HUBUNGI KAMI

PABRIK & DISTRIBUTOR MULSA PLASTIK

Mulsa, Plastik Mulsa, Jual Mulsa, Mulsa Plastik, Plastik Hitam Perak, Harga Mulsa Plastik, Jual Mulsa Plastik Hitam Perak, Plastik Mulsa Murah, Pabrik Plastik Mulsa, Distributor Plastik Mulsa, Mulsa Plastik Pertanian, Mulsa Plastik Murah, Mulsa Plastik Hitam Perak, MPHP, Mulsa Plastik Tambak, Mulsa Olastik Untuk Kolam Ikan, Mulsa Plastik Cap Kuda, Plastik Mulsa Cap Tembakau, Mulsa Cap Tanimur



Hubungi Kami
• SMS/WA/Call: 0852.3392.5564 | 0877.0282.1277 | 08123.258.4950 | Phone: 031- 8830487
• Email: limcorporation2009@gmail.com

Panduan Lengkap Cara Menanam Buncis dengan Mulsa Plastik

Jual Mulsa Plastik untuk Pertanian - Lim Corporation

Buncis, siapa yang belum pernah mendengar serta mengenal tanaman ini? Buat Anda para penyuka sayuran, Anda tentunya tidak asing dengan tanaman yang satu ini. Buncis merupakan tanaman jenis polong-polongan ataupun leguminosa. Umumnya untuk bagian yang dimanfaatkan pada tanaman ini ialah dibagian buah, biji, dan bagian daunnya sebagai sayuran. Tanaman buncis yang memiliki nama latin Phaseolus vulgaris ini memiliki asal dari benua Amerika, lebih tepatnya di wilayah Amerika Selatan dan Amerika Tengah, lalu menyebar luas ke belahan negara lain, serta negara Indonesia.

Buncis memiliki dua cara tumbuh, yaitu tumbuh merambat dan tumbuh dengan posisi yang tegak. Tanaman buncis sendiri dapat tumbuh mencapai ketinggian sekitar 60-70 cm jika tumbuh di posisi tegak, dan bakal dapat tumbuh dengan ketinggian sekitar 3 m bila tumbuh secara merambat, yang pastinya dibantu oleh tiang rambat. Buncis rambat juga diketahui bakal memberi hasil yang banyak, mengingat pertumbuhan cabang dan buku bunga buncis yang sedikit lebih banyak. Bunga dari buncis umumnya mempunyai warna putih serta dapat berubah menjadi keunguan saat berumur dewasa.

Artikel Terkait:
1. Persiapan Lahan

Tanah digemburkan dahulu dengan dicangkul atau dibajak sedalam 20-30 cm, lalu pupuk bokasi dapat Anda tabuarkan dengan takaran 5 ton per ha, kemudian dibuat bedengan dengan tinggi sekitar 25-30 cm, lalu lebar dari bedengan sekitar 80-90 cm, untuk jarak bedengan sekitar 50-60 cm. Jarak bedengan atau kalen berguna untuk jalan diwaktu pemeliharaan atau perawatan maupun pemanenan selain guna drainase. Permukaan bedengan dibuat melengkung, kemudian bedengan ditutup dengan mulsa plastik. Untuk ukuran mulsa plastik yang digunakan sekitar 110-120 cm. Mulsa plastik ini mempunyai fungsi menjaga kelembaban tanah, serta mengendalikan pertumbuhan hama gulma, dan juga mengurangi resiko serangan hama dan penyakit dan menjaga tingkat suhu tanah agar tetap stabil.

2. Pemilihan Bibit

Pilihlah bibit buncis yang kualitasnya bagus, warna cerah, tidak kusut, serta tak berlubang. Pemilihan bibit yang tepat akan dapat memudahkan perawatan serta memberikan hasil panen yang melimpah ruah.
     
3. Penanaman Bibit

Buatlah beberapa lubang pada bedengan sekitar 5 - 10 cm  dari tepian mulsa plastik, jarak antara lubang sekitar 60 cm. Sebelum akan ditanami biji, terlebih dahulu harus dicampur atau aduk dengan memakai insektisida Karbosulfan dengan tingkat dosis sebanyak 25 g per 3 kg bibit. Masukkan pula biji buncis ke dalam lubang, 2 butir biji setiap lubang, setelah itu tutup dengan menggunakan tanah.

4. Pemupukan Tanah                                        

Ini dilakukan pada saat sedang olah tanah sebelum bedengan dilakukan, agar pupuk dasar terpendam dalam bedengan. Komposisinya ialah Phonska 120 kg/ha, ZA 150 kg/ha, phospat 100 kg/ha. Kemudian diberikan pupuk lanjutan yang dilakukan pada ketika tanaman berusia 7 – 30 hst, dengan cara campuran air dan pupuk dikocorkan ke lubang tanaman dengan menggunakan takaran 200 – 250 ml tiap lubang tanaman. Komposisinya ialah NPK 35 – 45 kg/ha, insektisida yang bahannya aktif karbofuran 7 kg/ha. Pemupukan tersebut dikerjakan selama 1 minggu sekali. Untuk pemupukan seminggu 2 - 4 kali, telah tak memakai insektisida. Berikan insektisida untuk membasmi hama yang terdapat di dalam tanah.

Untuk pemupukan selanjutnya dilakukan pada saat tanaman umur berumur 35 hst serta seterusnya. Komposisinya ialah NPK 280 kg/ha ataupun campuran Phonska + ZA  300 kg/ha. Untuk cara pemupukannya ialah tanah ditugal sedalam 5 cm pupuk dimasukkan ke dalam lubang kemudian ditutup dengan menggunakan tanah. Jarak pupuk dengan batang tanaman buncis sekitar 5 cm. Pemupukan sendiri dapat dilakukan dengan interval selama 10 – 15 hari.


5. Pemeliharaan dan Perawatan

Penyiangan dan pembersihan gulma dikerjakan selama 2 minggu sekali. Untuk penyiraman dikerjakan selama 1 minggu sekali dan setelah pemberian pupuk ataupun apabila tanah bedengan nampak kering. Cara penyiramannya ialah parit dialiri air seperempat dari tinggi bedengan, kemudian segera buang air penyiraman agar bedengan cepat tiris untuk menjaga tingkat kelembapan tanah. Pemasangan tajuk dikerjakan ketika tanaman berumur 10 hst. Tinggi dari tajuk sekitar 150 – 200 cm agar batang serta daun bisa berkembang secara leluasa. Anda bisa memasangkan tali gawar atau sering disebut tali salaran untuk menghubungkan antar tajuk guna perambatan tanaman.

6. Daftar Hama Penyakit Penyerang Buncis
  • Hama Ulat Polong 
Ulat penggerek polong ini ciri-cirinya berkepala hitam ini mula-mula memiliki tubuh yang warnanya hijau pucat, kemudian jadi kemerahan. Tubuh ulat polong bentuknya silindris dengan panjang sekitar 15 mm.
  • Hama Ulat Penggulung Daun
Ulat penggulung daun ini memiliki tubuh yang berwarna hijau dengan garis-garis kuning hingga putih buram. Kemudian uat tersebut menjadi kepompong serta akhirnya menjadi ngengat dengan sayap warnanya kuning berbercak hitam.
  •  Hama Kutu Daun
Kutu daun atau disebut Aphis gossypii memiliki warna hijau tua hingga hitam ataupun kuning cokelat. Hama ini sering menghasilkan embun madu hingga sering dikerumuni semut. Kutu ini bisa merusak tanaman dengan mengisap cairan yang ada pada tanaman.
  •  Penyakit Embun Tepung
Penyakit embun tepung dapat diakibatkan oleh cendawan Erysiphe polygoni. Cendawan sendiri membentuk miselium berwarna putih dengan konidium tunggal yang bentuknya seperti tabung dan bulat telur.
  •  Penyakit Layu Fusarium
Penyakit layu fusarium dapat diakibatkan oleh cendawan Fusarium oxysporum f.sp.phaseoli. Miseliumnya bisa berupa benang yang warnanya putih. Cendawan dapat hidup di dalam tanah dan menginfeksi bagian akar.
  •  Penyakit Hawar Daun
Penyakit hawar daun disebabkan oleh bakteri Xanthomonas campestris. Bakteri tersebut masuk serta menyerang lewat luka bekas gigitan serangga, saluran dari hidatoda pada tepi daun, stomata, serta sistem perakaran tanaman.

7. Pemanenan Buncis

Tanaman buncis ini telah mulai dapat Anda panen saat tanaman sekitar 45 hst. Untuk buah yang siap dipetik ciri-ciri warnanya putih bersih, padat. Pemanenan dapat dilakukan dengan interval selama 2-3 hari. Pemanenan sendiri dapat dilakukan hingga sebanyak 20 x panen dalam sekali budidaya, bergantung juga pada jenis varietas serta cara perawatannya.

Jual Mulsa Harga Pabrik

*
 Ingin info lengkap mengenai harga Mulsa Plastik silakan klik link berikut ini http://bit.ly/hargamulsaplastik

Apabila Anda Membutuhkan Dan Ingin Memesan Mulsa Plastik atau Plastik Pertanian & Perkebunan untuk budidaya, untuk menutupi bedengan atau untuk menjaga buah tidak atau mengenai tanah atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga murah silakan Anda menghubungi kami melalui SMS/CALL/WA pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)

Customer Service:
Telp: 031- 8830487 (Jam Kerja 08.00 - 16.00 WIB)
Mobile: 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564
Email: limcorporation2009@gmail.com
Atau chat langsung dengan admin klik salah satu tautan berikut:

CATATAN:
– Minim Order 10 Roll
– Harga netto (non PPN)
– Harga franco Surabaya, belum termasuk ongkos kirim ke kota tujuan
– Harga tidak mengikat, bisa berubah setiap waktu

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Panduan Lengkap Cara Menanam Buncis dengan Mulsa Plastik"

Posting Komentar