HUBUNGI KAMI

PABRIK & DISTRIBUTOR MULSA PLASTIK

Mulsa, Plastik Mulsa, Jual Mulsa, Mulsa Plastik, Plastik Hitam Perak, Harga Mulsa Plastik, Jual Mulsa Plastik Hitam Perak, Plastik Mulsa Murah, Pabrik Plastik Mulsa, Distributor Plastik Mulsa, Mulsa Plastik Pertanian, Mulsa Plastik Murah, Mulsa Plastik Hitam Perak, MPHP, Mulsa Plastik Tambak, Mulsa Olastik Untuk Kolam Ikan, Mulsa Plastik Cap Kuda, Plastik Mulsa Cap Tembakau, Mulsa Cap Tanimur



Hubungi Kami
• SMS/WA/Call: 0852.3392.5564 | 0877.0282.1277 | 08123.258.4950 | Phone: 031- 8830487
• Email: limcorporation2009@gmail.com

Yuk Mari Mengenal Urban Farming, Ide Pertanian Kota di Masa Depan


Produsen & Distributor Mulsa Plastik - Lim Corporation

Dalam beberapa tahun terakhir, tren urban farming kian diminati sama masyarakat yang tinggal di kota-kota besar. Mulanya, konsep berkebun di lahan terbatas ini hanyalah sebatas inisiasi dari segelintir komunitas pecinta lingkungan yang bergerak secara mandiri. Lalu, urban farming pun berkembang secara masif menjelma menjadi tren gaya hidup urban.

Baca Juga : 
Urban farming yang berarti bercocok tanam pada lingkungan rumah perkotaan dianggap beriringan sama keinginan masyarakat kota buat menjalani gaya hidup sehat. Hasil panen dari urban farming lebih menyehatkan lantaran sepenuhnya menerapkan sistem penanaman organik, yang tak memakai pupuk kimia serta pestisida sintesis.

Penurunan kualitas hidup yang dialami sama masyarakat kota juga bisa kembali ditingkatkan lewat aktivitas berkebun di rumah yang menyegarkan pikiran.

Tetapi andaikan dilihat dalam jangkauan yang lebih luas, urban farming mempunyai dampak yang lebih besar untuk kelangsungan hidup masyarakat perkotaan. Sejumlah penelitian Juga menyebutkan bahwa urban farming bisa menjadi konsep pertanian ideal di masa depan. Buat lebih jelasnya, yuk, simak penjelasan tentang urban farming berikut ini!

Menjawab Krisis Ruang Terbuka Hijau

Masifnya pembangunan di perkotaan menyebabkan tergusurnya ruang-ruang terbuka hijau. Hilangnya ruang terbuka hijau cukup memengaruhi kestabilan ekosistem lingkungan, sekaligus meningkatkan polusi yang mana berdampak buruk untuk kesehatan masyarakat kota.

Konsep urban farming lantas menawarkan solusi dengan menciptakan lahan terbuka hijau ditengah padatnya bangunan perkotaan. Urban farming bisa mengelola wilayah perkotaan yang tercemar menjadi lingkungan yang nyaman serta sehat buat ditinggali.

Masifnya pembangunan di perkotaan menyebabkan tergusurnya ruang-ruang terbuka hijau. Hilangnya ruang terbuka hijau cukup memengaruhi kestabilan ekosistem lingkungan, sekaligus meningkatkan polusi yang mana berdampak buruk untuk kesehatan masyarakat kota.

Konsep urban farming lantas menawarkan solusi dengan menciptakan lahan terbuka hijau ditengah padatnya bangunan perkotaan. Urban farming bisa mengelola wilayah perkotaan yang tercemar menjadi lingkungan yang nyaman nan sehat buat ditinggali.

Beragam sistem penanaman urban farming seperti vertikultur, hidroponik, serta akuaponik bisa dengan mudah diterapkan di area terbatas. Para penggiat urban farming menyulap atap rumah mereka menjadi kebun atap, pagar rumah menjadi taman vertikal, serta sebongkah pipa menjadi kebun tanaman hidroponik yang subur.

Menjaga Ketahanan Pangan

Proses urbanisasi yang mengakibatkan tingginya laju pembangunan turut mengeliminasi keberadaan lahan pertanian di perkotaan. Kota tidak lagi dapat memenuhi keperluan pangannya secara mandiri. Permintaan akan bahan makanan yang tidak tercukupi akan mengakibatkan inflasi harga.

Bila terus dikembangkan, urban farming bias diproyeksikan buat mencukupi ketersediaan bahan makanan serta memperkuat ketahanan pangan kota itu sendiri. Pemerintah kota memiliki andil yang penting dalam menyediakan regulasi khusus buat mendukung penerapan urban farming, termasuk soal kebijakan hal guna lahan.

Jual Mulsa Plastik

Urban Farming buat Pemberdayaan Masyarakat

Selain mendekatkan diri sendiri dengan alam, urban farming juga bisa merekatkan hubungan sosial antara para penggiatnya. Ketika urban farming diterapkan dalam lingkungan bertetangga, urban farming bisa menguatkan rasa kebersamaan serta menciptakan budaya gotong royong di lingkungan masyarakat kota.

Urban farming pasti bisa dimanfaatkan menjadi kegiatan produktif yang dapat diikuti sama masyarakat banyak. Tidak hanya sekedar kegiatan pemberdayaan komunitas, urban farming juga bisa menunjang kondisi ekonomi masyarakat itu sendiri melewati pemasaran hasil panen urban farming.

Potensi Urban Farming di Masa Depan

Dilansir dari Wired, sebuah penelitian yang dilangsungkan sama profesor dari Arizona State University, Matei Georgescu, mengungkap bahwa bila implementasi urban farming dilakukan dengan penuh di setiap kota besar dunia, produksi urban farming bisa menghasilkan 180 juta ton bahan makanan selama setahun. Angka tersebut ialah 10 persen dari total hasil produksi makanan secara global.

Tidak hanya itu, urban farming juga berpotensi menghemat 15 miliar kilowatt per jam untuk penggunaan energi dunia selama setahun serta menghasilkan 170.000 ton nitrogen ke udara, sama artinya dengan mencegah turunnya 57 juta meter kubik limpasan badai yang sering mencemari sungai serta saluran air bersih.

Melihat besarnya keuntungan yang bisa didapatkan pada urban farming, pakar kebijakan publik dari Australian National University, Robert Costanza lebih jauh mengungkapkan strategi yang harus dilakukan sama pemerintah kota, yakni menjadikan urban farming untuk bagian dari urban planning ataupun perencanaan tata kota di masa depan.


Dampak Negatif dari Urban Farming

Urban farming memang bisa dilakukan di tengah keterbatasan, tetapi urban farming mempunyai dampak yang besar untuk kelangsungan hidup masyarakat kota. Dampak negatif yang sama besarnya juga dapat terjadi andaikan penerapan urban farming tidak dilakukan dengan baik serta optimal.

Menurut penelitian yang dilangsungkan Lori Hoagland berjudul Urban Agriculture: Environmental, Economic, and Social Perspectives, kesalahan di praktik urban farming bisa mengakibatkan meningkatnya polusi suara serta udara, banjir dan pemborosan energi, terutama air.

Kelalaian pada merawat perkebunan urban farming bisa mengakibatkan berkembangnya spesies nyamuk yang menyebarkan penyakit malaria. Kurangnya keterampilan serta infrastruktur yang tidak memadai umumnya menjadi penyebab utama pada kegagalan urban farming.

Walaupun urban farming mempunyai potensi yang menguntungkan bila terus dikembangkan secara luas, hasil pangan dari urban farming ketika ini masih jauh dari memenuhi keperluan pangan masyarakat kota.

Sebagaimana yang diungkapkan pada buku Informal Urban Agriculture yang ditulis sama dua peneliti ilmu pertanian, Michael Hardman nan Peter Larkham, komoditas yang dihasilkan urban farming masih terlampau jauh pada hasil pertanian di pedesaan.

Hal ini berkaitan dengan minimnya pemanfaatan lahan di perkotaan, lemahnya ketahanan finansial para penggiat urban farming, serta dalam praktiknya, kegiatan urban farming masih sangat bergantung di kesukarelaan warga.

Produsen Plastik Mulsa

Mulsa plastik adalah lembaran plastik penutup lahan budidaya tanaman yang bertujuan untuk melindungi permukaan tanah dari erosi, menjaga kelembaban dan struktur tanah, serta menghambat pertumbuhan gulma. Harga dan ukuran klik http://bit.ly/hargamulsaplastik

Customer Service :
Email : limcorporation2009@gmail.com
Phone : 081232584950 / 087702821277 / 085233925564
Whatsapp :

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Yuk Mari Mengenal Urban Farming, Ide Pertanian Kota di Masa Depan"

Posting Komentar