Selasa, 21 Februari 2017

Menanam Bawang Merah Organik Mengguakan Plastik Mulsa

Penggunaan mulsa semakin meluas dalam sektor pertanian di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh munculnya berbagai penelitian dan testimoni petani akan berbagai manfaatnya. Mulsa yang sering digunakan adalah mulsa plastik. Karena mulsa jenis ini lebih mudah didapat dan praktis dalam proses pemasangannya.

Walau demikian harga mulsa plastik memang lebih mahal dibandingkan jika tidak memakai mulsa atau menggunakan mulsa organik. Namun hasil budidaya yang meningkat tentunya dapat menutup biaya pengadaan mulsa plastik tersebut.

Mulsa plastik dibuat di pabrik mulsa plastik yang berasal dari bahan polietilena berdensitas rendah. Bahan ini tipis dan ringan namun liat sehingga tidak mudah sobek. Jenisnya ada banyak misalnya mulsa plastik bening, mulsa plastik hitam perak, mulsa plastik hitam, dsb. Tiap jenis mulsa plastik ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Ukuran mulsa plastik yang dibutuhkan petani disesuaikan dengan ukuran lebar x panjang bedengan (luas lahan tanam).
 # Baca juga Mulsa Plastik Hitam Perak Untuk Udang Tambak.

Penggunaan mulsa plastik tepat diterapkan pada sayur-sayuran yang membutuhkan sistem intensifikasi produksi. Misalnya saja tanaman cabai, tomat, sawi hijau, kentang, bawang merah, dll. Kebutuhan pasar akan komoditas tersebut relatif tinggi sehingga harus diimbangi pula dengan produksi yang tinggi. Contohnya bawang merah, bumbu dapur yang satu ini merupakan bumbu dasar yang digunakan untuk memasak berbagai macam masakan. Otomatis, permintaan terhadap umbi berwarna merah keunguan ini sangat tinggi.


Bawang merah ideal ditanam di daerah dataran rendah dengan iklim kering dan suhu udara panas. Tanaman ini memerlukan tanah yang subur, gembur, mengandung banyak bahan organik, dan memiliki drainase yang baik. Salah satu daerah produsen terbesar bawang merah adalah daerah Brebes, Jawa Tengah.

Namun demikian, produksi bawang merah masih perlu digenjot dan diratakan di seluruh daerah di Indonesia. Supaya ketika ada gagal panen di satu daerah maka daerah lain bisa memasok kebutuhan dalam negeri tanpa harus impor. Masyarakat pula tak perlu merasakan harga bawang merah yang mencekik ketika bumbu yang satu ini langka di pasaran.
# Baca juga Konservasi Tanah Dengan Mulsa Plastik.

Tahun 2015, BPTP Jogjakarta bekerjasama dengan KKP3SL melakukan penelitian mengenai efek penggunaan mulsa plastik pada kebun bawang merah di daerah Bantul. Tanah di daerah ini merupakan tanah berpasir, tanahnya kering dan memiliki daya penguapan yang tinggi. Menurut petani  bawang merah yang berpartisipasi dalam kajian tersebut, proses penyiraman tanamannya menjadi lebih singkat. Yang biasanya memerlukan waktu 1.5 jam untuk menyirami 1000 m2, menjadi sekitar 1 jam saja. Selain itu bawang merah yang ditanam menggunakan mulsa plastik terserang hama dan penyakit yang lebih sedikit dibandingkan dengan bwang merah tanpa mulsa.

Hal ini tentunya menghemat penggunaan pestisida pada tanaman. Uji coba berikutnya dilakukan di tahun 2016, masih di kota Bantul panen bawang merah pada kebun yang dilapisi mulsa plastik menunjukkan hasil panen yang lebih tinggi.
# Untuk info tentang plastik mulsa terlengkap dan terupdate silahkan klik DISINI.

Penelitian di daerah Temanggung pada tahun 2014, menunjukkan bahwa kombinasi penggunaan mulsa plastik dan pengaturan jarak tanam pada bawang merah menunjukkan hasil panen yang optimal. Jarak tanam 15 cm x 25 cm menghasilkan rumpun umbi paling banyak dan umbi kering setelah ditimbang pun paling berat dibandingkan hasil budidaya bawang merah tanpa mulsa dengan jarak tanam lebih rapat.

Bagaimana? Tertarik untuk menggunakan mulsa plastik pada kebun bawang merah Anda?
Kami, Lim Corporation, jual mulsa plastik untuk berbagai keperluan pertanian dan perikanan (mulsa plastik untuk tambak) yang berkualitas dengan harga bersaing.
# Untuk info harga plastik mulsa hitam perak silahkan klik DISINI.

Selasa, 31 Januari 2017

Keuntungan Penggunaan Mulsa Plastik Pada Budidaya Udang Vaname

Udang Vaname adalah spesies udang yang kini jamak dibudidayakan petambak di Indonesia. Produktivitasnya tinggi, relatif tahan terhadap serangan penyakit, waktu pemeliharaan cukup singkat, survival rate (kelangsungan hidup) tinggi selama masa pemeliharaan dan permintaan pasar pun semakin banyak. Udang ini laku dijual mulai ukuran kecil –sedang (ukuran 15-25 gram/ekor).


Tahun 2010 pemerintah Indonesia mulai melakukan revitalisasi tambak udang di bagian utara pulau Jawa dengan metode plastik menggunakan mulsa plastik. Petambak mendapat insentif berupa mulsa plastik, pakan, bibit udang, kincir, pompa air, dan genset. Hal ini dilakukan sebagai bentuk dukungan dan program edukasi pemerintah tehadap petambak udang untuk meningkatkan produktivitas tambak.

Berbagai macam jenis mulsa plastik tersedia di pasaran. Salah satu jenis mulsa plastik yang tepat digunakan untuk melapisi tambak yaitu mulsa plastik hitam perak. Bagian perak memantulkan cahaya matahari yang membantu proses fotosintesis yang lebih optimal, kondisi tambak lebih lembab, dan mengurangi serangan penyakit. Sementara itu bagian hitam akan menjaga suhu di dasar tambak menjadi hangat.
#Baca juga Beginilah cara menanam buah semangka yang benar.

Tantangan utama menurunnya jumlah panen bahkan kegagalan budidaya udang yaitu serangan penyakit dan mutu lingkungan budidaya yang mengalami penurunan. Penyakit yang dijangkit udang Vaname dapat berupa virus, bakteri, dan parasit. White Spot Syndrome Virus (WSSV) dan Infectious Myonecrosis Virus (IMV) adalah diantara virus yang belum bisa diatasi secara sempurna. Virus-virus tersebut menyebar melalui rembesan karena dinding tambak yang longsor. Penyebab lainnya berupa mutu lingkungan budidaya yang mengalami penurunan.

Padat tebar yang tinggi, penyebaran pakan yang tidak merata, dan jeleknya sistem pembuangan air sisa pemeliharaan menyebabkan menumpuknya kotoran udang dan bahan organik sisa pakan dalam tambak. Penumpukan kotoran ini dapat menimbulkan gas H2S dan amonia yang berbahaya bagi kelangsungan hidup udang.
#Baca juga Gunakan Mulsa Plastik Hitam Perak Membantu Petani Sukses.

Penggunaan plastik mulsa dapat menanggulangi beberapa masalah diatas ditambah dengan berbagai manfaat yang menyertainya. Diantaranya yaitu:
1.Meminimalisir porositas dan kebocoran tambak.

2.Mengurangi pengikisan tanggul dan dasar tambak oleh arus kincir sehingga meminimalisir penyebaran virus. Penggunaan kincir sangat diperlukan untuk menjaga kadar oksigen dalam air. Sayangnya kincir inilah penyebab tanggul dan dasar tambak konvensional terkikis. Padahal rembesan air dari luar tambak adalah penyebab utama menyebarnya virus pada udang.

3.Limbah tambak lebih mudah terkumpul sehingga area pemberian pakan lebih bersih. Tambak yang bersih akan menjaga mutu lingkungan budidaya udang.

4.Produktivitas udang meningkat (terutama pada tanah dengan kualitas yang rendah dan porositas tinggi). Contohnya pada tambak di daerah payau dan daerah dengan pH tanah yang rendah.

5.Biaya investasi relatif rendah. Harga mulsa plastik lebih murah dibandingkan plastik HDPE, plastik ini mudah dan cepat dipasang, serta relatif tahan pelapukan. Ukuran plastik mulsa pun dapat disesuaikan dengan kebutuhan petambak.

6.Suhu air tambak lebih tinggi hinga 1oC dibanding tambak konvensional. Suhu yang tinggi tersebut terbukti menurunkan jumlah kasus serangan WSSV.

7.Tidak ada klekap yang terapung di tambak yang dipasangi plastik mulsa. Klekap merupakan salah satu penyebab kematian dan stress pada udang.

8.Pengadaan mulsa plastik mudah karena diproduksi dalam jumlah besar di pabrik mulsa plastik. Anda dapat menghubungi distributor dan supplier mulsa plastik untuk memenuhi kebutuhan mulsa plastik Anda.

Keuntungan-keuntungan penggunaan mulsa plastik tersebut terbukti menunjang keberhasilan petambak dalam meningkatkan produktivitas tambak di berbagai daerah di Indonesia.Kami Lim Corporation jual mulsa plastik untuk tambak dan pertanian. Kami menyediakan mulsa plastik berkualitas yang diolah dari biji plastik dengan harga bersaing. Silakan hubungi kami ke email limcorporation2009@gmail.com.

#Untuk info harga plastik mulsa terupdate silahkan klik DISINI.

Kamis, 19 Januari 2017

Tips Sukses Budidaya Bawang Merah dengan Mulsa Plastik

Siapa tak kenal umbi bernama bawang merah? Umbi tanaman yang satu ini digunakan hampir di seluruh jenis masakan Indonesia. Masakan serasa tak lengkap tanpa bumbu ini. Selain untuk masakan bawang merah juga kerap digunakan sebagai obat. Produksi dalam negeri tahun 2016 rata-rata 5.4 ton per ha, sementara potensi produksi sesungguhnya mencapai 10-12 ton/ha. Untuk meningkatkan produktivitas bawang merah, penggunaan mulsa plastik merupakan salah satu langkah yang dapat ditempuh.


Berbagai penelitian menunjukkan bahwasanya penggunaan mulsa plastik hitam perak meningkatkan jumlah umbi bawang dan bobot kering bawang. Tentunya hasil panen yang demikian akan meningkatkan keuntungan petani. Sehingga walaupun harga mulsa plastik cukup mahal namun sebanding dengan manfaat yang diberikannya. Pengadaanya pun mudah karena merupakan buatan pabrik mulsa plastik sehingga selalu tersedia di pasaran serta terjamin kualitasnya.

Berikut langkah-langkah menanam bawang merah menggunakan plastik mulsa:
1.Persiapan lahan
Hal pertama yang harus dilakukan yaitu melakukan pembersihan dengan cara membabat rumput dan gulma. Setelah itu tanah harus digemburkan. Selanjutnya bedengan dibuat dengan lebar 1 m dengan tinggi 30-40 m.
Sebaiknya petani mengetahui pH tanah karena kondisi tanah yang terlalu asam maupun basa akan mempengaruhi proses penyerapan unsur hara pada tanaman. Bawang merah tumbuh dengan optimal di tanah dengan pH 5,6-6,5.
Selanjutnya yaitu penebaran pupuk. Pupuk yang digunakan yaitu pupuk kompos atau pupuk kandang sebanyak 15-20 ton/ha yang ditebar di bedengan. Lalu gunakan pula pupuk ZA, TSP dan KNO3 sebanyak 400 kg/ha dengan perbandingan 1:4:11. Campur pupuk dan tebarkan kemudian diaduk bersama tanah. Bedengan yang telah diberi pupuk ini perlu dibiarkan selama 10-15 hari sebelum siap ditanami. Selanjutnya mulsa plastik dipasang dan dilubangi dengan jarak tanam 10x25 cm. Mulsa berwarna perak dipasang menghadap atas dan bagian hitam dibawah menempel pada tanah.

2.Persiapan dan pemilihan bibit
Bawang merah dapat ditanam melalui umbi maupun biji (TSS). Pilih umbi yang warnanya mengkilat, tidak cacat, padat, dan telah disimpan selama 2-4 bulan dengan titik tumbuh 80%. Usahakan bibit umbi memiliki ukuran yang sama sehingga pertumbuhan bawang merah nantinya seragam.
3.Penanaman bibit
Bibit dengan titik tumbuh 80% dibersihkan dari kulit yang mengering dan sisa akar lalu ¾ bagian umbi dibenamkan di tiap lubang mulsa. Jika bibit belum mencapai titik tumbuh 80% maka ujung umbi perlu dipotong untuk mempercepat pertumbuhan.

Sementara itu jika petani menggunakan biji maka diperlukan tahapan penyemaian. Bawang merah yang ditanam dengan biji memerlukan waktu 5 bulan untuk siap panen.

4.Pemupukan susulan
Pemupukan susulan dilakukan 2 kali, yang pertama 15 hari setelah tanam dan 30 hari setelah tanam. Pupuk yang digunakan berupa urea, ZA, dan Kcl di sepanjang garitan tanaman.

5.Pengairan dan penyiangan
Bawang merah membutuhkan air yang banyak namun jangan sampai tergenang. Setelah masa penanaman 0-10 hari penyiraman dilakukan sebanyak 2x sehari, umur 11-35 hari sebanyak 1x sehari (pagi hari), dan diatas 35 hari sampai masa panen 1x/hari pagi atau sore hari.

Penyiangan perlu dilakukan jika petani menemukan gulma, namun demikian penggunaan mulsa plastik tentunya mengurangi jumlah gulma yang mungkin tumbuh.

6.Pengendalian Hama dan Penyakit
Mulsa plastik terbukti mengurangi jumlah hama dan penyakit pada tanaman bawang merah. Biasanya hama dan penyakit yang menyerang yaitu ulat daun dan layu fusarium. Jika petani menemukan hama ulat maka daun sebaiknya dipotong dan dimusnahkan. Demikian pula jika ditemukan daun bawang menguning dan layu harus langsung dicabut dan dibakar. Penggunaan insektisida juga diperbolehkan sesuai dosis yang berlaku. 

7.Panen
Tanda bawang merah telah siap panen yaitu:
- Pangkal terasa lemas jika dipegang
- Daun menguning dan rebah
- Umbi terlihat di permukaan tanah

Panen dilakukan dengan cara mencabut tanaman kemudian diikat dan dijemur sampai kering. Hal ini berfungsi untuk menjaga agar umbi bawang merah tidak cepat busuk. Setelah umbi bawang 85% kering maka bawang merah siap dipasarkan.


Demikian langkah-langkah budidaya bawang merah menggunakan mulsa plastik hitam perak. Untuk kebutuhan mulsa plastik hitam perak Anda, kami Lim Corporation siap melayani Anda. Kami jual mulsa plastik untuk pertanian dan mulsa plastik untuk tambak yang berkualitas. Silakan langsung menghubungi kami di nomor dan email yang tertera di website ini. 
# Dapatkan info pertanian dan perkebunan terupdate klik DISINI.

Senin, 09 Januari 2017

Mengenal Manfaat Mulsa Organik, Anorganik dan Kimia-sintetis

Mulsa adalah mekanisme yang digunakan untuk mengurangi tanaman pengganggu dengan menghalangi hilangnya air karena penguapan.

Macam-Macam Mulsa
1.Mulsa Organik
Mulsa dari semua bahan sisa pertanian yang secara ekonomis kurang bermanfaat seperti jerami padi, batang jagung, batang kacang tanah, daun dan pelepah daun pisang, daun tebu, alang-alang dan serbuk gergaji.

2.Mulsa Anorganik
Mulsa dari bahan batuan dalam berbagai bentuk dan ukuran seperti batu kerikil, batu koral, pasir kasar, batu bata, dan batu gravel. Untuk tanaman semusim, bahan mulsa ini jarang digunakan. Bahan mulsa ini lebih sering digunakan untuk tanaman hias dalam pot.



3.Mulsa Kimia – Sintetis
Mulsa yang terbuat dari bahan – bahan plastik dan bahan – bahan kimia lainnya. Bahan- bahan plastik berbentuk lembaran dengan daya tembus sinar matahari yang beragam. Bahan plastik yang saat ini sering digunakan yang sering digunakan sebagai bahan mulsa adalah plastik transparan, plastik hitam, palstik perak, dan plastik perak hitam.
# Baca juga Cara Menanam Buah Semangka.


Mulsa Plastik terdiri dari yaitu :

a.Mulsa Plastik Putih (MPP)
Mulsa ini memiliki daya pantul skitar 45% sehingga 55% cahaya matahari yang dipantulakan dan di serap secara langsung atau tidak langsung akan berinteraksi dengan tanah.
Selain dapat menurunkan suhu tanah, MPP juga dapat menambah jumlah cahaya matahari yang di terima oleh tajuk tanaman karena cukup besarnya cahaya matahari yang dipantulkan. Hal ini kan sangat membantu tanaman dalam melakukan fotosintesis. Oleh karena itu, MPP sangat cocok untuk budidaya semangka, melon, serta berbagai jenis cabai hibrida dan terung-terungan.

b. Mulsa Plastik Transparan (MPT)
Mulsa plastik transparan memiliki daya pantul rendah dibandingkan dengan plastik mulsa hitam ,namun cahaya yang ditruskan lebih besar.Hal ini menyebabkan MPT memiliki efek menaikkan suhu tanah.
MPT sangat cocok diterapkan pada tanaman-tanaman dataran rendah yang ingin dibudidayakan. Di dataran tinggi. Namun, tanaman-tanaman tersebut harus memiliki struktur tajuk yang tidak terlalu tinggi, seperti pada bawang merah dataran tinggi.

c. Mulsa Plastik Hitam (MPH)
Mulsa ini memiliki daya serap matahari mencapai 90,5 %, dari jumlah cahaya matahari yang datang. Cahaya yang diserap tersebut akan dipantukan dalam bentuk panas ke segala arah termasuk tanah. Penerapan mulasa ini dapat dilakukan pada bawang merah dan asparagus di dataran tinggi.
# Baca juga Plastik Mulsa Hitam Perak Membantu Petani Sukses.

d. Mulsa Plastik Perak Hitam (MPPH)
MPPh akan mnyebabkan cahaya matahari yang dipantulkan cukup besar, bahkan lebih tinggi dari MPP. Akibatnya cahaya matahari yang dipantulkan cukup besar. Di lain pihak, permukaan hitam dari MPPH akan menyebabkan cahaya matahari yang di teruskan menjadi sangat kecil, bahkan mungkin nol. Keadaan ini akan menyebabkan suhu tanah akan tetap rendah.

Dewasa ini, MPPH mualai diterapkan secara luas dan sangat cocok untuk pembudidayaan semangka hibrida, melon, serta berbagai jenis cabai hibrida dan terung-terungan.

Kelebihan dan Kekurangan Mulsa :
a.Kelebihannya meliputi :
- Dapat di peroleh secara bebas/gratis
- Memiliki efek menurunkan suhu tanah
- Mengonservasi tanah dengan menekan erosi
- Dapat menghambat pertumbuhan tanaman pengganggu
- Menambah bahan organic tanah karena mudah lapuk setelah rentang waktu tertentu
# Dapatkan info pertanian dan perkebunan terupdate klik DISINI.

b.Kekurangannya meliputi :
- Tidak tersedia sepanjang musim tanam, tetapi hanya saat musim panen tadi.
- Hanya tersedia di sekitar sentra budidaya padi sehingga daerah yang jauh dari pusat budidaya padi membutuhkan - biaya ekstra untuk transportasi.
- Tidak dapat digunakan lagi untuk masa tanam berikutnya

2.Mulsa Kimia-Sintetik ( plastik )
a.Kelebihannya adalah :
- Dapat di peroleh setiap saat
- Memiliki sifat yang beragam terhadap suhu tanah tergantung plastic
- Dapat menekan erosi
- Mudah di angkut sehingga dapat digunakan di setiap tempat
- Menekan pertumbuhan tanaman penggangga
- Dapat digunakan lebih dari satu musim tanam tergantung perawatan bahan mulsa

b.Kekurangannya adalah :
Tidak memiliki efek menambah kesuburan tanah karena sifatnya sukar lapuk
Harganya relative mahal.

Manfaat Pemasangan Mulsa
1. Melindungi agregat-agregat tanah dari daya rusak butir hujan
2. Meningkatkan penyerapan air oleh tanah
3. Mengurangi volume dan kecepatan aliran permukaan
4. Memelihara temperatur dan kelembaban tanah
5. Memelihara kandungan bahan organik tanah
6. Mengendalikan pertumbuhan tanaman pengganggu.


# Klik DISINI untuk info harga plastik mulsa hitam perak terupdate.

Jumat, 06 Januari 2017

Cara Jitu Mengelolah Media Tanam Strawberry Menggunakan Plastik Mulsa

Pengelolaan media tanam ini dilakukan setelah pembibitan strawberry, ada 2 cara yaitu :

1.   Kebun Tanpa Plastik Mulsa
pertama  lahan diolah dengan baik dengan kedalaman 30-40 cm, kemudian setelah diolah diangin-anginkan selama 15-30 hari.

Lahan dibuat bedengan dengan ukuran lebar 80 x 100 cm, tinggi 30-40 cm, sedangkan panjang disesuai dengan lahan. Sementara itu jarak anatara bedengan ialah 40 x 60 cm. ukuran guludan (petakan tanah yang telah digemburkan untuk tempat menyemai bibit) ialah lebar 40 x 60 cm dan tinggi 30 x 40 cm, dan panjang disesuaikan dengan lahan yang ada, dan jarak antar guludan 40 x 60 cm.

Setelah guludan selesai selanjutnya pupuk kandang ditaburkan dengan merata. Jumlah pupuk kandang yang ditabur ialah 20-30 ton/ha. Selanjutnya, bedengan atau guludan dibiarkan selama 15 hari. Terakhir, buat lubang tanam dengan jarak 40 x 30 cm, 50 x 50 cm, atau 50 x 40 cm. kemudian, stroberi pun siap ditanam.
# Baca Juga Asal-Usul dan Manfaat Menggunakan Plastik Mulsa.

2.   Kebun dengan Plastik Mulsa
Lahan diolah dengan baik dan diangin-anginkan selama 15-30 hari supaya kering.
Bedengan dibuat dengan ukuran lebar 80 x 120 cm, tinggi 30-40 cm, dan panjang disesuaikan dengan lahan yang ada. Sedangkan jarak antar bedengan ialah 60 cm atau guludan dibuat dengan ukuran lebar bawah 60 cm, lebar atas 40 cm, tinggi 30-40 cm. dan panjang disesuaikan dengan lahan, jarak antar bedengan 60 cm.

Setelah itu lahan diangin-anginkan selama 15 hari, setelah kering, 200 kg urea, 250 kg SP-36, dan 100kg/ha KCl ditaburkan dan dicampurkan dengan tanah bedengan. Kemudian bedengan disiram hingga lembab selanhutnya, plastic mulsa hitam atau perak ditutupkan pada bedengan atau guludan, kuatkan ujung-ujungnya dengan bambu.

Setelah bedengan tertutup plastic mulsa, buat lubang di atas plastic seukuran kaleng bekas susu kental manis. Jarak antar lubang dalam barisan 30-50 cm sehingga jarak tanam 40 x 30, 50 x 50, dan 50 x 40 cm. terakhir, buat lubang tepat pada plastic yang sudah dilubangi.
# Baca juga Cegah Gulma Pada Cabai dengan Mulsa Plastik.

Pengapuran

Jika tanah terlalu asam lakukan pengapuran dengan menebarkan 2-4 ton/ha kapur kalsit atau dolomite diatas bedengan atau guludan. Proses pengapuran ini dilakukan segera setelah bedengan atau guludan selesai dibuat.

Teknik Penanaman

Penanaman ini membutuhkan teknik agar tidak merusak stroberi yang akan ditanam. Hal pertama yamg harus dilakukan ialah menyiram polybag berisi bibit. Kemudian keluarkan bibit bersama media tanamannya denga hati-hati.
Selanjutnya, tanam satu bibit dilubang tanam, lalu padatkan tanah disekitar pangkal batang. Pemberian pupuk basah dapat dilakukan untuk tanaman tanpa mulsa. Dosis pupuk yang dianjurkan ialah 200 kg/ha urea, 250 kg SP-36, dan 150 kg/ha HCl. Pupuk diberikan kedalam lubang sejauh 15 cm di kiri-kanan tanaman. Terakhir, tanah disekitar pangkal batang disiram sampai lembab.

Pemeliharaan Tanaman

1.Penyulaman
Biasanya beberapa bibit strawberry ada yang mati ketika dipindahkan ke media tanam, jumlah bibit yang mati biasanya 10-20% dari total bibit yang ditanam.
Bibit tanaman stroberi yang mati atau tumbuh lambat dan tidak normal harus dicabut dan diganti dengan bibit tanaman stroberi yang baru. Syarat bibit tanaman stoberi pengganti harus mempunyai jenis, ukuran, dan umur yang sama dengan bibit tanaman stoberi yang mati.

2.Penyiangan
Tanaman liar akan tumbuh disekitar tumbuhan strawberry, hal ini dapat merugikan tanaman pokok yang kita tanam karena banyak nutrisi dan zat-zat makanan yang “diambil” oleh tanaman pengganggu atau gulma tersebut.
Untuk menghindari hal tersebut maka dilakukan penyiangan yaitu mencabut dan membuang gulma tersebut agar tidak menggaggu tanaman stroberi. Dan biasanya penyulaman diikuti pemupukan.

3.Pemangkasan
Pertumbuhan strawberry akan dibarengi dengan pertumbuhan daun yang rimbun. Oleh karena itu, harus dilakukan pemangkasan terhadap daun tersebut. Selain pemangkasan pada daun yang rimbun pemangkasan dilakukan pada daun yang sudah tua  dan mongering serta pada stolon.
Pemangkasan pada stolon dilakukan untuk meningkatkan produksi buah, sehingga buah yang dihasilkan lebih besar dan menarik. Waktu pemangkasan biasanya 2 tahun sekali.

4.Pemupukan
pemupukan pada tumbuhan stroberi yang ditanam di kebun tanpa mulsa dilakukan setelah 1,5-2 bulan. Jumlah pupuk yang diberikan 2/3 dosis yang dianjurkan. Pemberian pupuk dengan cara ditabur, kemudian ditutupi tanah.

Sementara itu, pemupukan dikebun dengan mulsa dilakukan jika pertumbuhan dirasa kurang baik. Komposisi pupuk yang biasa diberikan ialah campuran urea, SP-36, KCl dengan perbandingan 1 : 2 : 1,5 sebanyak 5 kg yang dilarutkan dalam air 200 liter. Selanjutnya, setiap tanaman disiram dengan 350-500 cc larutan pupuk tersebut.
# Dapatkan info pertanian dan perkebunan terupdate klik DISINI.

5.Pengairan dan Penyiraman
Air merupakan unsur terpenting untuk tanaman. Oleh karena itu, penyiraman merupakan hal penting yang harus dilakukan. Penyiraman dilakukan dua kali sehari hingga tanaman berumur dua minggu. Selanjutnya, penyiraman dikurangi secara berangsur-angsur agar tanah tidak mongering. Air dapat langsung disiramkan pada tanaman atau mengaliri parit antarbedengan dengan air.

6.Pemasangan mulsa kering
Setelah masa tanam di bedengan, dilakukan pemasangan mulsa kering seawal mungkin. Sebelumnya, jerami atau rumput kering setebal 3-5 cm dihamparkan di permukaan bedengan dan di antara barisan tanaman.

Minggu, 25 Desember 2016

Inilah Cara Tepat Budidaya Cabe Yang Dapat Meningkatkan Hasil Panen Anda

Pengolahan Tanah Pada Tanaman Cabai
Pengolahan tanah bertujuan untuk memperbaiki struktur dan porositas tanah sehingga peredaran air dan udara menjadi optimal. Pengolahan tanah dilakukan secara sempurna yaitu pembajakan dua kali dan penyisiran satu kali. Setelah pengolahan tanah (7-14) hari, dibuat bedengan dengan tujuan memudahkan pembuangan air hujan yang berlebihan, mempermudah pemeliharaan, mempermudah meresapnya air hujan atau air pengairan, serta menghindari tanah terinjak-injak sehingga menjadi padat.

Ukuran bedengan yang baik yaitu lebar 110-120 cm, dengan tinggi 20-30 cm, panjang disesuaikan dengan keadaan lahan, serta jarak antara bedengan 40-50 cm. Pada saat 70% bedengan kasar terbentuk dipupuk dengan pupuk kandang atau kotoran ayam yang telah matang sebanyak 1,0-1,5 kg/lubang tanam. Pada tanah yang pH-nya asam juga diberikan pengapuran sebanyak 100-125 gr/lubang pertanaman.
#Baca juga Cara Menanam Cabe Dengan Menggunakan Mulsa. 

Penyiapan Benih dan Persemaian Cabai
Ada 2 cara untuk membibitkan cabai yaitu disemai di bedengan atau disemai langsung di polybag (kantong plastik). Jika benih disemai di bedengan terlebih dahulu disiapkan bedeng persemaian, kemudian benih disebar dengan cara berbaris, jarak antara barisan 5 cm dan diberi naungan dari daun kelapa atau daun pisang.

Benih juga dapat disemai langsung dalam polybag kecil yang ukuran 5-8×10 cm. Sebelum  dikecambahkan, benih cabai sebaiknya direndam dulu dalam air hangat dengan suhu 55 – 60°C selama 15-30 menit untuk mempercepat proses perkecambahan benih. Bila benih cabai akan disemai langsung di polybag, sebelumnya polybag diisi dengan media campuran tanah halus 2 bagian + 1 bagian pupuk kandang matang halus + 80 gr pupuk NPK + 75 gram furadan. Bahan media dicampur secara merata lalu dimasukkan ke dalam polybag. Selanjutnya benih cabai ditanam dan diletakkan di bedengan secara teratur dan segera ditutup dengan karung goni
basah selama ± 3 hari agar benih cepat berkecambah.

Penanaman Cabai
Waktu penanaman yang paling baik adalah pagi atau sore hari. Umur cabai yang sudah dapat ditanam adalah umur 17.- 23 hari atau tanaman cabe mempunyai daun 2-4 helai. Sehari sebelum tanam bedengan yang telah ditutup mulsa plastik harus dibuatkan lubang tanam. Jarak tanam cabe yaitu 50-60 x 60-70 cm. Bibit cabe yang siap dipindahkan segera disiram secukupnya dan sebaiknya juga direndam dalam larutan fungisida sistemik atau bakterisida dengan dosis 0,5-1,0 g/l air selama 15-30 menit untuk mencegah penularan hama dan penyakit.
#Baca juga Keunggulan Mulsa Plastik Hitam Perak.

Pemupukan Cabai
Dosis pupuk yang digunakan adalah Urea 150 kg + ZA 50 kg + SP-36 150kg + KCI 200 kg. Pupuk dasar diberikan 2-3 hari sebelum tanam, yaitu semua dosis pupuk SP-36. Pupuk susulan pertama diberikan pada umur 10 hari setelah tanam dengan sepertiga dosis masing-masing pupuk Urea, ZA dan KCI. Pemupukan susulan kedua dan ketiga masing-masing pada 40 dan 70 hari setelah tanam dengan dosis sama dengan pemupukan pertama. Waktu pemupukan disesuaikan dengan ketersediaan air dimana keadaan air tanah dalam keadaan cukup. Pupuk diberikan dengan cara tugal sedalam 5-15 cm dan ditutup kembali dengan tanah. Pemberian pupuk dapat juga dengan cara dikocor, dianjurkan juga disemprot dengan pupuk daun Mamigro Super N atau NPK spesial atau dengan Gardena D dengan konsentrasi 2 – 5 gr/l air mulai umur 7 sampai 30 hst dengan interval pemberian 7 – 15 hari.

Panen dan Pasca Panen Cabai
Pada umumnya tanaman cabai mulai dipanen pada umur 75 -80 hari setelah tanam, panen berikutnya dilakukan selang waktu 2 -3 hari sekali. Sedangkan di dataran tinggi panen perdana dimulai pada umur 90 – 100 hari setelah tanam. Selanjutnya pemetikan buah dilakukan selang waktu 6 – 10 hari sekali.
#Dapatkan info pertanian & perkebunan terlengkap klik DISINI.


Panen cabai dipilih pada tingkat kemasakan 85-90% saat warna buah merah kehitaman. Untuk mendapatkan harga tinggi, hasil panen dikelompokkan berdasarkan standar kualitas permintaan pasar seperti untuk supermarket, pasar lokal maupun pasar eksport. Setelah buah cabe dikelompokkan berdasarkan kelasnya, maka pengemasan perlu dilakukan untuk melindungi buah cabai dari kerusakan selama dalam pengangkutan.

Gunakanlah plastik mulsa hitam perak,sebagai mekanisme pendukung untuk meningkatkan panen cabe anda. Untuk info harga plastik mulsa terupdate silahkan klik DISINI.

Senin, 19 Desember 2016

Cara Bertanam Tomat Agar Hasil Panen Melimpah

Tomat adalah tanaman yang cukup sensitif terhadap lingkungan terutama terhadap suhu, kelembabapan, intensitas cahaya, serta irigasi dan drainase air. Penggunaan mulsa akan membantu menjaga suhu, kelembaban, serta mengontrol kadar air tanah. Penelitian membuktikan, penggunaan mulsa plastik dikombinasikan dengan pemupukan yang tepat, akan meningkatkan produksi buah tomat. Mulsa dibagi menjadi tiga jenis, yaitu mulsa organik (contoh: sekan padi), mulsa anorganik (kerikil), dan mulsa sintetik yang diproduksi oleh pabrik mulsa plastik (contoh: mulsa plastik hitam perak).

1.       Persemaian
Sebelum ditanam di media pembibitan (contoh:polybag atau lahan semai) biji tomat direndam dalam air hangat selama 15-20 menit. Kemudian diperlakukan dengan fungisida. Setelah biji dikeringkan, biji disemaikan di media tanah+pupuk kandang. Setelah 3 minggu, bibit-bibit tomat dapat dipindah ke lahan tanam.

2.       Persiapan Lahan
Tanah perlu diolah terlebih dahulu jika aerasi dan kepadatan tanah tidak mendukung penyediaan air dan perkembangan akar tanaman. Proses selanjutnya yaitu pembuatan bedengan (2 baris tanaman), sistem ini biasa digunakan di daerah dataran rendah dan medium. Tanah dibuat bedengan dengan lebar 120-160 cm. Jika lahan tanam berada di dataran tinggi maka biasanya petani menerapkan sistem guludan (1 baris tanaman). Guludan dibuat dengan lebar 60 cm. Tinggi bedengan dan guludan di musim hujan 20-40 cm sementara di musim kemarau cukup 0-20 cm.

# jangan lewatkan Tali Plastik, Tali Gawar, Tali Salaran, Ulet & Tahan Lama

Setelah bedengan/guludan dibiarkan selama seminggu, beri pupuk organik seperti pupuk kandang atau pupuk kompos sebanyak 20 ton per hektarnya. Pupuk TSP dapat pula ditambahkan untuk menambah kandungan fosfor. Selanjutnya, bedengan/guludan ditutup dengan plastik mulsa hitam perak lalu dilubangi baik secara manual (dengan kaleng yang dipanaskan) maupun mesin. Tanah kembali dibiarkan selama satu minggu sebelum ditanami.

3.       Penanaman
Sebaiknya turus yang berfungsi sebagai penyangga tanaman tomat dipasang sebelum bibit tomat ditanam. Buat lubang sedalam 5-10 cm lalu masukkan bibit tomat. Jika persemaian menggunakan polybag, lepas polybag lalu masukkan tanaman dan tanah ke dalam lubang. Jika persemaian menggunakan lahan, pastikan akar semaian tomat tidak rusak saat dicabut, lalu masukkan ke dalam lubang tanam.

4.       Pemeliharaan dan perawatan
a.       Penyiraman. Bila tidak ada hujan, penyiraman dilakukan setiap hari selama 2 minggu.     Selanjutnya disiram 2x seminggu sampai berumur 45 hari.
b.      Pemangkasan. Pemangkasan dilakukan 2-4 kali sebulan. Cabang-cabang yang tidak produktif yaitu yang tumbuh di ketiak batang utama dan daun utama sebaiknya dipangkas. Pucuk tanaman tomat pun sebaiknya dipangkas setelah 2 helai daun tumbuh di atas dompolan buah yang kelima. Tujuannya supaya buah cepat besar dan masak. Penelitian menunjukkan, usaha pemangkasan ini menghasilkan bobot buah yang paling besar.

5.       Pemupukan
Pemupukan sangat penting dilakukan karena tanaman tomat membutuhkan unsur hara makro berupa N, P, K, Ca, dan Mg serta unsur hara mikro berupa Zn dan B. Nitrogen diperlukan untuk pertumbuhan vegetatif tanaman. Fosfor sangat penting saat masa awal pertumbuhan tanaman tomat, pembentukan daun, buah, dan biji. Kalium dapat diberikan 1-2 kali sepanjang masa tanam tomat, Kalium membantu tanaman tomat lebih tahan terhadap serangan penyakit serta menunjang pertumbuhan akar.

6.       Pemanenan
Buah tomat dapat dipanen setelah berusia 60-100 hari setelah masa tanam. Buah tomat telah berubah dari hijau menjadi kekuning-kuningan, tepi daun menguning, dan batang tanaman mengering. Buah tomat sebaiknya di panen di pagi atau sore hari.

# Baca juga Mulsa Plastik Hitam Perak Berkualitas

Bagi Anda yang membutuhkan mulsa plastik hitam perak, kami Lim Corporation, jual mulsa plastik berbagai jenis dengan ukuran mulsa plastik sesuai kebutuhan Anda. Tentunya dengan harga mulsa plastik bersaing. 
# Dapatkan update info Pertanian & Perkebunan terkini hanya DISINI.