HUBUNGI KAMI

PABRIK & DISTRIBUTOR MULSA PLASTIK

Mulsa, Plastik Mulsa, Jual Mulsa, Mulsa Plastik, Plastik Hitam Perak, Harga Mulsa Plastik, Jual Mulsa Plastik Hitam Perak, Plastik Mulsa Murah, Pabrik Plastik Mulsa, Distributor Plastik Mulsa, Mulsa Plastik Pertanian, Mulsa Plastik Murah, Mulsa Plastik Hitam Perak, MPHP, Mulsa Plastik Tambak, Mulsa Olastik Untuk Kolam Ikan, Mulsa Plastik Cap Kuda, Plastik Mulsa Cap Tembakau, Mulsa Cap Tanimur



Hubungi Kami
• SMS/WA/Call: 0852.3392.5564 | 0877.0282.1277 | 08123.258.4950 | Phone: 031- 8830487
• Email: limcorporation2009@gmail.com

Cara Kekinian Menanam Timun dengan Mulsa Plastik, Ingin Mencoba?

Distributor Mulsa Plastik Hitam Perak - Lim Corporation

Mentimun atau disebut juga timun merupakan sebuah tanaman yang agak rentan terhadap serangan penyakit, maka akan membuthkan perawatan yang teliti dalam proses pembudidayaannya. Timun tumbuh secara baik di tanah yang subur maupun yang memiliki banyak kandungan bahan organik pH tanah antara 5,7 sampai 7, serta juga drainase yang cukup baik, pencahayaan sinar matahari yang optimal selama 8 jam per hari. Nah, untuk Anda yang minat atau tertarik membudidayakan mentimun atau timun ini dengan mulsa plastik, silahkan simak penjelasan berikut ini:

Baca Juga:
1. Penyiapan Bibit

Umumnya budidaya timun memperbanyak tanaman lewat media biji. Cara mendapatkan bibit yang baik dengan menyeleksi timun yang pangkalnya agak kecil namun buahnya panjang serta juga besar. Biarkan buah timun tersebut masak dipohon secara langsung. Sesudah nampak bakal membusuk petik buah itu lalu diamkan sektiar satu malam. Keesokan harinya, buah dapat dibelah serta dikerok bijinya. Setelah itu, masukkan kedalam tempat yang bersih kemudian diamkan kembali sektiar satu malam.

Setelah itu, ayak biji timun di air yang mengalir hingga selaput yang menyelubunginya jadi hilang. Untuk memudahkan pengelupasan selaputnya, campurkan halus abu pada bibit-bibit tersebut. Saat pengayakan kerjakan penyortiran biji. Pilihlah biji yang tenggelam, tak hanyut terbawa aliran airnya. Kemudian jemur biji timun sekitar 2 hari. Setelah dijemur lebih baik biji dikemas didalam botol kaca yang sudah dibersihkan. Simpanlah biji selama 1-2 bulan sebelum akan dipergunakan untuk menghilangkan masa dormannya.

Bibit yang disimpan secara baik dapat bertahan hingga 1 tahun. Sekitar 1 hari sebelum budidaya timun dikerjakan, siapkanlah bibit dengan cara direndam terlebih dahulu dengan air hangat selama 3-5 jam kemudian letakkan pada kain basah serta lembab. Sesudah 15-24 jam umumnya bakal tumbuh tunas dari biji benih tersebut, dan bibit timun kini siap untuk ditanamkan.

2. Pengolahan Lahan (Secara Organik)

Langkah awalnya, bajaklah tanah dengan kedalaman sekitar 20-30 cm, pada keadaan tanah dengan pH kurang dari 6 dan berikan kapur dolomit sekitar 1-2 ton per hektar, tergantung pada tingkat keasaman tanah. Campurkanlah dengan tanah serta dibiarkan sekitar 1-2 minggu. Selanjutnya buatlah bedengan dengan lebar sekitar 1 meter tinggi 20-30 cm serta panjang menyesuaikan denagn kebutuhan. Buatlah jarak antar bedengan sekitar 30 cm. Tutup bedengan tersebut dengan menggunakan mulsa plastik hitam perak.

Kegunaan plastik mulsa hitam perak yaitu untuk mempertahankan tingkat kelembapan pada tanah, sebab timun lebih baik ditanamkan saat musim kemarau yang penyinarannya menyeluruh atau penuh. Namun, area perakaran guna mentimun perlulan tetap dijaga tingkat kelembabannya. Berikutnya, buatlah lubang tanam pada permukaan plastik mulsa dengan diameter sekitar 10 cm, tiap bedengan terdiri dari 2 baris lubang tanam. Jarak antar lubang tanam dalam satu baris tersebut sekitar 40 cm serta jarak antar baris yakni 50-60 cm.

Berikanlah pupuk berupa pupuk kandang, lebih baik campuran dari kotoran ayam dengan kotoran kambing ataupun kotoran sapi dengan perbandingan 1:1. Cara pemberian pada pupuk dapat Anda tebar dalam bedengan kemudian diaduk bersama dengan tanah, ataupun langsung diletakan di lubang tanam. Letakkan pupuk sektiar 0,5-1 kg pada tiap-tiap lubang tanam. Total keperluan pupuk sendiri untuk 1 hektarnya sekitar 20-30 ton. Setelah Anda berikan pupuk kemudian biarkan lahan sekitar 1-2 minggu.


3. Penanaman Bibit

Tanam biji bibit yang telah mulai bertunas, yang telah disiapkan dengan cara yang telah dijelaskan di atas. Masukkan masing-masing 1 biji kedalam area lubang tanam setelah itu tutup menggunakan tanah. Siram tiap pagi dan sore hari. Setelah 2 hari umumnya biji bibit yang ditanam telah mulai tumbuh serta bertunas supaya terlihat lebih tinggi.

4. Perawatan & Pemeliharaan

Saat umur 3-4 hari setelah tanam kerjakanlah pengontrolan tanaman, lalu segeralah sulam bila ada tanaman yang mati ataupun gagal tumbuh dengan bibit baru. Bersihkanlah gulma yang ada disekitar area tanam. Saat usia sekitar 2 minggu setelah tanam, umumnya daun telah mulai muncul. Berilah pupuk tambahan semisal pupuk cair. Pupuk cair dapat terbuat dari kotoran kambing yang sudah matang serta dicampur dengan memakai air. Komposisinya adalah campurankan 1 kg kotoran kambing dengan air sebanyak 1 liter.

Campuran itu tadi harus didiamkan terlebih dahulu selama 1 minggu. Kemudian beri pupuk cair dengan cara menyiramnya pada tiap lubang tanam. Keperluan pupuk cair sekitar 1 liter per meter persegi. Untuk memperoleh buah yang baik, pasang lenjer ataupun turus dibuat dari bambu. Pasang 1 lenjer bambu tiap lubang tanam lalu ikatkan tiap 4 lenjer bambu pada ujung atasnya. Bantu tanaman timun untuk melilit ataupun memanjat pada bambu-bambu tersebut.

5. Penanganan Hama & Penyakit

Beberapa penyakit maupun hama yang menyerang timun diantaranya disebut dengan istilah cacantal ataupun oteng-oteng. Hama tersebut menyerang daun dan dapat mengakibatkan kematian pada tumbuhan dan tanaman. Selain itu, hama yang sering menyerang timun adalah ulat tanah. Hama tersebut umumnya menyerang batang yang jadi pangkal keluarnya daun atau buah.

Kedua hama tersebut dapat dikendalikan dengan menggunakan biopestisida yang dibuat dari ekstrak kipait serta gadung yang dicampurkan dengan air kencing kelinci. Penyakit yang sering menyerang pada budidaya timun adalah busuk daun, tepung putih, antraknosa, bercak daun dan juga busuk buah. Penyakit tersebut dapat dikendalikan dengan cara kultur teknis semisal rotasi tanaman dan pembuangan bagian tumbuhan yang terjangkit penyakit.

Jual Mulsa Plastik Harga Murah

6. Pemanenan & Pasca Panen

Tanaman timun ini mulai berbunga sekitar 20 hari setelah masa tanam serta berbuah sesudah 40 hari. Panen pertama dari budidaya mentimun umumnya dikerjakan setelah 75 hari. Pemanenan dikerjakan secara bertahap selama 1 hingga 1,5 bulan. Panen bisa dikerjakan setiap hari, biasanya dapat dipetik 1-2 buah tiap tanaman.

Produksi dari buah timun yang baik bisa mencapai sekitar 30 ton tiap hektarnya. Mentimun hasil panen perlu diletakkan di area tempat sejuk karena buah timun bakal cepat kehilangan kandungan air didalamnya. Setelah dipanen, umumnya timun tersebut di pack dalam tempat yang mempunyai sirkulasi udara ataupun dimasukkan karung untuk dijual ke pasar tradisional atau swalayan.

*Info lengkap mengenai harga Mulsa Plastik silakan klik DISINI

Bila Anda membutuhkan dan ingin memesan Mulsa Plastik atau Plastik Pertanian & Perkebunan untuk budidaya tanaman atau untuk pembibitan atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga murah silakan Anda menghubungi kami melalui SMS/CALL/WA pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)

Customer Service:
Telp: 031- 8830487 (Jam Kerja 08.00 - 16.00 WIB)
Mobile: 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564
Email: limcorporation2009@gmail.com
Atau chat langsung dengan admin klik salah satu tautan berikut:

CATATAN:
– Minim Order 10 Roll
– Harga netto (non PPN)
– Harga franco Surabaya, belum termasuk ongkos kirim ke kota tujuan
– Harga tidak mengikat, bisa berubah setiap waktu

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cara Kekinian Menanam Timun dengan Mulsa Plastik, Ingin Mencoba?"

Posting Komentar