Minggu, 11 Juni 2017

Budidaya Selada dengan Plastik Mulsa Hasil Melimpah Ruah!!


Saat ini telah banyak pembudidaya yang terjun dalam bisnis tanaman ini. Adapun teknik penanaman selada komersial di lahan umumnya dengan plastik mulsa. Jenis selada yang dapat dibudidayakan adalah selada daun. Selada daun yang sering dijumpai, yaitu imperial, new york, pennlake, dan great lakes.

Selada (Lactuca sativa) merupakan sayuran yang sering digunakan untuk menghias masakan. Selada dihidangkan sebagai pendamping makanan, seperti gado-gado, salad, burger, atau lalap. Harganya cukup bagus dan pemasarannya cukup mudah.
*Baca juga Dapatkan Manfaat Budidaya Oyong dengan Mulsa Plastik!!

Berikut beberapa tahapan yang perlu diperhatikaan saat hendak budidaya tanaman selada ini :

A. Memulai Usaha
- Siapkan lokasi usaha untuk budi daya.
- Tanam biji dengan cara disemaikan terlebih dahulu atau langsung pada lahan penanaman.
- Untuk yang disemai, biji ditebar di lahan persemaian hingga tumbuh selama 3 minggu, lalu dipindahkan ke lahan penanaman. Untuk 1 ha, dibutuhkan 250 g benih.
- Siapkan lahan. Caranya, cangkul lahan tersebut, lalu tambahkan pupuk kandang sebanyak 10 ton/ha. Buat bedengan selebar 1 m, lalu buat parit di antara bedengan.
- Pasang mulsa di atas bedengan.
- Tanam semaian selada dengan jarak tanam 20 cm x 25 cm.

B. Kendala
Budi daya selada membutuhkan perhatian khusus. Sering muncul serangan penyakit saat udara lembap.
Setelah panen, selada tidak tahan panas.

C. Strategi
- Lakukan perawatan dan pengobatan dengan baik agar hasilnya optimal.
- Tebarkan urea 200 kg, KCl 100 kg, dan TSP 100 kg per ha saat penanaman bibit.
- Lakukan perawatan, penyiangan, dan penyiraman tanaman.
- Lakukan pengobatan jika ada serangan penyakit.
- Panen setelah sekitar 3 bulan sejak penanaman. Dalam luasan 1 ha, tanaman dapat menghasilkan hingga 15 ton selada.
- Lakukan penanganan dengan baik setelah panen agar selada tidak rusak.

Demikianlah sedikit ulasan tentang tahapan menanam selada dengan plastik mulsa yang bisa kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Menyediakan Plastik Mulsa Untuk Pertanian Merk Kuda & Tembakau, Maupun Plastik Mulsa Untuk Tambak Merk Hercules. Harga Murah Langsung Pabrik!!

- Untuk pemesanan silahkan hubungi kami pada hari & jam kerja (Senin-Sabtu Pkl. 08.00-16.00 WIB) call/sms 081232584950 | 087702821277 | 085233925564.
 - Info harga terupdate tentang plastik mulsa bisa dicek DISINI

Senin, 29 Mei 2017

Dapatkan Manfaat Budidaya Oyong dengan Mulsa Plastik!!


Sayuran oyong atau gambas dengan nama latin Luffa acutangula atau ridged gourd ialah jenis sayuran yang tergolong dalam family Cucurbitaceae atua labu-labuan. Sayuran oyong ini berasal dari India dan menyebar ke pelosok negara termasuk Indonesia dan budidaya oyong bisa tumbuh baik di Indonesia. Sayuran oyong ini bentuknya panjang dengan kulit yang bergerigi lebih keras tetapi dibagian isinya lembut.

Budidaya oyong sangat prospektif untuk dijadikan usaha, karena permintaan di pasaran memang sangat tinggi. Apalagi jika hasil panen oyong lebih baik dari biasanya dan berkualitas, tentu akan memperoleh keuntungan yang lebih juga. Bagi sahabat yang berminat untuk budidaya oyong ini dengan hasil yang maksimal, silahkan simak cara budidaya oyong di bawah ini..

*Syarat Tumbuh Budidaya Oyong
Budidaya oyong dapat tumbuh pada dataran rendah hingga dataran tinggi, tempat budidayanya bisa dilakukan di ladang atau tegalan. Sama seperti tanaman labu-labuan lainnya, oyong juga tanaman bertipe merambat. Budidaya oyong dapat tumbuh baik di kondisi kering, dengan penyediaan air cukup di sepanjang musim. Suhu yang ideal untuk budidaya oyong ini berkisar 18-24°C, serta kelembaban 50-60%. Budidaya oyong hampir toleran terhadap semua jenis tanah. Agar memperoleh hasil budidaya yang maksimal, tanah untuk tanaman oyong harus subur, gembur, banyak mengandung humus, beraerasi dan berdrainase baik, dan memiliki tingkat pH antara 5,5-6,8. Jenis tanah yang paling baik untuk budidaya oyong yakni jenis tanah liat berpasir, misalnya tanah latosol, aluvial, dan podsolik merah kuning.
#Baca juga Apa Itu Tambak, Apa Pula Mnfaat Plastik Mulsa Untuk Tambak?

*Pembuatan Bibit untuk Budidaya Oyong
Untuk benih oyong bisa diperoleh dengan membiarkan oyong di pohon sampai kering pada umur sekitar 110 hari setelah penyemaian. Bisa dilihat dengan ciri sudah berwarna coklat, kering, dan biji berwarna hitam. benih dipisankan dari buah caranya dipotong melintang. Setelah dikeluarkan bijinya lalu biji dikeringkan sampai kadar air hanya 8%. Simpan pada wadah yang kedap udara. Kebutuhan benih rata-rata berkisar 5-10 kg/ Ha.

*Persemaian untuk Budidaya Oyong
Sebetulnya dalam budidaya oyong bisa dilakukan tanpa penyemaian terlebih dahulu. Namun, sebaiknya pembenihan tetap diakukan untuk bisa mengantisipasi penyulaman pada tanaman oyong yang gagal tumbuh atau mati. Proses persemaian dapat dilakukan di polybag dengan diisi 2 benih/polybag. Media semai ialah capuran pupuk dasar berupa pupuk kandang dan perbandingannya 1:1. Bibit dapat dipindahkan ke tanah tanam setelah bibit mencapai umur 15 – 21 hari yang telah mempunyai 3–5 helai daun.

*Persiapan tanah Budidaya Oyong
Persiapan tanah untuk budidaya oyong dapat dilakukan dengan menggemburkan tanah secara membajak atau mencangkul tanah tanah dengan kedalaman 20cm-30cm, lalu tambahkan pupuk dasar dari pupuk kandang berkisar 20 ton /Ha atau bokasi 2-3 ton/ha. Kemudian tanah dibuatkan bedengan atau guludan dengan tinggi bedengan 25 – 30 cm, lebar bedengan 80 – 90 cm, jarak antar bedengan  50 – 60cm. Jarak antar bedengan berfungsi untuk drainase, melakukan perawatan dan pemanenan. Bentuk bedengan dibuatkan melengkung, lalu bedengan ditutup dengan mulsa/plastic dengan ukuran mulsa/plastic  110co – 120 cm. Penutupan mulsa berfungsi agar kelembaban tanah tetap terjaga, dapat mengurangi pertumbuhan gulma dan mengurangi penyebaran hama dan penyakit .

*Penanaman Budidaya Oyong
Setelah bibit siap dipindahkan, dan pengotanah tanah telah selesai, langkah selanjutnya adalah penanaman budidaya oyong. Pertama-tama buat lubang tanam pada bedengan dengan jarak lubang berkisar 20 x 10cm. Pindahkan bibit oyong dengan hati-hati dari persemaian ke lubang tanam. Ratakan tanah dan jangan terlalu padat. Lalu setelah ditanam lakukan penyiraman agar tanaman bisa beradaptasi dengan cepat dilingkungan barunya.

*Pemupukan Budidaya Oyong
Pemupukan Dasar untuk Budidaya Oyong (pada saat olah tanah/pembuatan bedengan)
Pemupukan dasar pada budidaya oyong dipadukan pada saat pengotanah tanah bedengan, hal ini bertujuan menambah nutrisi-nutrisi baik pada tanah untuk pertumbuhan budidaya oyong. Berikut kita berikan 2 cara untuk pemupukan dasar pada budidaya oyong. Bisa memakai cara pemupukan dasar budidaya oyong secara organik ataupun pemupukan dasar budidaya oyong secara kimia. Kedua cara tersebut sama saja, Namun lebih bagus memilih organik karena lebih alami. Sahabat Tani Organik dapat memilih salah satunya sesuai keinginan.
#Harga plastik mulsa terupdate bisa Anda lihat DISINI

*Penyiraman pada Budidaya Oyong
Penyiraman bisa dilakukan di waktu pagi dan sore hari. Namun apabila pada musim hujan, penyiraman dapat kurangi menjadi 1 kali saja.

*Penyiangan pada Budidaya Oyong
Penyiangan gulma yang dilakukan yakni dengan membersihkan gulma atau rumput liar yang tumbuh disekitar budidaya oyong atau gambas, karena gulma akan berakibat buruk bagi pertumbuhan budidaya oyong.

*Pendangiran pada Budidaya Oyong
Pendangiran juga perlu dilakukan agar tanah dapat gembur kembali yang diakibatkan oleh hujan lebat yang membuat tanah menjadi padat. Dalam melakukan pendangiran tanah harus benar-benar agak kering.

*Penyulaman pada Budidaya Oyong
Penyulaman yang dilakukan adalah mengganti tanaman yang rusak atau tanaman oyong yang mati. Penyulaman ini bisa dilakukan pada minggu pertama setelah bibit ditanam sebab dari total tanaman yang ditanam selalu ada tanaman oyong yang gagal tumbuh sehingga dilakukanlah penyulaman dengan harapan tidak mengurangi populasi pertumbuhan budidaya oyong.

*Penjarangan pada Budidaya Oyong
Dalam penjarangan dilakukan dengan bertahap sehingga dapat mencapai jarak yang dibutuhkan serta jumlah tanaman pada setiap lubangnya. Penjarangan bertujuan untuk mengurangi kompetisi antar tanaman oyong dalam penyerapan nutrisi atau unsur hara serta air.

*Pemupukan Susulan pada Budidaya Oyong
Pemupukan susulan dalam budidaya oyong dapat dimulai sektika tanaman berumur 7-10 HST, dan dilakukan secara rutin 7-10 hari selanjutnya tergantung kesuburan tanaman.

*Pemasangan Ajir pada Budidaya Oyong
Pemasangan ajir dapat dilakukan saat budidaya oyong berumur 2 minggu. Tanaman oyong ialah tanaman merambat sehingga pemasangan ajir ini perlu dilakukan yang dapat membantu perambatan tanaman oyong agar perambatannya tidak bebas kemana saja serta dalam melakukan perawatan dan pertumbuhannya menjadi mudah. Ajir ini bisa terbuat dari bambu yang tipis dengan panjangnya sekitar 1,5 m dan lebar 15 cm.

*Pengikatan Batang Oyong pada Budidaya Oyong
Pengikatan oyong ini bertujuan agar batang budidaya oyong bisa tumbuh lurus pada ajir dan tidak merambat pada pada tanaman lain. Dalam melakukan pengikatan jangan terlalu keras, sisakan ruang untuk tumbuh dan bergeraknya batang.

*Panen Budidaya Oyong
Budidaya oyong mulai dapat dipanen setelah berumur 40 – 70 hari dari awal tanam. Buah oyong yang siap panen memiliki ciri ukurannya yang besar, tidak berserat, belum terlalu tua dan rentan dipatahkan.
Panen budidaya oyong ini dapat dilakukan berkali-kali, lakukan pengemasan dan pastikan pengemasan dilakukan dengan baik dan hati-hati sebab buah oyong ini sangat mudah rusak. Setelah panen buah oyong disimpan pada tempat bersuhu ideal yakni 16 – 20ÂșC.

Kamis, 25 Mei 2017

Apa Itu Tambak, Apa Pula Manfaat Plastik Mulsa Untuk Tambak?


Tambak dalam dunia perikanan ialah kolam buatan, umumnya di daerah pantai, yang berisi air serta dipergunakan untuk sarana budidaya di perairan (akuakultur). Hewan yang dikembangbiakkan ialah hewan air, salah satunya ikan, udang, dan juga kerang. Penyebutan "tambak" ini umumnya dikaitkan dengan air payau atau pun air laut. Kolam yang diisikan air tawar umumnya disebut kolam atau juga empang.

Keadaan bawah dasar tambak tergolong suatu keadaan fisik dasar tambak serta juga proses rule terjadi di dalamnya baik itu terkait fisika, biologi, kimia maupun ekologi baik secara langsung atau secara tak langsung juga ikut terpengaruh pada kelangsungan budidaya udang ataupun organisme lain pada suatu keterkaitan ekosistem pada perairan tambak.

*Baca juga Hal Yang Wajib Anda Terapkan, Saat Budidaya Ikan Kakap!

Kebanyakan, tambak atau kolam buatan ini juga sering dipasangi plastik mulsa untuk budidaya ikan dan juga udang. Nah, berikut ini akan membahas tentang metode serta cara dan langkah pemasangan plastik mulsa pada tambak sebab hal ini wajib dilakukan.

Cara Pemasangan Plastik Mulsa Pada Tambak Secara Benar
Terdapat beberapa cara pemasangan mulsa plastik pada tambak, yaitu:
1. Pemasangan mulsa secara menyeluruh, yang mana semua area tambak diberi plastik mulsa, yaitu dasar, tanggul serta lereng tambak.
2. Pemasangan mulsa cuma pada lereng tambak.
3. Pemasangan hanya cuma di dasar tambak.
4. Pemasangan mulsa pada lereng serta tanggul tambak.
5. Mulsa yang digunakan saat budidaya dapat dipakai dua kali masa budidaya, namun, wajib berhati-hati saat menjaga/meminimalisir kerusakan pada saat masa budidaya serta ketika masa pemanenan.

Mulsa tambak terbagi menjadi 2 lapisan, yakni lapisan yang berwarna yaitu perak pada bagian atas serta warna yaitu hitam pada bagian bawah dengan artian warna perak pada mulsa bakal memantulkan lagi sinar matahari jadi langkah fotosintesis bakal lebih bagus, keadaan tambak yang cukup lembab, mengurangi adanya penyakit. Dan jika warna hitam pada mulsa bakal menyerap suhu panas jadi pada di dasar tambak akan jadi hangat. Tak hanya itu warna hitam juga mencegah cahaya matahari  menembus masuk kedalam tanah.

*Jangan lewatkan info terupdate tentang harga plastik mulsa dari kami, selengkapnya bisa Anda klik DISINI 

Pemasangan mulsa tambak baiknya dikerjakan ketika panas matahari terik supaya plastik mulsa bisa memuai jadi menutupi tambak secara baik. Langkah pemasangannya dapat dikerjakan oleh 6-8 orang untuk luas 1 Hektare. caranya tarik tiap ujung mulsa, pasangkan salah satu ujung pakai pasak penjepit mulsa (umumnya dipakai bambu yang dibentuk seperti staples/huruf U) selanjutnya kerjakan hal yang sama pada ujung satunya. Sesudah kedua ujung mulsa terpasang kuat, dengan cara bersamaan tarik mulsa pada kedua sisi tiap meternya dengan cara bersamaan.

Sambungkan kedua sisi mulsa secara bedengan menggunakan pasak penjepit tadi jadi semua sisi mulsa tersambung rapat pada bedengan. Semua permukaan tambak wajib tertutup secara rapat, dengan cara menaruh plastik mulsa dengan cara tumpang tindih dengan lebar tempat yang tumpang tindih 10 hingga 15 cm. Sesudah itu bagian tengah mulsa yang ditumpang tindih dijepit menggunakan bilah bambu yang utuh serta selanjutnya diperkokoh pakai pasak penjepit bentuk stapler/huruf U supaya tak ada celah ataupun rongga.

Rabu, 17 Mei 2017

4 Panduan Sederhana Budidaya Buncis Agar Hasil Panen Melimpah Ruah!

Buncis merupakan sayuran yang banyak mengandung protein serta vitamin yang membantu menyeimbangkan tekanan darah serta metabolisme gula dalam darah yang sesuai dengan apa yang dikonsumsi oleh mereka bagi yang memiliki penyakit diabetes ataupun hipertensi.

1. Penyiapan Benih
Budidaya buncis dapat dikembangbiakkan pakai biji yang diseleksi dari tumbuhan yang sehat serta subur. Langkah menyeleksinya berdasarkan pada bedengan yang paling baik untuk tempat/lahan buncis tumbuh. Kenapa? Sebab langkah pemilihan tanaman yakni menurut bedengan, bertujuan supaya proses penuaan tak menganggu tumbuhan lainnya. Kalau seleksi benih ditentukan berdasarkan individu tumbuhan jadi bakal terjadi kegagalan saat panen pada individu lainnya yang berkembang biak pada bedengan yang persis.

Pilihlah buncis yang besar serta memiliki bentuk sempurna. Selanjutnya jemur buncis pada panasnya matahari sampai kering, umunya 1-2 hari. Sesudah kering, kupas dan buka kulit buahnya serta ambil bijinya.

*Baca juga Tahapan Budidaya Tanaman Lada, Dari Proses Awal Hingga Akhir!

Jika sudah, berikutnya simpan benih di dalam botol kaca yang sudah bersih. Sesudah botol telah terisi penuh dengan benih, tutupi mulut botol memakai abu kayu pada bagian atas. Faedah dari abu kayu sendiri untuk media penutup botol guna menyerap kelembaban. Jadi lingkungan didalam botol dapat kering tetapi masih bisa terjadi adanya pertukaran pada udara.

2. Penanaman Benih
Tips terefektif saat budidaya buncis ialah menanamnya memakai biji secara langsung tanpa melalui proses penyemaian dahulu. Letakkan biji buncis ke dalam lubang yang sudah disediakan. Isikan tiap lubang yakni 2 biji buncis. Selanjutnya tutup kembali menggunakan tanah, lalu siram dengan teratur jika keadaan tanah kering.

Keperluan benih buncis ialah 50 kg per hektarnya. Buncis bakal tumbuh kecambah ketika 3-7 hari sesudah masa tanam. Saat hari ke-7 umumnya kecambah sudah tumbuh secara bersamaan.

3. Perawatan Tanaman
Untuk tahap perawatan yang dibutuhkan ketika budidaya buncis yakni antara lain : penaikan tanah, pemasangan lenjer bambu serta tahap pemupukan susulan.

Buncis ialah tumbuhan yang dapat bertahan dari kekeringan, maka kita tak harus menyiramnya tiap-tiap hari. Walaupun hujan cuma turun sekali dalam seminggu, tanaman ini masih dapat berkembang secara baik. Proses penyiraman cuma dikerjakan jika keadaan kekeringan mulai cukup parah.

Lalau sekitar 2 minggu sesudah masa tanam, tinggikan volume tanah yang ada disekitar tanaman. Tujuannya supaya tanah dapat menutupi bagian akar yang tumbuh keluar serta memperkokoh bagian akar. Tak hanya itu, peninggian pada tanah dimaksudkan guna menyiangi tumbuhan dan hama penggangu.

Pasangkan pada tanaman buncis yaitu lenjer bambu maupun pengajiran yang dapat dikerjakan sesudah masuk minggu ke-2. Letakkan lenjer bambu dengan panjang sekitar 2 meter, selanjutnya pasangkan tiap 4 lenjer di pangkal ujung atas.

*Jangan lewatkan harga terupdate prodak-prodak pertanian dari kami, info harga selengkapnya bisa Anda klik DISINI

4. Masa Panen
Tanaman buncis sudah berbunga ketika berusia 40 hari sesudah masa tanam. Saat berusia 50 hari, tanaman ini telah dapat dipanen.

Buncis dapat dipanen 2 kali sehari memakai cara dipotong/pangkas. Cara pemotongan wajib dikerjakan secara hati-hati dan teliti agar bunga tak berjatuhan.
Pemanenan dapat dikerjakan sampai 10 kali. Umunya saat panen pertama serta kedua hasilnya mencapai angka 2-4 ton tiap hektarnya. Ketika panen selanjutnya sampai panen kelima bakal menduduki puncaknya kemudian menurun sampai masa panen usai. Total keseluruhan hasil panen buncis, dapat mendekati angka 48 ton per hektar. Wow angka yang banyak kan?

Bagaimana, cukup mudah bukan? Anda ingin membudidayakan tanaman buncis juga, boleh mengikuti langkah-langkah diatas. Semoga membantu.

Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Buncis
http://alamtani.com/budidaya-buncis-organik.html

Senin, 08 Mei 2017

Tahapan Budidaya Tanaman Lada, Dari Proses Awal Hingga Akhir!



Lada ialah sebuah tumbuhan yang memiliki kandungan kimia tinggi, misalnya minyak lada, minyak lemak, dan juga pati. Lada mempunyai rasa lumayan pahit, pedas, hangat, serta sedikit antipiretik. Biasanya masyarakat cuma mengenal lada putih serta lada hitam yang kadang sering digunakan untuk bumbu dapur.

Berikut ini tahapan budidaya tanaman lada :

1. Persiapan Bibit

Bibit lada bisa didapatkan dengan cara memperoleh bibit dari indukan tumbuhan lada yang kondisinya sehat, memiliki produksi tinggi, kuat akan hama serta penyakit sudah berusia kurang lebih 1 tahun, lalu pangkas batang sekitar 10-20 cm menggunakan ruas (1-3 buku/ruas) secara rapat.

Berikutnya tanam bibit ke dalam polybag berukuran (15 cm x 10 cm ) yang berisi bahan organik memakai perbandingan (2:1:1). Langkah selanjutnya letakkan bibit stek ke tempat/ruangan yang teduh serta mendapat sinar matahari, kerjakan penyiraman pagi serta sore hingga bibit stek lada tumbuh 2-3 helai daun dapat langsung diaplikasikan guna ditanam.

*Baca Juga : Berbagai Hama & Penyakit Pada Tomat, Serta Cara Penanganan Tepatnya!

2. Persiapan Lahan

Langkah ini dapat dimulai dengan cara meratakan, membersihkan serta menggemburkan dari semak belukar serta gulma baik memakai cangkul maupun mesin bajak. Lalu tahapan akhir diamkan lubang tanam pada lahan yang akan digunakan selama 15-20 hari sebelum dikerjakannya proses penanaman.

3. Persiapan Tanam


Tahap penanaman diawali dengan menyediakan bibit lada di area/lahan penanaman lada, menggunakan jarak tanam (2,5 m x 2,5 m) diikuti pula tajar hidup, proses dimulai dengan membuka polybag serta meletakkan bibit stek ke lubang terus padatkan, lalu sediakan naungan yang terbuat dari alang-alang di bagian tajar hidup, jadi bibit lada terlindung. Penanaman bibit lada disarankan ketika sore hari sebab sinar matahari tak terlalu panas serta menyengat.

*Baca Juga : Tips Budidaya Udang Galah, Praktis & Menguntungkan!

4. Pemupukan

Pemberian pupuk dikerjakan 3x pada tanaman lada berusia sekitar 1 tahun, pemupukan awal memerlukan dosis 650 gram NPK/tanaman, pemupukan berikutnya memakai dosis 450 gram NPK/tanaman, serta pemupukan ketiga yakni 350 gram NPK/tanaman. Pemberian pupuk dikerjakan dengan mengikis permukaan tanah secara memutar lalu letakkan pupuk tersebut dan jika sudah tutup kembali.


5. Pemanenan

Masa panen tanaman lada dikerjakan ketika lada berusia 34 - 36 bulan atau (3 tahun kurang) dapat ditandai dengan adanya tangkai berwarna kekuningan serta ada buah yang matang berwarna kuning/merah, berikutnya kerjakan langkah pemetikan lada, lalu kerjakan langkah pengeringan sekitar 5 - 7 hari dibawah panasnya sinar matahari secara langsung memakai terpal, sesudah lada kering kerjakan tahap penyortiran dari tangkai, batu serta kotoran lain. Tahap akhir ialah pengemasan serta penyimpanan lada.

Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Lada
http://www.seputarpertanian.com/2016/05/panduan-teknis-budidaya-tanaman-lada.html

Rabu, 03 Mei 2017

Berbagai Hama & Penyakit Pada Tomat, Serta Cara Penanganan Tepatnya!


Dalam ilmu pertanian, hama ialah organisme pengganggu serta pengacau bagi tumbuhan yang menyebabkan kerusakan fisik, serta seluruh hewan yang mengakibatkan kerugian pada sektor pertanian.

Penanganan hama serta penyakit ini ialah aspek yang amat penting saat mengembangbiakkan tomat. Serangan hama serta penyakit bakal membuat turunnya produktivitas panen tomat bahkan dapat mengakibatkan kematian pada tanaman tomat.


Berikut ialah cara tepat pengendalian hama dan penyakit tanaman tomat, yakni sebagai berikut :

- Hama Tanaman Tomat -
1. Ulat tanah
Gejala : hama ini di tandai terpangkasnya tumbuhan pada bagian pangkal batang, yang bakal menyebabkan tumbuhan layu/mati serta rusak.

Penanganan :
Mengerjakan langkah sanitasi kebun ataupun area lahan.
Lakukan langkah penyemprotan menggunakan insektisida dengan dosis yang sesuai.

*Baca Juga : Menarik Trik Menguntungkan Budidaya Sawi Daging !!

2. Ulat buah tomat
Gejala : gejala serangan ini di tandai dengan terdapatnya buah yang memiliki banyak lubang, serta berwarna kehitaman ataupun kecoklatan. Hal semacam ini bakal menyebabkan buah menjadi busuk serta gagal panen.

Penanganan :
Pada proses pembuangan buah yang terjangkit, jauhkan dari tumbuhan lainnya.
Lakukan penyemprotan menggunakan insektisida dengan dosis yang sesuai.

3. Kutu kebul
Gejala : serangan ini di tandai munculnya bercak di permukaan pada daun, bercak yang berwarna hitam ataupun kecoklatan, jadi daun akan rusak ataupun tidak rapi serta menyebabkan tumbuhan bakal mati dengan cepat.

Penanganan :
Mengerjakan langkah pemotongan tumbuhan yang terjangkit.
Menerapkan langkah penyemprotan menggunakan insektisida dengan dosis yang sesuai.

4. Ulat grayak
Gejala : penyerangan tanaman padat tandai dengan permukaan daun bagian atas bakal berlubang serta tulang daun bakal rusak. Jadi daun menjadi tidak rata.

Penanganan :
Mengerjakan langkah pemangkasan daun yang terjangkit.
Lakukan tahap penyemprotan menggunakan insektisida dengan dosis yang sesuai.

- Penyakit Tanaman Tomat -
1. Rebah kecambah
Gejala : penyerangan penyakit ini di tandai dengan munculnya kerusakan pada bagian batang menjadi sedikit berair, tanaman layu, serta pula bagian yang terserang atau terjangkit tadi bakal gampang layu dan mati.

Penanganan :
Mengerjakan langkah sanitasi kebun.
Mengerjakan langkah pemangkasan pada bagian yang diserang.
Menerapkan tahap penyemprotan fungisida dengan dosis yang sesuai.

2. Busuk daun
Gejala : penyerangan ini di tandai dengan munculnya bercak berwarna hitam ataupun berwarna kecoklatan yang tidak rata/beraturan pada daun serta daun bakal cepat mengering lalu mati.

Penanganan :
Dapat dengan cara mengurangi kadar kelembapan pada area lahan atau kebun.
Mengerjakan langkah pemangkasan pada bagian yang terserang
Menerapkan langkah penyemprotan fungisida dengan dosis yang pas.

3. Busuk buah
Gejala : Penyerangan dapat di tandai dengan munculnya bercak-bercak kecil membulat, berair, serta cekung. Lalu buah yang terserang bakal gampang busuk serta berjatuhan.

Penanganan :
Buanglah buah yang telah terkena serangan penyakit.
Lakukan langkah penyemprotan menggunakan fungisida dengan dosis yang sesuai.

4. Layu fusarium
Gejala : penyerangan penyakit ini di tandai dengan adanya daun layu serta semua bagian layu. Jadi bakal menyebabkan layu dan matinya tanaman.

*Baca Juga : 12 Jenis Hama yang Sering Menyerang Tanaman Hias Serta Cara Pengendaliannya

Penanganan :
Mengerjakan langkah sanitasi kebun ataupun area lahan.
Menjauhkannya dengan menggunakan penyemprotan fungisia secara teratur.

5. Bercak bakteri
Gejala : penyerangan penyakit ini di tandai dengan adanya daun yang terjangkit bakal keriting serta mengering. Lalu batang yang terjangkit bakal cepat layu dan mati.

Penanganan :
Penentuan serta pemilihan bibit dengan kualitas unggulan.
Menerapkan tahap sanitasi kebun ataupun area lahan.
Melakukan langkah penyemprotan bakterisida dengan dosis yang tepat.

Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Hama
http://fredikurniawan.com/pengendalian-hama-dan-penyakit-tanaman-tomat/

Jumat, 28 April 2017

Tips Budidaya Udang Galah, Praktis & Menguntungkan!



Udang merupakan binatang yang hidup dan ada di perairan, umumnya sungai, laut, atau juga danau. Udang bisa dijumpai pada hampir seluruh "genangan" air yang berdiameter besar baik itu air tawar, air payau, ataupun air asin di kedalaman beragam, dari dekat permukaan sampai beberapa ribu meter pada bawah permukaan.

Pelestarian udang galah dapat dilaksanakan pada kolam ataupun tambak darat. Ketika sekarang kegiatan pembesaran udang galah telah melebar keberbagai penujuru daerah, yakni seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur serta Bali. Guna menunjang kesuksesan kegiatan budidaya jadi diperlukan teknologi yang sesuai sama kebutuhan serta skala usaha yang dipunyai oleh pembudidaya.

*Jangan lewatkan Keuntungan Penggunaan Mulsa Plastik Pada Budidaya Udang Vaname

Proses mengawali budidaya udang galah yaitu :
1. Lokasi Budidaya
Perencanaan pembangunan area budidaya wajib mengikuti persyaratan yakni : lahan bebas banjir serta pencemaran, macam tanah liat berpasir, kolam dibangun pada ketinggian sekitar 0-700 meter dpl.
Air tersedia pada setiap tahun, terhindar dari polusi, peraliran air wajib bagus, terhindar pencemaran, terbebas dari polusi. Angka air yang dirasankan 0,5-1 liter per detik guna luasan kolam 300-1.000 m2.

2. Bahan & Alat
Semacam budidaya di kolam pada biasanya, perlengkapan yang biasanya dipakai yakni : alat pengangkat benih, serok, seser, ember, timbangan, ayakan/adukan lembut dari kain, cangkul.

3. Pengelolaan air
Sirkulasi atau jalan air yang baik memang penting pada pengerjaan budidaya udang galah. Seharusnya air dikolam wajib mengalir. Untuk kolam budidaya dengan media yang tak mengalir mutu air lebih menurun sesudah satu bulan tahap pemeliharaan. Untuk mencegahnya bisa dikerjakan penggantian air sekitar 30-50% dengan air yang baru.

4. Pencegahan Hama & Penyakit
Terdapat hama serta penyakit dipilih dengan pengecekan yang dikerjakan secara visual pada organisme pengacau baik yang bersifat predator ataupun kompetitor.
Hama yang sering mengacau dikolam budidaya yakni ikan-ikan liar yang masuk kolan tidak sengaja seperti contoh ikan lele, gabus, serta lain-lain. Guna menghindari masuknya hewan pemangsa tersebut dibutuhkan saringan pada pintu masuk serta pengeluaran air kolam berupa hapa yang dibuat dari jaring pada mesh size 0,2 mm. Pada proses pembesaran dibutuhkan pengecekan kesehatan yang dikerjakan seperti berikut :
Pengambilan contoh guna pengujian keadaan udang galah (Macrobrachium rosenbergii) dikerjakan dengan acak dengan angka udang sesuai dengan keperluan guna pengamatan visual ataupun mikroskopik.

*Menerima pemesanan mulsa tambak dengan ukuran sesuai permintaan Hub. 081232584950 / 085233925564 / 087702821277

5. Masa Panen
Udang galah bisa dipanen sesudah 4 - 6 bulan, atau juga lebih, sesuai ukuran udang yang diperlukan oleh konsumen. Umumnya udang galah bisa langsung dijual sesudah mencapai ukuran hingga 20 – 25 gram/ekor, namun makin besar ukuran udang harganya pun semakin mahal atau tinggi.