun generatif. Setiap fase pertumbuhan memerlukan intensitas maupun waktu penyinaran yang berbeda. Pada awal pertumbuhan hingga menjelang dewasa, paprika memerlukan intensitas cahaya matahari yang rendah, berkisar antara 22% – 30%. Oleh karena itu tanaman paprika memerlukan naungan, misal menggunakan paranet.

e. Tanah
Jenis tanah yang cocok untuk menanam paprika adalah tanah aluvial dan mediteran. Tanah yang sesuai untuk budidaya tanaman cabai paprika adalah tanah lempung berpasir atau zat berpasir dan tanah yang memiliki struktur remah atau gembur. Selain itu, tanah harus mudah mengikat air atau merembeskan air, memiliki solum yang dalam (minimal satu meter), memiliki daya menahan air yang cukup baik, tahan terhadap erosi, dan memiliki kandungan bahan organik yang tinggi. Tanaman cabai paprika masih dapat tumbuh pada tanah yang berpasir, tanah yang berlempung, atau tanah zat yang tergolong tanah berat. Namun, harus disertai dengan pemberian pupuk kandang atau pupuk organik yang cukup banyak, pengapuran, pengolahan tanah secara intensif, dan pembuatan drainase (selokan pembuangan air) yang baik.

f. Ketinggian tempat (Letak Geografis)
Ketinggian tempat berkaitan dengan kondisi iklim daerah setempat. Semakin tinggi suatu tempat, temperatur akan semakin rendah, dengan laju penurunan 0,5° C untuk setiap kenaikan 100 m dpl. Ketinggian tempat sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman, pembentukan hasil , dan masa panen supaya cabai paprika bisa mendapatkan hasil yang lebih baik. Lahan yang baik untuk budi daya tanaman paprika adalah dataran tinggi yang memiliki ketinggian lebih dari 750 m dpl, dan yang paling baik adalah dataran dengan ketinggian 1.000 m – 1.500 m dpl. Temperatur yang tinggi di dataran rendah atau medium berpengaruh buruk terhadap proses pembentukan buah. Tanaman paprika tetap dapat tumbuh di dataran rendah atau dataran medium, namun dengan hasil yang kurang baik.

g). pH tanah
pH tanah berpengaruh besar terhadap pertumbuhan maupun produktivitas tanaman paprika. Pada tanah yang terlalu asam (pH rendah dibawah 5,5) atau terlalu basa (pH tinggi diatas 6,5) tanaman tidak akan tumbuh optimal, dan tidak mampu menghasilkan buah. pH ideal untuk pertumbuhan paprika adalah 5,5 – 6,5.
Produsen Plastik Mulsa Hitam Perak
2. CARA PENGOLAHAN LAHAN BUDIDAYA PAPRIKA

a). Persiapan lahan
Lahan untuk budidaya paprika yang baik adalah syarat tumbuh paprika tersebut. Pilihlah lahan yang sesuai supaya tanaman paprika yang akan dibudidayakan bisa tumbuh dan berproduksi secara maksimal. Paprika dapat ditanam pada lahan dataran rendah, menengah dan dataran tinggi. Tetapi lahan yang cocok untuk tanaman paprika adalah dataran dengan ketinggian lebih dari 750 mdpl.

b). Pembersihan lahan
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membersihkan lahan dari gulma ataupun rumput liar dan sisa-sisa tanaman sebelumnya. Gulma dibabat kemudian bisa dijadikan kompos, dan sisa-sisa tanaman sebelumnya dimusnahkan dengan cara dibakar. Hal ini dilakukan untuk memutus siklus hidup hama dan penyakit yang terdapat pada tanaman sebelumnya.

c). Penggemburan tanah
Setelah lahan dibersihkan kemudian dilakukan penggemburan tanah. Penggemburan bisa dilakukan dengan cara dicangkul ataupun dibajak. Tanah dicangkul/dibajak sedalam 25 – 30 cm, akar kayu yang lapuk dan sisa-sisa akar tanaman yang ada didalam tanah harus dibersihkan. Pembajakan dilakukan 2 – 3 kali supaya tanah gembur. Taburkan kapur pertanian jika pH tanah dibawah 5,5. Setelah selesai penggemburan, lahan dibiarkan selama 1 – 2 minggu lamanya untuk penjemuran.

d). Pembuatan bedengan
> Pada musim kemarau atau pada lahan darat bedengan dibuat rendah supaya tanah tidak cepat kering. Tinggi bedengan 15 cm, lebar 100 cm dan panjang sesuai dengan panjang lahan.
> Pada musim hujan atau pada lahan sawah bedengan dibuat lebih tinggi supaya tanaman tidak tergenang air. Tinggi bedengan 25 – 30 cm, lebar 100 cm dan panjang sesuai lahan.

3. CARA PEMBERIAN PUPUK DASAR PAPRIKA

a). Kebutuhan pupuk
Jenis pupuk dasar yang digunakan dan kebutuhan pupuk setiap satu hektar lahan paprika adalah pupuk kandang / kompos sebanyak 10 – 15 ton, ZA / Urea sebanyak 100 – 150 kg, TSP/SP36 sebanyak 200 – 300 kg dan KCL sebanyak 100 – n150 kg. Jumlah pupuk ini bukan SOP dan tidak baku, sebab jumlah pupuk yang diberikan disesuaikan dengan tingkat kesuburan tanah.

b). Cara pemberian pupuk dasar
Pupuk kandang / kompos ditaburkan merata diatas bedengan. Kemudian pupuk ZA/Urea, SP36/TSP dan KCL dicampur dan ditaburkan merata diatas bedengan. Penaburan bisa pupuk kandang terlebih dahulu ataupun pupuk kimia terlebih dahulu. Kemudian diaduk sampai tercampur rata dengan tanah dan permukaan bedengan diratakan. Biarkan selama 2 – 3 minggu agar tersiram hujan atau disiram jika tidak hujan.


4. PEMASANGAN MULSA dan MEMBUAT LUBANG TANAM

a). Pemasangan mulsa
Mulsa plastik dipasang 2 atau 3 minggu setelah penaburan pupuk dasar. Hal ini dilakukan supaya media tanam tidak panas dan pupuk kompak dengan tanah. Pemasangan mulsa sebaiknya dilakukan pada siang hari ketika matahari terik supaya rapi dan mulsa mudah dipasang. Untuk bedengan dengan lebar 1 meter digunakan mulsa plastik yang berukuran lebar 120 cm.

b). Membuat lubang tanam
Lubang tanam dibuat 2 baris dalam satu bedengan, diameter lubang tanam 10 cm dengan jarak tanam/jarak antar lubang sebagai berikut :
> Pada musim kemarau lubang tanam dibuat dengan jarak 60 – 65 cm. Dengan jarak lubang tanam antar baris 45 – 50 cm.
> Pada musim hujan lubang tanam dibuat lebih jarang, yaitu 70 – 75 cm dengan jarak lubang tanam antar baris 55 – 60 cm.

5. PERSIAPAN BENIH/BIBIT PAPRIKA
Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, sebaiknya benih yang digunakan adalah benih hibrida berkualitas yang sudah teruji. Benih banyak tersedia di toko pertanian dengan berbagai jenis varietas. Gunakan varietas paprika yang sesuai dengan permintaan pasar dan kondisi lingkungan. Di pasaran terdapat berbagai jenis varietas benih paprika hibrida, varietas yang banyak ditanam adalah Marengo, New ace, Takii ace, Wonder bell dan Jumbo sweet. Varietas paparika kuning yang banyak ditaman adalah Gold Flame (panen 3,5-8 bulan produksi optimal 2,5 kg/tanaman), paprika merah Spartacus (panen 8 bulan 2,5 kg/tanaman) dan Oranye DRD 3233 (panen 3,5-8 bulan 2,5 kg/tanaman).

6. CARA SEMAI BENIH PAPRIKA
Cara menyemai benih paprika tidak jauh berbeda dengan cara menyemai benih cabai pada umumnya. Penyemaian bisa dilakukan dengan menggunakan polybag kecil ukuran 6 x 8 cm atau dengan menggunakan tray semai. Penyemaian dibedengan dengan cara ditabur tetapi tidak disarankan, sebab kurang efektif dan tingkat kematian bibit setelah pindah tanam tinggi. Berikut ini langkah-langkah menyemai benih paprika:
a). Siapkan media semai berupa campuran tanah, arang sekam dan pupuk kandang,
b). Siapkan polybag semai/tray semai kemudian isi dengan media semai,
c). Rendam benih paprika menggunakan air hangat selama -/+ 2 jam, tiriskan,
d). Masukkan benih kedalam polybag semai/tray semai, 1 benih diisikan dengan 1 polybag
e). Sungkup dengan plastik mulsa agar benih cepat tumbuh dan serempak
f). Setelah 7 – 10 hari kemudian benih biasanya sudah berkecambah, buka sungkup mulsa
g). Buat naungan persemaian untuk menghindari kerusakan bibit akibat terpaan air hujan

7. CARA MENANAM BIBIT PAPRIKA
Bibit paprika dapat dipindah tanam kelahan pada umur 30 – 35 hari setelah semai. Berikut ini cara menanam bibit cabai paprika kelahan bedengan:
a). Bibit yang ditanam adalah bibit yang sehat, memiliki vigor yang baik dan bebas penyakit,
b). Buat lubang tanam dengan cara ditugal, ukuran lubang tanam disesuaikan dengan ukuran polybag semai,
c). Lepaskan polybag dengan hati-hati supaya media semai tidak pecah atau rusak,
d). Tanam bibit paprika kedlam lubang, tekan dan padatkan sedikit tanah disekitar bibit supaya kokoh,
e). Media semai sebaiknya tertutup tanah dengan baik,
f). Penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari agar bibit tidak stres dan layu,
g). Setelah penanaman siram bibit secukupnya.

8. PEMASANGAN AJIR

Ajir atau lanjaran adalah tiang yang terbuat dari kayu atau bambu, atau bahan lain yang berfungsi untuk menopang tanaman supaya kokoh dan tidak roboh diterpa angin ataupun hujan. Ajir sebaiknya dipasang sebelum penanaman dilakukan, atau segera dipasang setelah proses penanaman selesai. Ajir dipasang pada setiap lubang tanam, tinggi ajir 1 – 1,5 meter atau lebih. Jarak dari tanaman sekitar 10 cm agar ajir tidak merusak akar tanaman.

9. MEMBUAT NAUNGAN

Paprika adalah tanaman subtropis yang membutuhkan intensitas sinar matahari rendah. Setiap fase pertumbuhan memerlukan intensitas dan waktu untuk penyinaran yang berbeda. Pada awal pertumbuhan hingga menjelang dewasa, paprika memerlukan intensitas cahaya matahari yang rendah, berkisar antara 22% – 30%. Untuk itu perlu dibuat naungan, berikut ini cara membuat naungan tanaman paprika:
a). Jika budidaya paprika dilakukan pada musim kemarau, buat naungan menggunakan paranet. Paranet / shading net adalah material semacam jaring yang khusus digunakan untuk naungan tanaman. Paranet dipasang pada tiang-tiang kayu ataupun bambu diatas lahan tanaman paprika.
b). Jika budidaya dilakukan pada musim hujan, naungan dibuat menggunakan plastik UV. Plastik UV adalah plastik naungan yang biasa digunakan untuk green house. Plastik UV bisa tahan hingga 3 – 5 tahun. Penggunaan naungan plastik UV dimaksudkan untuk menjaga agar tanaman tidak tersiram air hujan. Curah hujan yang tinggi dapat menyebabkan kelembaban meningkat dan berpotensi meningkatkan perkembangbiakan berbagai penyakit tanaman.

10. CARA PEMELIHARAAN & PERAWATAN TANAMAN PAPRIKA

Tanaman paprika perlu dirawat dan dipelihara dengan baik supaya memperoleh hasil yang baik. Pemeliharaan dan perawatan tanaman paprika tersebut meliputi kegiatan penyulaman, penyiraman, pengikatan, dan penyiangan. Berikut ini cara melakukan pemeliharaan tanaman paprika:
a). Lakukan penyulaman segera jika terdapat tanaman yang mati ataupun dimakan hama. Penyulaman dapat dilakukan hingga tanaman paprika berumur 15 hari setelah tanam. Tutup sekeliling lubang tanam menggunakan tanah untuk menghindari serangan jangkrik yang kemungkinan dapat bersembunyi di dalam mulsa.
b). Lakukan penyiraman jika tidak terjadi hujan dan kondisi tanah kering. Siramkan air secukupnya dan jangan sampai berlebihan, penyiraman sebaiknya dilakukan sebelum tanah kering dan tanaman layu. Frekuensi penyiraman dilakukan dengan memperhatikan kondisi cuaca, jika terjadi hujan tanaman tidak perlu disiram.
c). Supaya tanaman paprika tidak roboh, segera ikat menggunakan tali pada ajir yang sudah dipasang. Pengikatan dapat dilakukan beberapa kali mengikuti pertumbuhan tinggi tanaman.
d). Lakukan penyiangan pada lubang tanam dan parit antar bedengan jika terlihat adanya gulma atau rumput liar yang tumbuh. Jangan biarkan gulma tumbuh tinggi, gulma bisa menjadi inang bagi hama dan penyakit dan bisa mengganggu pertumbuhan tanaman.

11. PEMUPUKAN SUSULAN TANAMAN PAPRIKA

Pemupukan susulan merupakan pemupukan yang dilakukan setelah penanaman. Pupuk susulan yang digunakan untuk tanaman paprika tersebut sama seperti pupuk yang digunakan pada cabai jenis lainnya, yaitu pupuk makro dan pupuk mikro. Pupuk makro diaplikasikan pada tanah untuk memberikan asupan nutrisi yang baik melalui akar tanaman. Sedangkan pupuk mikro berupa pupuk daun yang diaplikasikan dengan cara disemprotkan ke daun tanaman. Jenis pupuk makro yang digunakan antara lain pupuk ZA/Urea, TSP/SP36, KCL, KNO3 ataupun NPK. Pemupukan susulan pertama dilakukan ketika tanaman tersebut berumur 10 hari setelah tanam. Pupuk diaplikasikan dengan cara dilarutkan terlebih dahulu dengan air, kemudian dikocorkan pada lubang tanam ataupun dengan cara ditaburkan. Pupuk daun diaplikasikan setelah tanaman berumur 10 hari ataupun setelah terlihat tanda-tanda pertumbuhan. Pemberian pupuk daun ketika tanaman baru ditanam tidak efektif sebab tanaman masih dalam tahap menyesuaikan diri dengan lingkungan dan daun tanaman belum mampu menyerap cairan pupuk daun dengan baik. Penyemprotan pupuk daun harus dilakukan setiap 7 – 10 hari sekali. Hentikan pemakaian pupuk daun apabila tanaman sudah memasuki fase generatif (masa pembungaan).

12. PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT CABAI PAPRIKA

Pengendalian hama dan penyakit tanaman memiliki peran yang besar dalam keberhasilan usaha budidaya paprika. Serangan hama dan penyakit tanaman paprika diketahui dapat menyebabkan kehilangan hasil hingga 60 – 90% bahkan kegagalan secara total. Hama dan penyakit yang ditemukan pada tanaman dari suku Solanaceaepada umumnya sama. Beberapa jenis hama dan penyakit cabai paprika sebagai berikut:
a). Hama yang sering menyerang tanaman paprika antara lain : tungau, trips, kutu daun, ulat buah, ulat grayak, lalat buah, jangkrik dan lain-lain sebagainya. Pengendalian dilakukan dengan cara teknis, penggunaan pestisida nabati ataupun menggunakan pestisida kimia. Pestisida kimia yang digunakan disesuaikan dengan hama sasaran. Untuk mengendalikan hama dari jenis kutu-kutuan (tungau, kutu daun dan trips) gunakan akarisida, misalnya agrimec, alfamec, demolish, samite ataupun pegasus. Untuk mengendalikan hama ulat, jangkrik ataupun lalat buah gunakan insektisida, misalnya regent, curacron, prevathon, larvin atau pegasus.
b). Penyakit yang sering menyerang tanaman paprika antara lain : layu fusarium, layu bakteri, penyakit bulai/virus gemini, penyakit mozaik, bercak daun, busuk akar, busuk batang, busuk kuncup/mati pucuk, busuk buah, dan antraknosa/patek. Pengendalian dilakukan dengan penyemprotan bakterisida dan fungisida yang sesuai dengan penyakit sasaran. Beberapa jenis fungisida yang dapat digunakan untuk mengendalikan penyakit pada tanaman paprika antara lain ; antracol, daconil, amistartop, bion-m, cozeb dan lain-lain.

13. PANEN PAPRIKA

Cabai paprika dapat dipanen pada umur 60 hari setelah tanam. Buah paprika yang dipanen tergantung permintaan pasar. Umur panen bisa lebih cepat bila permintaan pasar adalah buah paprika hijau. Buah hijau dapat dipanen pada saat buah sudah tua tapi belum matang. Ciri-ciri buah hijau siap panen adalah daging buah tebal, keras, buah berwarna hijau tua, buah mudah lepas dari tangkai, sehat, tidak cacat dan bebas dari hama penyakit. Jika permintaannya adalah buah paprika matang (merah, kuning atau ungu) buah dipanen setelah matang. Ciri-ciri buah paprika matang siap panen adalah daging buah tebal, warna merata, sehat dan bebas dari penyakit. Pemanenan dilakukan pada pagi hari setelah embun kering. Buah dipetik bersama dengan tangkainya, dan pemanenan harus dilakukan setiap 2 -3 hari sekali. Bila budidaya dilakukan dengan tepat, satu tanaman paprika bisa menghasilkan 1 – 2 kg buah, bahkan bisa lebih tergantung teknik budidaya dan kondisi tanaman.

Demikian Cara Budidaya Paprika Semoga bermanfaat….

Plastik Mulsa Hitam Perak
# Ingin info lengkap mengenai harga Mulsa Plastik silakan klik link berikut ini http://bit.ly/hargamulsaplastik
Apabila Anda Membutuhkan Dan Ingin Memesan Mulsa Plastik untuk budidaya, untuk menutupi bedengan atau untuk menjaga buah tidak atau mengenai tanah atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga murah silakan Anda menghubungi kami melalui SMS/CALL/WA pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)
Customer Service:
Telp: 031- 8830487 (Jam Kerja 08.00 - 16.00 WIB)
Mobile: 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564
Email: limcorporation2009@gmail.com
Atau chat langsung dengan admin klik salah satu tautan berikut:
CATATAN:
– Minim Order 10 Roll
– Harga netto (non PPN)
– Harga franco Surabaya, belum termasuk ongkos kirim ke kota tujuan
– Harga tidak mengikat, bisa berubah setiap waktu

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cara Budidaya Paprika Supaya Hasil Memuaskan Dengan Mulsa Plastik"

Posting Komentar