HUBUNGI KAMI

PABRIK & DISTRIBUTOR MULSA PLASTIK

Mulsa, Plastik Mulsa, Jual Mulsa, Mulsa Plastik, Plastik Hitam Perak, Harga Mulsa Plastik, Jual Mulsa Plastik Hitam Perak, Plastik Mulsa Murah, Pabrik Plastik Mulsa, Distributor Plastik Mulsa, Mulsa Plastik Pertanian, Mulsa Plastik Murah, Mulsa Plastik Hitam Perak, MPHP, Mulsa Plastik Tambak, Mulsa Olastik Untuk Kolam Ikan, Mulsa Plastik Cap Kuda, Plastik Mulsa Cap Tembakau, Mulsa Cap Tanimur



Hubungi Kami
• SMS/WA/Call: 0852.3392.5564 | 0877.0282.1277 | 08123.258.4950 | Phone: 031- 8830487
• Email: limcorporation2009@gmail.com

Macam-Macam Irigasi yang Ada di Indonesia, Sudah Tahu Belum?

Produsen & Distributor Mulsa plastik - Lim Corporation

Irigasi ialah hal yang paling penting buat diperhatikan pada dunia pertanian. Melewati irigasi yang teratur, lahan pertanian ataupun sawah tak hanya mengandalkan hujan saja untuk sumber air. Di Indonesia terdapat beberapa jenis irigasi yang kerap dipakai. Salah satu yang terkenal ialah sistem subak di Bali. Tetapi, setidaknya terdapat tujuh jenis irigasi yang dapat Anda terapkan buat lahan pertanian seperti yang dijelaskan di bawah ini.

Baca Juga : 
1. Irigasi permukaan
Jenis irigasi yang pertama ialah irigasi permukaan. Irigasi ini ialah yang tertua di Indonesia serta sangat banyak dipakai. Cara kerjanya pun juga sangat mudah, yaitu dengan mengambil air sungai untuk sumbernya. Air sungai tersebut lalu dibendung buat disalurkan lewat selang ataupun parit ke area pertanian serta sawah-sawah yang berada di sekitarnya. Irigasi permukaan memanfaatkan gravitasi, sehingga sawah maupun lahan dengan permukaan lebih tinggi akan memperoleh air terlebih dulu. Selain itu, juga ada penjadwalan debit air supaya irigasi lancar serta merata.

2. Irigasi bawah permukaan
Kedua ialah irigasi bawah permukaan dengan cara memanfaatkan pengairan pada lapisan tanah. Caranya ialah dengan meresapkan air ke dalam tanah di bawah daerah akar dengan pipa ataupun saluran terbuka. Pipa yang dipakai umumnya mempunyai diameter 10 sentimeter serta tebalnya 1 sentimeter. Sistem irigasi ini sangat cocok diterapkan di daerah yang mempunyai tekstur tanah sedang sampai kasar supaya tidak terjadi penyumbatan pada lubang air. Irigasi bawah permukaan juga cocok buat tanah dengan kadar garam rendah.

3. Irigasi menggunakan pompa air
Irigasi selanjutnya ialah dengan memakai mesin pompa air. Banyak petani yang memakai cara ini sebab sangat mudah nan ringkas. Anda cukup mengalirkan air dari sumbernya baik itu dari sumur air, maupun sungai ke lahan pertanian dengan memakai pompa air yang disalurkan melalui pipa. Andaikan sumber air ini melimpah serta tidak kering ketika kemarau sekalipun, maka dapat dijadikan sumber buat irigasi dengan memakai pompa air.


4. Irigasi dengan pancaran
Jika dibandingkan sama jenis sebelumnya, irigasi jenis keempat ini sedikit berbeda serta lebih modern. Masih belum banyak petani memakai jenis irigasi ini sebab masih baru dikembangkan beberapa waktu belakangan ini. Prinsip kerjanya yaitu menyalurkan air dari sumber ke daerah sasaran dengan pipa. Pada lahan serta sawah tersebut, pipa lalu disumbat memakai tekanan khusus dari alat pencurah dengan begitu muncul pancaran air seperti air hujan. Tetapi, sistem irigasi ini sebaiknya dipakai pada daerah dengan kecepatan angin yang tak terlalu besar.

5. Irigasi lokal
Pada dasarnya cara kerja dari irigasi lokal ialah mirip seperti irigasi permukaan, yaitu memakai pipa dari sumber air ke lahan pertanian tertentu. Prinsipnya juga menitikberatkan pada gravitasi, artinya jika daerah tersebut lebih tinggi maka lahan itulah yang akan memeperoleh air terlebih dulu. Jika irigasi permukaan mencakup nyaris sebagian besar area pertanian yang luas, maka irigasi lokal akan mengaliri area pertanian sama cakupan yang lebih kecil contohnya satu area pertanian ataupun satu petak sawah. Maka dari itulah dinamakan sama irigasi lokal.

6. Irigasi menggunakan timba
Irigasi dengan memakai timba biasanya dilakukan dengan tenaga manusia. Dengan kata lain, para petani mengairi lahannya dengan memakai timba maupun ember. Para petani inilah yang mengangkut air dari sumbernya lalu menyiramkannya pada tanaman secara manual. Ketika ini, irigasi memakai timba sudah jarang dilakukan sebab banyak yang beralih memakai pompa air.

7. Irigasi tetes
Terakhir ada irigasi tetes yaitu menyalurkan air ke lahan pertanian memakai pipa berlubang serta diatur sama tekanan tertentu. Dengan cara inilah air pada pipa akan muncul dalam bentuk tetesan serta langsung mengarah pada bagian tanaman. Tujuannya supaya air dapat langsung menuju ke akar tanaman, sehingga tidak membasahi lahan serta mencegah air terbuang sebab penguapan. Keunggulan dari irigasi ini ialah cocok dipakai buat tanaman pada masa awal pertumbuhannya.
Anda dapat menerapkan ketujuh jenis irigasi di atas sesuai dengan keperluan dan karakter lahan pertanian di sebuah daerah. Semoga bermanfaat.

Produsen Plastik Mulsa

Mulsa plastik adalah lembaran plastik penutup lahan budidaya tanaman yang bertujuan untuk melindungi permukaan tanah dari erosi, menjaga kelembaban dan struktur tanah, serta menghambat pertumbuhan gulma. Harga dan ukuran klik http://bit.ly/hargamulsaplastik

Customer Service :
Email : limcorporation2009@gmail.com
Phone : 081232584950 / 087702821277 / 085233925564
Whatsapp :

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Macam-Macam Irigasi yang Ada di Indonesia, Sudah Tahu Belum?"

Posting Komentar