HUBUNGI KAMI

PABRIK & DISTRIBUTOR MULSA PLASTIK

Mulsa, Plastik Mulsa, Jual Mulsa, Mulsa Plastik, Plastik Hitam Perak, Harga Mulsa Plastik, Jual Mulsa Plastik Hitam Perak, Plastik Mulsa Murah, Pabrik Plastik Mulsa, Distributor Plastik Mulsa, Mulsa Plastik Pertanian, Mulsa Plastik Murah, Mulsa Plastik Hitam Perak, MPHP, Mulsa Plastik Tambak, Mulsa Olastik Untuk Kolam Ikan, Mulsa Plastik Cap Kuda, Plastik Mulsa Cap Tembakau, Mulsa Cap Tanimur



Hubungi Kami
• SMS/WA/Call: 0852.3392.5564 | 0877.0282.1277 | 08123.258.4950 | Phone: 031- 8830487
• Email: limcorporation2009@gmail.com

Bagaimana Cara Tepat Budidaya Serai Agar Sukses Panen?

Jual Mulsa Plastik untuk Pertanian - Lim Corporation

Serai atau biasa disebut sereh adalah tanaman herbal yang relatif umum dijumpai ditanam di pekarangan rumah atau kebun-kebun penduduk. Tanaman serai atau sering juga disebut serei wangi, serei dapur, dan merupakan merupakan keluarga Gramineae.

Nama sebutan untuk serai disebut Cymbopogon citratus (DC.) Stapf. Tanaman serai yang banyak dijumpai di Indonesia yaitu dari species yang dikenal sebagai West Indian Lemongrass. Tanaman ini diperkirakan adalah tanaman asli dari wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara. Tanaman ini banyak dibudidayakan di Indonesia, dan juga di negara lain seperti India bagian selatan, Srilanka, dan Malaysia.

Cymbopogon citratus merupakan tanaman menahun dengan tinggi antara 50-100 cm. Mempunyai daun tunggal berjumbai yang dapat mencapai panjang daun hingga 1 m dan lebar antara 1,5 - 2 cm. Memiliki tulang daun sejajar dengan tekstur permukaan daun di bagian bawah yang agak kasar. Batang tidak berkayu dan berwarna putih keunguan. Mempunyai perakaran serabut. Tanaman ini tumbuh berumpun.

Baca Juga:
Aspek manfaat terhadap lingkungan dari tanaman ini tidak dapat dianggap remeh. Tanaman serai dapat hidup dalam kondisi ekstrim  seperti tanah yang miskin hara, tanah basa, lereng terjal, dan hutan yang terdegradasi. Akarnya mampu menahan tanah sehingga banyak direkomendasikan sebagai tanaman untuk mencegah erosi. Tanaman ini termasuk dalam daftar klasifikasi tanaman pelindung tanah atau tanaman konservasi lahan.

Potensi manfaat yang dihasilkan tanaman ini cukup banyak, baik untuk konsumsi, farmakologi, pestisida, maupun aroma. Sehingga budidaya tanaman ini adalah potensi ekonomi bagi petani. Nah, jika Anda yang tertarik mencoba membudidayakan tanaman serei ini, inilah cara penanamannya:

Syarat Lokasi

Serai termasuk jenis tanaman perenial yang tumbuh dengan cepat (fast growing). Tinggi tanaman  dewasa bisa mencapai sekitar 1 meter.  Tanaman tropis ini bisa tumbuh dengan baik pada suhu antara  10-33 °C dengan sinar matahari yang cukup. Pertumbuhan  tanaman  yang  baik  dapat diperoleh  pada  daerah dengan curah  hujan  berkisar sekitar 700-3000 mm dengan hari hujan tersebar cukup merata sepanjang tahun. Tanaman ini dari species Cymbopogon citratus dapat  tumbuh dengan  optimal sampai ketinggian 1000 mdpl. Penanaman  pada  tanah  dengan pH antara 5-7 dan mempunyai drainase yang baik merupakan kondisi yang cukup ideal bagi serai.

Penanaman

Tanaman serai yang ditanam sebaiknya menggunakan rumpun serai yang berkualitas. Bibit yang ditanam berupa stek anakan yang didapat dengan cara memecah rumpun yang berukuran besar. Tanaman yang akan distek dipotong daunnya hingga sekitar 3- 5 cm dari pelepah daun. Demikian pula dengan akar, dikurangi dengan pemotongan hingga menyisakan sekitar 2,5 cm di bawah leher akar. Bibit serai sebaiknya ditanam  pada bedeng yang ditutupi mulsa plastik dan tanpa penutupan mulsa. Jarak tanam sekitar 75 cm antar baris dan 50 cm antar tanaman dalam satu baris.

Penyulaman

Penyulaman tanaman serai dapat dilakukan sekitar 2-3 minggu setelah tanam pada saat dilakukan pengontrolan kondisi tanaman. Tanaman yang tumbuh kurang sempurna atau layu dapat disulam dengan stek tanaman yang baru agar menjaga hasil produksi nanti. Penyiraman sebaiknya dilakukan secukupnya untuk menjaga tanaman supaya tetap tumbuh dengan normal. Serai dapat tumbuh cukup optimal di daerah-daerah lahan kering dengan curah hujan per tahun antara 700-3000 mm.


Pembersihan dan Pengendalian Hama

Pembersihan gulma cukup dilakukan dengan manual. Umumnya cukup dilakukan 2 hingga 3 kali dalam satu tahun. Terutama pada permulaan musim hujan dan akhir musim hujan saat gulma tumbuh dengan subur. Cara ini  memungkinkan budidaya tanaman serai yang ramah lingkungan sebab tidak menggunakan zat kimia.

Pengendalian hama dapat dilakukan dengan metode ramah lingkungan juga. Apabila terdapat serangan ulat pada batang bawah serei maka rumpun yang terserang segera dicabut dan dimusnahkan. Serangan hama cacing tanah dapat diatasi dengan melapisi guludan dengan plastik selama beberapa hari sehingga efek panas yang terjadi dapat membunuh hama cacing ini. Pengendalian hama cacing juga dapat dilakukan dengan menanam tanaman kemitir/gumitir/kenikir yang dapat mengontrol keberadaan cacing tanah. 

Panen

Panen pertama tanaman serai dapat dilakukan sekitar 6 bulan setelah waktu tanam. Selanjutnya bila tanaman sudah memasuki umur produktif maka dapat dilakukan panen setiap 3-4 bulan sekali. Tanaman yang telah siap panen memiliki ciri fisik jumlah daun tua 6-8 lembar pada setiap rumpunnya. Biasanya memiliki daun warna hijau tua. Apabila daun diremas, maka akan tercium aroma wangi yang kuat.

Tanaman serei dipanen dengan cara memangkas tanaman secara manual. Pemangkasan dilakukan dengan menyisakan 2 -3 cm dari pangkal daun. Pemangkasan  yang  terlalu pendek dapat menghambat  pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Sebaiknya panen dilakukan pada pagi hari dan cuaca cerah untuk mempertahankan kandungan minyak  esensial  pada tanaman. Kandungan minyak paling optimal terdapat pada bagian daun.

Jual Mulsa Plastik Harga Murah
Pasca Panen

Minyak atsiri dari daun serai adalah produk yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Beberapa manfaat produk olahan dari minyak atsiri serai cukup beragam, diantaranya untuk kosmetik, farmakologi, anti bakteri, maupun anti serangga. Untuk memperoleh minyak serai dalam jumlah maksimal, kualitas atsiri yang optimal, serta biaya produksi atsiri yang ekonomis, daun yang telah dipanen perlu untuk dikeringkan. Proses pengeringan daun yang baik ialah dengan kering angin dan  menghindari sinar matahari untuk memperoleh kualitas minyak atsiri yang baik. Daun serei harus dibolak-balik selama proses pengeringan yang membutuhkan waktu sekitar 2-3 hari agar memperoleh kondisi kering daun yang merata dan optimal. 

Sisakan 2-3 cm daun dari ujung batang. Daun yang telah kering  selanjutnya dapat diambil minyaknya dengan alat penyuling. Untuk memudahkan proses penyulingan maupun mengoptimalkan perolehan minyak, daun yang telah kering dapat dicacah terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam ketel penyulingan. Tujuan dari pencacahan ini yaitu supaya mengoptimalkan  pengisian  ketel penyulingan sehingga dapat menghemat pemakaian bahan bakar yang diperlukan dalam proses ini. Selama proses penyulingan ini, uap air dan minyak serei akan terpisah sebab perbedaan berat jenis. Uap minyak serai yang lebih ringan akan mengalir ke bagian atas tabung pemisah dan selanjutnya diembunkan untuk ditampung dalam botol. 

*Info lengkap mengenai harga Mulsa Plastik silakan klik DISINI

Bila Anda membutuhkan dan ingin memesan Mulsa Plastik untuk budidaya, untuk menutupi bedengan atau untuk menjaga buah tidak atau mengenai tanah atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga murah silakan Anda menghubungi kami melalui SMS/CALL/WA pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)

Customer Service:
Telp: 031- 8830487 (Jam Kerja 08.00 - 16.00 WIB)
Mobile: 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564
Email: limcorporation2009@gmail.com
Atau chat langsung dengan admin klik salah satu tautan berikut:

CATATAN:
– Minim Order 10 Roll
– Harga netto (non PPN)
– Harga franco Surabaya, belum termasuk ongkos kirim ke kota tujuan
– Harga tidak mengikat, bisa berubah setiap waktu

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bagaimana Cara Tepat Budidaya Serai Agar Sukses Panen?"

Posting Komentar