HUBUNGI KAMI

PABRIK & DISTRIBUTOR MULSA PLASTIK

Mulsa, Plastik Mulsa, Jual Mulsa, Mulsa Plastik, Plastik Hitam Perak, Harga Mulsa Plastik, Jual Mulsa Plastik Hitam Perak, Plastik Mulsa Murah, Pabrik Plastik Mulsa, Distributor Plastik Mulsa, Mulsa Plastik Pertanian, Mulsa Plastik Murah, Mulsa Plastik Hitam Perak, MPHP, Mulsa Plastik Tambak, Mulsa Olastik Untuk Kolam Ikan, Mulsa Plastik Cap Kuda, Plastik Mulsa Cap Tembakau, Mulsa Cap Tanimur



Hubungi Kami
• SMS/WA/Call: 0852.3392.5564 | 0877.0282.1277 | 08123.258.4950 | Phone: 031- 8830487
• Email: limcorporation2009@gmail.com

Mengenal Lebih Dekat Jenis-jenis Lebah Madu yang Ada di Dunia

Produsen & Distributor Mulsa Plastik - Lim Corporation

Lebah ialah serangga penghasil madu dari genus apis. Selain madu lebah juga menghasilkan serbuk sari (polen), royal jelly, propolis, lilin lebah serta racun lebah. Jenis-jenis lebah madu sangat banyak, tetapi hanya beberapa diantaranya yang dapat dibudidayakan.

Baca Juga : 
Di Indonesia, masyarakat umumnya memanen madu dari hutan. Baru pada abad ke-19 tepatnya di tahun 1841, Rijkeus, seorang berkebangsaan Belanda memperkenalkan budidaya lebah madu. Saat ini setidaknya ada 4 jenis lebah yang madunya diperdagangkan, baik yang dipanen dari hutan ataupun yang dibudidayakan.

Jenis-jenis lebah madu

Di pasaran ada beragam macam madu, mulai dari madu hutan, madu liar, madu klanceng serta sebagainya. Dari sekian banyak jenis madu tersebut, sebagian besar hanya diproduksi sama beberapa jenis lebah. Produk madu yang banyak ditemukan di Indonesia berasal pada jenis lebah madu berikut:

1. Apis cerana

Banyak tersebar di Asia, diantaranya ditemukan di Indonesia, Afganistan, Cina serta Jepang. Jenis lebah madu ini dapat dibudidayakan baik dengan cara tradisional atapun dengan cara moderen dalam sebuah kotak yang dapat dipindah-pindahkan. Dalam satu kotak (stup) lebah ini daapt dipanen sebanyak tiga kali dengan produksi madu 2-5 kg per tahun.

jika dibandingkan sama jenis lebah madu budidaya lainnya, seperti Apis mellifera, lebah ini dinilai kurang produktif. Selain itu, Apis cerana dipandang mempunyai sifat sedikit ganas sehingga upaya buat menternakannya relatif lebih sulit.

2. Apis dorsata

Jenis lebah madu ini hanya terdapat di hutan daerah subtropis serta tropis Asia, termasuk salah satunya di Indonesia. Apis dorsata selama ini belum dapat dibudidayakan. Produksi madu dari lebah ini masih diambil dari hutan, oleh sebabnya kerap disebut madu hutan.

Ukuran tubuh Apis dorsata lebih besar daripada madu jenis lainnya. Bisa sengatannya pun lebih menyakitkan daripada jenis lebah budidaya. Lebah madu ini membuat sarang secara tunggal, umumnya bergantung pada cabang pohon ataupun tebing. Diperkirakan dalam satu koloni, madu yang diproduksi dapat mencapai 15-25 kg per tahun.

Ada kekhawatiran pemburuan madu hutan mengancam kebaradaan Apis dorsata. Buat menjawab masalah ini, beberapa pihak mengupayakan pemanenan madu hutan lestari. Caranya dengan menerapkan teknik panen sebagian. Saat memanen sarang madu hanya diambil sebagian sehingga koloni lebah masih tetap dapat mengembangkan sarangnya buat kemudian hari.

Di Indonesia, kesulitan yang dihadapi dalam pemanenan madu hutan lestari terkendala sama pendidikan para pemburu madu. Sebab desakan ekonomi para pemburu seringkali memanen kesleuruhan sarang sehingga keberlanjutan koloni terancam. Harus upaya kerjasama antara para pemburu sama pembeli (penampung) madu buat menyelesaikan masalah ini.

3. Apis florea

Lebah ini dapat ditemukan di Indonesia, Oman, Iran serta India. Apis florea termasuk lebah liar yang tak biasa dibudidayakan. Masyarakat di Indonesia kerap menyebut lebah ini dengan sebutan tawon. Lebah ini dapat hidup berdampingan dengan Apis dorsata, Apis melleifera serta Apis cerana.

Produktivitas madunya relatif kecil hanya sekitar 1-3 kg per koloni per tahun. Di pasaran produk dari jenis lebah madu Apis florea dikenal sebagai madu lanceng.


4. Apis mellifera

Lebah madu jenis ini menjadi favorit para peternak lebah. Produksi madunya cukup tinggi, satu koloni dapat mencapai 35-40 kg per tahun. Apis mellifera dipercaya berasal dari Eropa, tepatnya dari daerah Italia, Yunani nan Perancis. Lebah ini memiliki daya adaptasi yang baik pada berbagai jenis iklim.

Apis mellifera mulai diperkenalkan ke Indonesia sama orang Belanda pada tahun 1841 serta berkembang sampai saat ini. Saat ini dikenal ada beberapa sub jenis Apis mellifera yang populer diternakan, berikut beberapa diantaranya:

Apis mellifera mellifera

Berasal dari Belanda tergolong lebah yang suka berpidah rumah. Warna tubuhnya gelap, hasil madu sedang.

Apis mellifera lingustica

Berasal dari Italia, dalam hal produktivitas lebah ini penghasil madu nomor satu baik dari jumlah ataupun mutu. Lebah jantan berwarna lebih terang serta aktif bergerak.

Apis mellifera carnica

Sangat terkenal di Amerika Serikat. Warna tubuh gelap kecuali bagian perut berwarna lebih muda. Penghasil madu yang baik hanya saja suka berpindah-pindah.

Apis mellifera caucasia

Lebah ini berasal dari wilayah Kaukasia, Rusia. Tubuhnya berwarna gelap sampai kuning serta jingga.
Apis mellifera lehzeniBanyak dibudidayakan di Eropa Utara ataupun wilayah Skandiavia. Warna tubuhnya hitam kecoklatan.
Produk budidaya lebah madu

1. Madu

Madu ialah cairan manis yang berasal dari nektar tanaman. Dikumpulkan sama lebah pekerja serta dijadikan madu lalu disimpan dalam sel-sel sarang. Buat lebah, madu juga berfungsi sebagai cadangan makanan. Madu mempunyai energi yang tingg serta kaya nutrisi.

2. Serbuk sari (bee polen)

Serbuk dari ada pada bunga diambil sama lebah dengan cara menyimpannya di kaki mereka. Serbuk sari ialah sumber protein untuk lebah. Buat manusia protein yang ada dalam polen sangat berguna buat memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak.

Serbuk sari diketahui mempunyai 10 jenis asam amino esensial, asam lemak esensial, mineral serta vitamin. Selain itu ada berbagai jenis alkaloid yang berguna metabolisme serta regenerasi sel.

3. Royal jelly

Royyal jelly ialah cairan kental yang disekresikan sama lebah pekerja. Dimanfaatkan buat memberi makan larva lebah. Untuk manusia royal jelly bermanfaat buat suplemen penjaga kebugaran serta vitalitas tubuh.

4. Propolis

Propolis ialah semacam lem perekat bersifat resin yang dikumpulkan lebah pada bagian-bagian tanaman. Lebah memanfaatkan propolis buat menutup celah pada sarang, menambal retakan serta memperkecil ataupun penutup lubang masuk.

Susunan kimia propolis cukup komplek mengandung zat pewangi serta mineral. Propolis bermanfaat untuk manusia sebab mengandung zat antibiotik. Biasa dijadikan berbagai bahan baku obat-obatan.

5. Lilin lebah

Salah satu hasil sekresi lebah ialah lilin lebah. Lilin ini dapat dimanfaatkan untuk bahan baku lilin, industri kosmetik serta industri farmasi.

Produsen Plastik Mulsa

Mulsa plastik adalah lembaran plastik penutup lahan budidaya tanaman yang bertujuan untuk melindungi permukaan tanah dari erosi, menjaga kelembaban dan struktur tanah, serta menghambat pertumbuhan gulma. Harga dan ukuran klik http://bit.ly/hargamulsaplastik

Customer Service :
Email : limcorporation2009@gmail.com
Phone : 081232584950 / 087702821277 / 085233925564
Whatsapp :

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mengenal Lebih Dekat Jenis-jenis Lebah Madu yang Ada di Dunia"

Posting Komentar