Selasa, 17 Oktober 2017

Tips Lengkap dan Terjitu Cara Budidaya Lobak, Yang Jarang Diketahui!

Lobak ialah tanaman yang tergolong ke dalam keluarga Cruciferae. Bentuk lobak sama dengan wortel, namun isi serta kulitnya memiliki warna putih. Tumbuhan lobak ini berasal dari kota Tiongkok, serta sudah banyak dibisniskan di Indonesia. Lobak cukup gampang ditanam baik itu wilayah dataran rendah ataupun pegunungan.

1. Varietas Lobak
Tumbuhan lobak bisa dibedakan menjadi beberapa macam jenis, antara lain :

- Lobak Putih
Bentuk umbinya bulat panjang, pangkalnya runcing, berwarna putih.

- Lobak Hitam
Bentuk umbinya kerucut terbalik. Berwarna hitam / abu-abu pada bagian kulitnya.

2. Cara Menanam Lobak
Penanaman lobak yang benar dibagi menjadi beberapa tahapan, antara lain :

- Pengolahan Tanah
Bajak serta dicangkul tanah dengan sebaik-baiknya, kalau harus ditambahkan juga pupuk organik didalamnya. Selanjutnya buat bedengan yang dilengkapi juga dengan alur membujur ke Barat-Timur memakai jarak antar alur sekitar 30 cm.

- Penanaman Bibit
Biji lobak bisa segera ditanam pada bedengan tanpa perlu disemaikan lebih dulu. Biji tersebut disebarkan tipis serta rata di sepanjang alur yang sudah disiapkan, selanjutnya tutup memakai tanah halus serta tipis saja. Umumnya 4 hari kemudian biji yang sebarkan itu telah nampak tumbuh.

BACA JUGA


3. Pemeliharaan Lobak
- Penjarangan
Proses ini dikerjakan jika pohon lobak telah mencapai ketinggian sekitar 5 cm.

- Penyiangan & Pendangiran
Ketika mengerjakan penjarangan, sekaligus juga kerjakan langkah penyiangan pada rumput liar serta pendangiran supaya tanah selalu gembur. Sesudah dijarangkan batang pada lobak butuh untuk dibumbun.

- Penyiraman
Langkah penyiraman pada tanaman lobak dikerjakan kalau udara jadi amat panas, jadi tanah akan kering.

- Pemupukan
Pupuk yang digunakan ialah campuran antara ZA serta DS memakai perbandingan sekitar 1 : 2. 1 kwintal ZA serta 2 kwintal DS bisa dimanfaatkan guna memupuk seluas 1 ha. Baiknya pemupukan dikerjakan bersamaan proses menyiang.

4. Pemanenan Lobak
Usia panen tanaman ini ialah berkisar 40 – 60 hari. Langkah memanennya dikerjakan dengan mencabuti semua batangnya. Pemungutan hasil yang telat bakal membuat umbinya memiliki rasa yang tidak enak.

Senin, 09 Oktober 2017

Rahasia Panen Maksimal Dengan Metode Penanaman Yang Benar

Di dunia ini memiliki kebutuhan akan pangan sangatlah tak terhingga. Hal ini pun membuat kita sebagai manusia harus bisa memanfaatkan apa yang telah diberikan oleh alam. Kita juga harus mampu mengelola hal tersebut supaya dapat memenuhi kebutuhan seluruh umat manusia. Oleh karena itu memiliki usaha di bidang pertanian tidaklah mudah, kita perlu mengetahui ilmu pengetahuan tentang pertanian.

Supaya dapat menghasilkan panen yang maksimal, kita perlu mengetahui cara bagaimana menjalaninya. Kita perlu mengetahui bagaimana cara menanamnya, bagaimana melindungi tanamannya, sampai bagaimana mengelola hasil panennya. Di tambah lagi, banyak orang yang ingin mengkonsumsi hasil panen tersebut dengan kualitas yang bagus dan juga masih Fresh. Dan juga kebutuhan akan hasil pertanian tersebut tentu sangatlah banyak. Oleh karena itu para pengusaha dan para petani perlu suatu produk yang dapat membantu meningkatkan produksi dari hasil pertanian tersebut. Namun tenang saja, karena saat ini sudah ada produk yang dapat membantu para petani untuk mengatasi hal yang telah disebutkan, yaitu dengan penggunaan Mulsa. Apa itu Mulsa? Dan apa saja manfaatnya? Berikut akan kami jelaskan.

BACA JUGA
Menanam Bawang Merah Organik Menggunakan Plastik Mulsa
Begini Cara Menanam Buah Semangka Yang Benar
Cara Pemasangan Plastik Mulsa Hitam Perak Pada Tanaman Cabe (Cabai)
Jual Mulsa Plastik Hitam Perak Harga Paling Murah Cap Montana dan Tembakau

Mulsa adalah mekanisme yang digunakan untuk mengurangi tanaman pengganggu dengan menghalangi hilangnya air karena adanya penguapan. Mulsa sendiri terdiri dari 3 macam yang pe rlu kita ketahui, yaitu :
• Mulsa Organik, Mulsa jenis ini terbuat dari semua bahan sisa pertanian yang secara ekonomis kurang bermanfaat seperti jerami padi, batang jagung, batang kacang tanah, daun dan pelepah daun pisang, daun tebu, alang-alang dan serbuk gergaji.

• Mulsa Anorganik, Mulsa jenis ini terbuat dari bahan bebatuan dalam berbagai bentuk dan ukuran, contohnya seperti batu kerikil, batu koral, pasir kasar, batu bata, dan batu gravel. Untuk tanaman semusim, bahan mulsa ini jarang sekali digunakan. Bahan mulsa ini biasanya sering digunakan untuk tanaman hias dalam pot.

• Mulsa Kimia – Sintetis, Mulsa jenis ini terbuat dari bahan – bahan plastik dan bahan – bahan kimia lainnya. Bahan – bahan plastik ini memiliki bentuk lembaran dengan daya tembus sinar matahari yang beragam. Bahan plastik yang saat ini sering digunakan yang sering digunakan sebagai bahan mulsa adalah plastik transparan, plastik hitam, palstik perak, dan plastik perak hitam
Saat ini jenis Mulsa yang banyak digunakan adalah Mulsa Plastik.

Dan kami adalah salah satu dari Pabrik dan Distributor Mulsa plastik dengan harga yang murah. Mulsa Plastik yang kami jual ada 4 macam, yaitu :
• Mulsa Plastik Putih (MPP), Mulsa ini memiliki daya pantul sekitar 45%, sehingga 55% cahaya matahari yang dipantulkan dan di serap secara langsung ataupun tidak langsung oleh mulsa plastik jenis ini nantinya akan berinteraksi langsung ke tanah. Selain itu juga dapat menurunkan suhu tanah, dan dapat menambah jumlah cahaya matahari yang di terima ke tanaman. Hal ini akan sangat membantu tanaman dalam melakukan fotosintesis. Oleh karena itu, Mulsa Plastik jenis ini sangat cocok untuk budidaya semangka, melon, serta berbagai jenis cabai hibrida dan terong-terongan.

• Mulsa Plastik Transparan (MPT), Mulsa plastik Jenis ini memiliki daya pantul rendah dibandingkan dengan plastik mulsa hitam, namun cahaya yang di teruskan ke tanah lebih besar. Oleh karena itu MPT memiliki efek menaikkan suhu tanah. MPT sangat cocok diterapkan pada tanaman-tanaman yang ada di dataran rendah yang ingin dibudidayakan.

• Mulsa Plastik Hitam (MPH), Mulsa jenis ini memiliki daya serap matahari yang bisa mencapai 90,5%, dari jumlah cahaya matahari yang datang. Cahaya yang diserap tersebut nantinya akan dipantulkan dalam bentuk panas ke segala arah, termasuk ke tanah. Penerapan mulsa jenis ini dapat dilakukan pada bawang merah dan asparagus di dataran tinggi.

*INFO HARGA MULSA PLASTIK TERLENGKAP & TERUPDATE

• Mulsa Plastik Perak Hitam (MPPH), Mulsa Plastik jenis ini dapat menyebabkan cahaya matahari yang dipantulkan cukup besar, bahkan lebih tinggi dari Mulsa Plastik Putih. Efeknya, cahaya matahari yang dipantulkan cukup besar. Di lain pihak, permukaan hitam dari MPPH ini akan menciptakan cahaya matahari yang di teruskan menjadi sangat kecil, bahkan mungkin nol. Keadaan ini akan menyebabkan suhu tanah akan tetap rendah.

Itulah pengetahuan tentang Mulsa dan Mulsa Plastik. Untuk anda yang ingin memesan Mulsa Plastik Hitam Perak Anda bisa memesannya kepada kami. Kami adalah Distributor produk-produk untuk pertanian, salah satunya adalah Mulsa Plastik ini. Untuk info lebih lanjut hubungi SMS/Call/WA: 0852.3392.5564 / 08123.258.4950 / 0877.0282.1277.

Selasa, 03 Oktober 2017

Pernah Gagal Dalam Budidaya Cabe?? Begini Solusinya

Ancaman para petani cabai (atau cabe) yang paling sering terjadi adalah layu fusarium. Ancaman fusarium hampir menyeluruh terjadi pada para petani cabai. Paling umum menyerang lahan terbuka, dan tidak jarang masuk ke lahan greenhouse.
Serangan layu fusarium memang menakutkan. Potensinya adalah gagal panen, dan petani hanya dapat mengelus dada “sabar.. sabar.. sabar Ya Allah”. Begitulah sulitnya bertani cabai. Meskipun fungisida dilakukan berkali-kali, semakin bertambah banyak biaya perawatan dan bertambah banyak lagi, semua belum menjamin fungisida berhasil. Layu Fusarium akibat jamur terus saja menyebar hingga keseluruhan tanaman cabai layu dan mati.

Sebenarnya Apa itu Layu Fusarium?

Untuk memudahkan pemahaman kita semua tentang penyakit cabai yang mematikan ini, mari kita simak poin-poin tentang penyakit Layu Fusarium.
- Disebabkan oleh jamur/cendawan patogen, gejalanya hampir mirip dengan layu Verticillium.
- Menyerang tanaman cabai, tomat, mentimun, melon, paprika, terong, kentang, kacang-kacangan, cucurbits, asparagus, ubi jalar, tembakau, pisang, bunga hias, tumbuhan herba, dan banyak lagi
- Pada tanaman cabai, jenis penyerangnya adalah Fusarium oxysporum atau disingkat F. oxysporum. Spesiesnya dibagi lagi berdasarkan tanaman inang yang bersangkutan, yang dikenal dengan forma specialis
- Patogen fusarium umumnya berawal dari tanah, masuk dan menyerang tanaman cabai  dari akar, bergerak naik ke batang dan jaringan daun.
- Patogen fusarium menutup pembuluh tanaman. Akibatnya nutrisi macet, tanaman cabai jadi kelaparan.
- Efeknya tanaman menjadi dehidrasi, kelaparan, layu, tidak dapat mengalirkan air ke seluruh tubuh tanaman.
- Tanaman layu, daun menguning, nekrosis, rontok, daun dan buah berguguran, batang jadi coklat, ranting lemas, sekarat dan mati.
- Pada manusia, kita bisa menyamakan dengan penyakit stroke. Jika pada manusia disebabkan oleh kolesterol jahat, maka pada tanaman cabai disebabkan oleh Patogen fusarium.
- Tanda atau gejala ini biasanya dapat dilihat ketika tanaman cabai terlihat segar pada pagi atau sore hari, namun tiba-tiba layu pada siang terik. Nampak segar lagi pada sore saat disiram. Hal ini terjadi karena adanya gangguan pada pembuluh tanaman.
- Cendawan fusarium sangat mudah menyebar melalui alat berkebun, tangan dan pakaian petani, serangga, air, bahkan udara.
- Cendawan fusarium mampu bartahan bertahun-tahun pada tanah.
- Para petani mensiasati dengan praktek rotasi tanaman. Ini hanya sebatas meminimalisir tingkat serangan.

Jika cabai telah terserang Cendawan fusarium di atas, maka secara umum petani akan kehilangan harapan, pupus dan putus asa. Kondisi demikian bukan semata persoalan yang dialami petani Indonesia, bahkan pertanian di Negara maju juga mengeluhkan persoalan yang sama.

Solusi Mengendalikan Cabai dari Cendawan fusarium

• Menjaga kebersihan
• Pengolahan lahan yang baik
• Sanitasi yang baik
• Penggunaan benih yang tahan terhadap fusarium
• Penggunaan mulsa plastik
• Memusnahkan tanaman yang terinfeksi
• Aplikasi terichoderma
• Bisa mencoba fungisida berbahan aktif benomil atau metalaksil.
• Untuk meminimalisir tertular, hindari menanam cabai di sekitar pekarangan kebun ketela, tanaman buah melon, semangka, atau jenis tanaman lain yang terkena fusarium.

Hmm.. Memang tidak mudah ya merawat tanaman cabai.
Jangan pupus harapan. Mari melihat mereka yang mengalami situasi sebaliknya. Mari melihat kisah dari petani sukses budidaya cabai dan mendapatkan hasil panen yang melimpah. Tanaman, batang, daun, dan buah cabai tumbuh subur, segar dan berlimpah.

Bercermin dari Petani Cabai yang Telah Berhasil

Ini adalah fakta tentang kisah sukses Fauzan mulai menanam cabai di Desa Sukajaya, Sukabumi, Jawa Barat sejak tahun 2009. Fauzan telah mempelajari berbagai teknologi Budidaya cabai. Pria asal lampung lulusan Akutansi STIE Malang ini telah melahap ratusan artikel, baik dari hasil penelitian maupun googling.
Lalu apa solusi yang ditemukannya, hingga Fauzan mampu meningkatkan jumlah panen tanaman cabai hingga 5 kali lipat dari petani lainnya? Bahkan fauzan juga dapat menikmati masa panen lebih panjang.

BACA JUGA
Mengenal Manfaat Mulsa Organik, Anorganik dan Kimia-sintetis
Menanam Bawang Merah Organik Menggunakan Plastik Mulsa
13 Cara Terbukti Ampuh Usir Penyakit Patek Pada Tanaman Cabai
Begini Cara Menanam Buah Semangka Yang Benar

Bertanam Cabai pada Greenhouse High Population

Inilah yang dilakukan pemilik nama lengkap Yussa Fauzan:  Bertanam Cabai pada Greenhouse High Population. Demi sukses bertani cabai, dengan melihat potensi cabai yang kian menggiurkan, ia nekat menggelontorkan modal 300 juta untuk membangun 10 unit Greenhouse.
Seperti kami kutip dari Jitunews, modal tersebut digunakan untuk membangun 10 unit green house di atas lahan seluas 1 hektar, membeli mulsa plastik, 100 pack benih cabai, enzim Solbi, pupuk kandang, NPK, alat pertanian dan biaya tenaga kerja.

Lahan seluas tersebut diberikan naungan green house sederhana dari kerangka bambu dan ditutup dengan plastik ultraviolet. Ia ingin suhu di dalam greenhouse benar-benar dapat terukur dan stabil. Seperti yang diungkapkan Fauzan, ia ingin keseluruhan greenhouse steril dari pengaruh luar, termasuk dari pengaruh curah hujan dan serangan berbagai penyakit.
Sebagaimana bertani cabai pada umumnya, Fauzan menanam cabai di atas gundukan tanah atau bisa kita sebut bedengan. Di atas bedengan ia menggunakan mulsa plastik hitam perak. Diberikan lubang yang sesuai sebagai jarak tanam cabai.

*INFO HARGA MULSA PLASTIK TERLENGKAP & TERUPDATE

Yang berbeda dari para petani pada umumnya, Fauzan menama cabai lebih rapat, yakni jarak lubang 10-20 cm. Bandingkan dengan kebanyakan petani yang memberik jarak lubang 60 cm. Dalam 1 unit greenhouse seluas 1.000m2 dibuat hingga 35-37 bedengan, diisi 150 ribu tanaman cabai: 40 persen cabai merah dan 60 persen cabai keriting. Dari sinilah kuantitas panen cabai Fauzan jauh lebih banyak dibandingkan petani cabai pada umumnya.
Untuk menopang makanan yang dibutuhkan cabai, Fauzan menambahkan enzim tanaman. Fauzan menuturkan hal tersebut sangat efektif untuk mensuplai kebutuhan tabnaman cabai yang rapat. Bahkan jika panen cabai pada umumnya petani adalah 5 bulan, Fauzan memaksimalkan waktu panen lebih panjang hingga 11 bulan, dan satu bulan untuk persiapan penanaman pada periode berikutnya.
Kunci dari budidaya cabai yang dilakukan Fauzan, sebagaimana wawancara kami kutip dari Jitunews, adalah kondisi greenhouse yang jauh lebih aman dari berbagai serangan penyakit. Selain itu didukung dengan enzim dan nutrisi makanan yang harus sesuai dengan jumlah tanaman. Semakin rapat tanaman, maka kebutuhan nutrisinya juga semakin tinggi.

Tidak mengherankan, jika kemudian omset pertanian Fauzan menembus 100 juta dalam satu bulan. Belum lagi jika kondisi harga cabe rawit sedang melambung tinggi (saat penulisan artikel ini, yakni Agustus 2016, harga cabai sudah menembus Rp.50.000/kg)
Sebuah kondisi yang kontradiktif bukan, dimana banyak petani mengeluh dan gagal panen, hingga hanya mampu mengungkapkan kata sabar, dan berserah diri pada takdir.
Barangkali kita dapat memulai dari proses dengan skala yang lebih kecil. Rahasianya adalah:
• Banyak belajar, banyak membaca dan memahami bagaimana metode yang tepat untuk budidaya cabai. Paksakan diri Anda untuk menjadi petani dengan sikap terbuka dan menerima masukan dari perkembangan teknologi pertanian.
• Pahami metode, manfaat, kekurangan dan kelebihan penggunaan greenhose. Lakukan berbagai pengamatan dan belajar bagaimana greenhouse dijalankan, hingga berani mencoba untuk menerapkan rahasia sebagaimana yang dilakukan oleh Yussa Fauzan.
• Penerapan Penggunaan mulsa plastik pada pertanian. Mulailah dengan seksama mempelajari secara detail metode penggunaan mulsa plastik.
Artikel ini barangkali belum memberikan kejelasan secara teknis bagaimana cara budidaya cabai rawit yang benar dan menjamin sukses. Tapi kami berharap cerita di atas kembali memberikan semangat kepada Anda, ada solusi untuk sukses bertani cabai.

Kamis, 28 September 2017

Cara Budidaya Tanaman Hias Di Dalam Pot

Jika dulu untuk bercocok tanam sangat bergantung terhadap lahan namun tidak demikian untuk jaman sekarang, seiring perkembangan zaman cara bercocok tanam juga berevolusi dengan banyak kemajuan. Salah satunya banyak yang sudah menggunakan media tanam seperti pot. Lebih-lebih tanaman hias yang biasa ditanam di pekarangan rumah untuk memperindah halaman rumah kita.
Pada lahan taman yang sempit sekalipun bisadimanfaatkan untuk ditanami tanaman hias dengan menggunakan media tanam seperti pot. Berikut ialah tips cara menanam tanaman hias di dalam pot yang baik :


1. Memilih bibit
Pertama yang harus di siapkan ialah bibit tanaman hias yang mau kita tanam di dalam pot. Karena bibit yang baik akan menghasilkan benih yang baik pula.

Baca Juga :  MPHP Membantu Proses Kontrol Terhadap Serangan Berbagai Penyakit dan Hama Pada Cabe Rawit

2. Menyiapkan Media Tanam
Setelah menbisakan bibit terbaik langkah selanjutnya ialah menyiapkan media tanam. Letakkan  beberapa pecahan batu merah sebagai pengikat air di dasar pot kemudian Isi pot dengan campuran tanah yang ideal untuk tiap-tiap jenis ;
• Campuran umum;  pasir 1/3 bagian, tanah 1/3 bagian, 1/3 bagian pupuk kandang
• Campuran untuk jenis suka kering; pasir ½ bagian, 1/2 bagian pupuk kandang
• Campuran untuk jenis suka lembab: tanah ½ bagian, 1/2 bagian pupuk kandang
Pilihlah pot tanaman dan media tumbuh yang sesuai dengan jenis tanaman hias yang akan kita potkan. Pot juga harus disesuaikan dengan tempat dimana dan bagaimana pot tersebut diletakkan.

3. Memulai Menanam.
Apabila bibit sudah ada dan media tanam sudah tersedia maka saat ini sudah waktunya untuk memulai menanam bibit tanaman tersebut ke dalam pot. Bila pot dan media yg telah disiapkan tersedia, pastikan pot memiliki lubang drainase yang cukup. Isikan media kurang lebih 1/3 bagian pot. masukkan tanaman, usahakan media asal yang menempel pada tanaman masih ada, agar tanaman tidak mengalami stres saat beradaptasi dengan media yang baru. Tambahkan lagi media tanam, sambil tanaman dipegang terus dengan sebelah tangan. Setelah hampir penuh, tekan media perlahan-lahan dengan ibu jari agar tanaman bisa berdiri kokoh. Pot jangan diisi sampai penuh, sisakan sekitar 2 cm dari bibir pot agar mudah waktu melakukan penyiraman. Setelah pengepotan selesai, siramlah tanaman hias secukupnya. Dinding luar dan dasar pot dibersihkan dari kotoran dan media tanam yang masih menempel sebelum diletakkan pada tempat yang diinginkan.

Jangan Lewatkan : Cara Pemasangan Plastik Mulsa Hitam Perak Pada Tanaman Cabe (Cabai)

4. Menyiram tanaman
Agar tanaman yang kita tanam atau yang kita pindahkan kedalam pot bisatetap sehat dan bertahan hidup kita harus melakukan penyiraman dengan rutin sesuai kebutuhan. Cara penyiraman tanaman di dalam pot juga bisadilakukan dengan berbagai macam cara salah satunya seperti berikut :
• kita menyiram dengan memberikan Air melalui alas pot. Dengan cara ini air akan meresap ke atas ke media tanam dengan melalui sistem kapiler. Keuntungan media tidak terlalu basah, tetapi ketersediaan air cukup terjamin. Untuk membantu peresapan air ke media tanam sebaiknya dipasang tali dari media ke alas pot melewati lubang drainase.
• Air diberikan langsung pada media tanam. Pada cara ini air bisa disiramkan langsung pada permukaan media tanam atau juga bisa melalui pipa yang ditancapkan ke media tanam. Usahakan air siraman tidak mengenai tanaman hias secara langsung.
• Waktu terbaik untuk melakukan penyiraman tanaman hias ialah di pagi hari kira-kira jam 7  sampai 10 pagi atau sore hari.

Jumat, 22 September 2017

MPHP Membantu Proses Kontrol Terhadap Serangan Berbagai Penyakit dan Hama Pada Cabe Rawit

Sebagian besar masyarakat ASEAN sangat menyukai makanan pedas. Di Indonesia sendiri, banyak warung makan dengan branding “Cabe” untuk memikat konsumen. Ada yang menyebutnya dengan menu “Setan, Petir, Granat, Huaaaaah, Lambe Doer, Mercon” dan lain sebagainya.
Tanpa Cabe masakan terasa hambar. Tidak heran permintaan Cabe saat ini semakin tinggi bahkan kadang suplai and demand tidak seimbang. Akibatnya, harga Cabe melambung tinggi. Saat artikel ini ditulis (Agustus 2016) harga Cabe menyentuh Rp.50.000/kg!
So, bertani Cabe adalah pilihan sekaligus proses budidaya yang sangat menarik dibanding produk holtikultura lain. Ada tantangan dan butuh keahlian khusus. Petani dengan sikap terbuka dengan perkembangan teknik pertanian, memiliki wawasan dan akses pengetahuan yang baik akan mendapatkan kesempatan yang jauh lebih baik. Termasuk keberadaan Anda membaca tulisan ini.

Gunakan Mulsa Plastik Hitam Perak pada Budidaya Cabe Rawit
Ini bukan rahasia lagi. Banyak petani Cabe sukses dengan penerapan metode mulsa plastik (gunakan Mulsa Plastik Hitam Perak – MPHP) pada budidaya Cabe. Baik itu jenis Cabe Hero, Hot Beauty,  Ever-Flavor, Long Chili, maupun pada cabe Paprika. Saat ini semakin berkembang pula penggunaan mulsa plastic pada usahatani cabe keriting hibrida maupun cabe kecil (rawit, cengek) hibrida.

Berikut Ringkasan Detail Tentang Budidaya Cabe rawit :

Gambaran Umum
> Istilah latin Cabe rawit adalah Capsicum frutescens
> Tumbuh optimal ditanam pada ketinggian kurang dari 500 m dpl
> Memerlukan tingkat curah hujan cukup tinggi: 1.500-2.500 mm/tahun
> Suhu terbaik budidaya Cabe rawit antara 25-30 derajat celcius, sedangkan untuk  suhu yang optimal pertumbuhan 25-28 derajat celcius.

Benih Cabe Rawit
> Cara mudah mendapatkan benih adalah membeli pada toko pertanian (agak mahal)
> Jika Anda ingin melakukan pembenihan sendiri, maka usahakan mengambil benih dari hasil panen ke 5 atau ke 6.

Pada panen pertama hingga ke empat, benih yang dihasilkan belum optimal. Bentuknya kecil-kecil. Jadi tidak memenuhi standart pembenihan yang baik.
> Potong membujur Cabe rawit dari kulit buahnya. Buang biji yang berada di pangkal dan ujung buah, karena sering biji yang berada di tempat tersebut lebih kecil dengan kualitas yang buruk.
> Rendam biji Cabe rawit pada air bersih, pisahkan biji yang mengapung dan yang tenggelam.
> Jemur biji Cabe rawit di bawah terik matahari. Cuaca panas cukup jemur 2 sampai 3 hari saja.
> Jangan terlalu lama menyimpan benih, segera lakukan penyemaian. Benih yang baik memiliki daya tumbuh 80 persen.

BACA JUGA

Cara Pemasangan Plastik Mulsa Hitam Perak Pada Tanaman Cabe (Cabai)
Begini Cara Menanam Buah Semangka Yang Benar
Menanam Bawang Merah Organik Menggunakan Plastik Mulsa
Inilah Cara Tepat Budidaya Cabe Yang Dapat Meningkatkan Hasil Panen Anda

Pembibitan dan Penyemaian
Pada tulisan ini, kami sarankan pembibitan menggunakan polybag. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi resiko persemaian benih yang menumpuk, hingga benih saling berebut unsur hara dan juga sinar matahari. Berikut keterangan detail proses pembibitan Cabe rawit.
> Dapat menggunakan polybag 5x10 cm
> Media yang digunakan adalah tanah, arang, dan kompos. Perbandingan 1:1:1. Aduk hingga tercampur merata
> Butuh waktu 1 sampai 2 minggu untuk munculnya tanda-tanda pertumbuhan
> Bibit Cabe rawit dapat dipindahkan pada saat telah memiliki daun minimal 5 helai (usia sekitar 1,5 bulan)

Pengolahan Lahan dan Penanaman
Setelah melewati proses pembbitan, maka tahap penting berikutnya adalah budidaya pada proses pengolahan lahan dan penanaman. Cukupkan waktu untuk memastikan bahwa lahan yang disiapkan sesuai dengan karakter Cabe rawit untuk hasil panen yang optimal. Berikut petunjuk teknis Pengolahan Lahan dan Penanaman Cabe rawit.
> pH tanah yang diperlukan sekitar 6 samapi 7. Jika pH masih kurang maka tambahkan kapur dengan takaran sebanyak 2 – 4 ton ( tergantung berapa pH awal).

Untuk mengetahui bagaimana melihat ph tanah, silakan simak artikel kami Cara Mengetahui ph Tanah Secara Tradisional dan Mudah.
> Usahakan lahan telah dibajak atau dicangkul dengan kedalaman 30 cm. Maksudnya agar akar dapat tumbuh dengan optimal pada tanah yang gembur, dan juga struktur tanah telah bercampur (kapur dengan tanah penentu ph tanah).
> Buat saluran drainase yang baik. Cabe rawit tidak tahan dengan genangan air
> Tinggi bedengan setidaknya 30 cm, jarak antar bedengan bisa 60 cm.
> Untuk budidaya Cabe rawit intensif, sebaiknya menggunakan Mulsa Plastik Hitam Perak untuk pertanian cabe rawit

Mulsa plastik bermanfaat untuk mencegah gulma, sehingga nutrisi tanah dapat diserap oleh tanaman Cabe rawit secara optimal. Mulsa plastik juga bermanfaat untuk mencegah erosi, perubahan struktur tanah, membantu menjaga kelembaban tanah, dan salah satu cara memutus tali rantai penyakit Cabe rawit.
> Sebaiknya lubang dibuat zigzag, agar penetrasi sinar matahari dapat merata mengenai keseluruhan tanaman Cabe rawit, dan juga sebagai sarana sirkulasi arus angin.
> Jarak antar lubang bisa sekitar 60 cm
> Tanam dengan hati-hati, agar tidak ada akar Cabe yang patah

Proses Pemeliharaan dan Perawatan
Proses selanjutnya tidak kalah penting, karena sangat menentukan pada optimalnya kualitas dan kuantitas Cabe rawit yang bakal dipanen. Untuk hasil yang optimal, maka lakukan pemeliharaan dan perawatan sebagai berikut.
> Jika tidak pada musim penghujan, lakukan dua kali penyiraman dalam sehari, yakni pagi dan sore. Jangan pada siang hari.
> Pupuk NPK dapat ditambahkan sebanyak 1 sendok makan per lubang, satu bulan sekali.
> Dapat juga ditambahkan pupuk organik semprot daun
> Bisa ditambahkan pupuk kandang kering saat Cabe rawit mulai berbuah.
> Untuk hasil optimal, Jumlah pupuk yang dibutuhkan dalam satu hektar (1) UREA 200 kg, (2) TSP 200 kg, dan (3) KCI 150 kg.

Hama dan Penyakit Tanaman Cabe Rawit
Terakhir, hal yang harus dipelajari adalah mengenali untuk membasmi hama dan berbagai penyakit cabe rawit. Ini pengetahuan yang penting agar diagnosis budidaya cabe rawit benar-benar tepat dan tidak mengalami kegagalan.
Berikut ringksan tentang hama dan penyakit cabe rawit.
> Ulat grayak (Spodoptera litura). Menyerang daun hingga berlubang-lubang. Pada kondisi parah memakan habis daun dan hanya menyisakan tulang daun. Sangat menganggu proses fotosintesis.

Penanganan secara teknis dapat diambil serempak pada malam hari, karena mereka rutin bekerja pada malam hari. Sebab pada siang ulat kadang turun dan bersembunyi di balik dedaunan, rumput bawah atau mulsa. Karena itu jaga kebersihan kebun cabe. Bisa juga dipasang perangkap imago hama.
Secara kimia adalah penyemprotan insektisida. Lebih baik dilakukan pada malam hari.
> Ulat Buah Cabe (Helicoverpa sp dan Spodoptera exigua). Memakan cabe, membuat lubang – lubang pada cabe, baik cabe merah atau hijau. Perilaku ulat sama dengan ulat cbe daun (ulat grayak). Karena itu pembasmian (baik teknis atau kimia) lebih efektif dilakukan pada malam hari.
> Tungau kuning (Polyphagotarsonemus latus) dan tungau merah (Tetranycus sp.). Membuat daun cabe keriting, tebal pada bagian bawah daun, dan pembentukan pucuk daun terhambat. lama-lama daun kuning atau ciklat lalu kering dan mati. Sangat menghambat proses fotosintesis.
> Hama Kutu Daun (Myzus persicae). Menghisap cairan daun cabe. Daun menjadi keriting dan mati. Pengendalian secara teknis petik daun terjangkit dan musnahkan. Hindari menanam cabe berdekatan dengan tanaman semangka, melon dan kacang panjang. Secara kimiawi gunakan insektisida yang mengandung fipronil atau diafenthiuron. Penyempotan paling efektif dilakukan pada sore hari.
> Lalat Buah (Bactrocera dorsalis). Sering kita temukan cabe rontok ke tanah. Ini adalah serangan lalat buah. Perhatikan cara penanganan yang benar cabe rontok ke tanah.
Secara teknis, ambil buah yang rontok dan musnahkan (bisa dibakar). Usahakan sebersih mungkin cabe yang rontok dibersihkan. Agar ulat tidak menjadi pupa dan bersemayam di dalam tanah. Karena ini akan terus mengulang siklus cabe yang rontok.

Pengendalian secara kimiawi gunakan perangkap lalat atraktan yang mengandung methyl eugenol. Teteskan pada kapas dan masukkan pada botol bekas air mineral. Pemasangan perangkap bisa dilakukan setelah umur tanaman cabe satu bulan.
Bila serangan parah semprot insektisida pagi hari, ketika daun masih berembun dan lalat belum berkeliaran.
> Hama trips (Thrips). Daun cabe terdapat garis-garis keperakan, bercak-bercak kuning atau coklat. Cabe menjadi kerdil. Bila dibiarkan daun akan kering dan mati. Serangan lebih sering terjadi musim kemarau. Hama ini berperan sebagai pembawa virus dan sangat mudah menyebar.
Pengendalian teknis memanfaatkan predator alami seperti kumbang dan kepik. Pemakaian mulsa hitam perak dengan menjaga kebersihan kebun cabe efektif menekan perkembangannya.
Secara kimiawi gunakan insektisida yang berbahan aktif fipronil dan lakukan pada sore hari.

Penyakit Tanaman Cabe Rawit
Selain hama, penyakit adalah pengganggu yang harus ditangani dengan baik. Lakukan pemetaan penyakit cabe rawit dengan referensi yang benar berikut ini, agar penanganan yang Anda lakukan juga tepat sasaran dan efektif.
Secara umum penyakit tanaman cabe karena virus, bakteri, cendawan dan jamur.
> Bercak daun. Disebabkan jamur Cercospora capsici. Bercak bundar abu-abu dengan pinggiran coklat pada daun. Biasa menyerang pada musim hujan. Karena dari jemaur, maka penyebaran terjadi karena tiupan spora oleh angina. Penanganan adalah dengan memastikian benih bebas pathogen. Jarak tanam lebih lebar. Jika parah lakukan fungisida.
> Patek atau antraknosa. disebabkan oleh cendawan Colletotrichum capsici dan Colletotrichum gloeosporioides. Pada fase pembibitan kecambah jadi layu. Indikasi pada cabe dewasa pucuk cabe mati, busuk kering daun atau batang, pada buah busuk seperti terbakar.
Penyakit ini dibawa dari benih cabe.  Karena itu pastikan benih cahe sehat dan berkualitas. Bila parah lakukan peyemprotan fungisida.
> Membusuk. Ada dua jenis: busuk cabang atau busuk kuncup. Busuk cabang disebabkan oleh Phytophthora capsici. Menyerang pada musim hujan dengan cepat. Busuk kuncup disebabkan.
Terdapat dua macam penyakit busuk yang biasa menyerang tanaman cabe, yakni busuk cabang dan busuk kuncup. Busuk cabang pada tanaman cabe disebabkan oleh Phytophthora capsici. Menyerang saat musim hujan dan penyebarannya sangat cepat. Busuk kuncup disebabkan oleh cendawan Choanosearum sp. Indikasinya pohon menjadi hitam dan mati.
Pendegahan dengan mengurangi dosis pemupukan nitrogen seperti urea dan ZA. Atur jarak tanam dan kelancaran sirkulasi udara. Penyakit ini tergolong jarang terjadi.
> Layu. Penyebabnya berbagai jasad penganggu tanaman seperti berbagai jenis cendawan dan bakteri. Solusinya adalah kebersihan kebun cabe. Disarankan menggunakan mulsa hitam perak pada pertanian cabe, atau budidaya cabe menggunakan greenhouse.
> Bule atau virus kuning. Daun dan batang menguning. Penyebab virus gemini, penyakit ini bisa dibawa dari benih atau biji dan ditularkan oleh kutu. Disarankan pemilihan benih awal yang sehat, penggunaan pupuk organik cair dan menggunakan mulsa hitam perak pada proses budidaya cabe rawit.
> Keriting daun atau mosaic. Penyebabnya Cucumber Mosaic Virus (CMV). Gejalanya, pertumbuhan menjadi kerdil, warna daun belang-belang hijau tua dan hijau muda, ukuran daun lebih kecil, tulang daun akan berubah menguning. Menyebar dan menular karena aktifitas serangga. Disarankan menggunakan mulsa plastik hitam perak. Warna perak mulsa dibenci oleh serangga.

Demikian ringkasan umum budidaya cabe rawit. Disarankan menggunakan mulsa hitam perak pada budidaya cabe rawit. Hal ini sangat membantu pada proses kontrol terhadap serangan berbagai penyakit dan hama cabe rawit. Salam sukses!

Kamis, 14 September 2017

Cara Budidaya Tanaman Vanili Dalam Pot

Tanaman Vanili adalah tanaman penghasil bubuk vanili yang biasa dijadikan pengharum makanan. Bubuk ini dihasilkan dari buahnya yang berbentuk polong. Tanaman vanili dikenal pertama kali oleh orang-orang Indian di Meksiko, negara asal tanaman tersebut. Nama daerah dari vanili adalah Panili atau Perneli. Batang tanaman vanili kira-kira sebesar jari, berwarna hijau, agak lunak, beruas dan berbuku. Panjang rata-rata 15 cm. Tumbuhan melekat pada pohon atau tonggak yang telah disediakan.

Tanaman Vanili merupakan daun tunggal. Letaknya berselang-seling pada masing-masing buku. Warnanya hijau terang, dengan kepanjangan 10-25 cm serta lebar 5-7 cm. Bentuk daun pipih, berdaging, bulat telur, jorong atau lanset dengan ujung lancip. Tulang daun sejajar, tampak setelah daun tersebut tua atau mengering, sedangkan pada waktu daun masih muda tidak jelas kelihatan. Rangkaian bunga vanili adalah bunga tandan yang terdiri dari 15-20 bunga. Bunga keluar dari ketiak daun bagian pucuk batang. Bentuk bunganya duduk, berwarna hijau-biru agak pucat, panjang 4-8 cm dan berbau agak harum. Bunga vanili terdiri dari 6 daun bunga (3 sepal, 3 petal) yang terletak dalam dua lingkaran. Daun bunga bagian luar (sepal) sedikit lebih besar daripada bagian dalam petal. Satu dari petalnya berubah bentuk, menggulung seperti corong yang disebut bibir (rostelum).

Baca Juga : Hama dan Penyakit Tanaman Pangan

Tanaman Vanili ini masih jarang di budidayakan di negara kita. Sebagaian besar masyarakat kita masih terbius untuk melakukan budidaya jamur daripada vanili. Namun sebenarnya perlu anda ketahui, bahwa budidaya vanili dikenal sebagai budidaya emas hijau. Kenapa demikian? Karna harga vanili terus naik sementara pembudidaya tidak meningkat dan menjadi penyedap rasa termahal kedua di dunia.

Tanaman  jenis ini bisa hidup di iklim tropis dan bisa tumbuh di berbagai jenis tanah asal kondisinya bagus, gembur, ringan dan berhumus. Hal itu adalahmodal awal bagi kita untuk memanfaatkan vanili sebagai ladang emas. Untuk melakukan budidaya ini maka kita harus menyiapkan pohon yang bisa dijadikan tiang panjatan vanili. Akan tetapi jika kita tidak memiliki lahan yang cukup maka kita bisa memanfaatkan pot sebagai tempat bertanam, memanfaatkan pipa paralon sebagai tiang panjatan tumbuhan vanili.

Berikut beberapa langkah untuk budidaya tanaman vanili dengan menggunakan pot sebagai media.
1.Siapakan bibit vanili yang terbaik agar hasilnya nanti juga baik.
2.menyiapkan media tanam dalam pot yang terdiri dari campuran tanah, pupuk kandang dan serabut kelapa.
3.Siapkan pipa paralon yang di lapisi ijuk sebagai penyangga.
4.Pindahkan bibit vanili kedalam pot dengan hati-hati agar tidak merusak pengakaran. Setelah itu atas pit lapisi lai dengan serabut kelapa.
5.Penyiraman dilakukan seminggu sekali. Letakkan pot di lingkungan yang intensitas cahaya matahari tidak lebih dari 50%.
6.Membuang tanaman liar atau gulma yang tumbuh di area sekitar tanaman di dlaam pot.
7.Memberikan pupuk secukupnya sesuai dengan kadar pupuk yang telah ditentukan untuk sebuah lahan.
8.Pemanenan buah vanili bisa dilakukan setelah buahnya menunjukkan warna kekuning-kuningan. Karena panen vanili tidak bersamaan maka panen perlu dilakukan satu persatu dan bisa berlangsung selama dua sampai tiga bulan.

Jangan Lewatkan : Inilah Cara Tepat Budidaya Cabe Yang Dapat Meningkatkan Hasil Panen Anda

Beberapa diatas adalah langkah-langkah teknik untuk budidaya tanaman vanili menggunakan media pot. Dengan memanfaatkan media tanam pot untuk budidaya tanaman vanili kita tidak terlalu memerlukan lahan yang sangat luas. Selain itu juga, budidaya vanili di dalam pot juga memiliki beberapa kelebihan seperti lebih mudah untuk melakukan pengontrolan,  meminimalkan pembusukan akar dan menguningnya daun. Jika anda sudah mengetahui bahwa tanaman vanili memiliki harga yang cukup mahal dan anda juga sudah memahami bagaimana langkah-langkah penanaman tanaman vanili. Maka tidak ada salahnya jika anda mencoba untuk melakukan budidaya vanili dengan mengikuti beberapa langkah yang telah  kami jelaskan diatas.


Anda butuh plastik mulsa? Hub. 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 08123.258.4950 | Phone/Fax: 031-8830487 | Email: limcorporation2009@gmail.com.

Hama dan Penyakit Tanaman Pangan

Semua dari kita memiliki ketergantungan terhadap tanaman pangan. Tanaman pangan adalah segala jenis tanaman yang dapat menghasilkan karbohidrat dan protein. Tanaman pangan dapat dibedakan menjadi beberapa kriteria diantaranya  adalah :
•    Cerealia seperti padi, gandum, dan sorgum.
•    Biji-bijiab seperti kacang tanah, kedelai dan kacang hijau.
•    Umbi-umbian seperti ubi jalar, talas, kentang dan Singkong. 

Tanaman pangan bisa diserang oleh hama dan penyakit, berikut beberapa hama dan penyakit yang berhasil dirangkum oleh penulis.

1. Ulat Jengkal memiliki beberapa nama daerah seperti ulat lompat, ulat kilan, ulat jengkal semu dan ulat keket. Spesies ulat jengkal yg menyerang kacang panjang adalah Plusia chalcites esper atau Chrydeixis chalcites esper. Ciri-ciri tubuhnya berwarna hijau dan terdapat garis berwarna lebih muda pada sisi sampingnya. Panjang tubuhnya sekitar 2 cm. Ciri khasnya adalah berjalan dengan melompat atau melengkungkan tubuhnya. Lama masa ulat 2 minggu sebelum menjadi kepompong. Imagonya berupa ngengat yang mampu bertelur sampai 1000 butir. Telurnya berbentuk bulat putih. Telur-telur terdapat di permukaan bawah daun yang akan menetas setelah 3 hari. Ulat jengkal menyerang daun muda maupun tua. Ulat ini juga menyerang pucuk tanaman dan polong muda. Daun pada mulanya tampak berlubang-lubang tidak beraturan. Pada tahap selanjutnya, tinggal tersisa tulang-tulang daun saja. Pada tingkat berat, daun akan habis sehingga menimbulkan kerugian cukup besar.

Baca Juga : Kemasan Manis, Beraspun Laris

2. Hawar daun atau atau penyakit yang disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzaepv. oryzae (Xoo). Dimana bakteri ini berbentuk batang dengan koloni berwarna kuning serta mempunyai virulensi (kemampuan suatu organisme dalam menimbulkan suatu penyakit) yang bervariasi tergantung kemampuannya  untuk menyerang varuetas padi yang mempunyai gen resistensi (posisi perubahan) berbeda. Adapun gejala yang ditimbulkan yaitu adanya bercak yang dimulai dari pinggiran daun dekat pucuk yang berwarna hijau pucat sampai hijau kelabu.Dan bercak ini dapat berkembang dan meluas yang membuat warnanya berubah menjadi putih sampai kuning kecoklatan serta dapat menutupi seluruh permukaan daun.

3. Bercak daun juga menyerang tanaman padi, dimana penyakit ini di sebabkan oleh cendawan Pyricularia oryzae dengan gejala yang di timbulkan berupa bercak yang berbentuk seperti belah ketupat, yang di awali dengan bintik kecil berwarna hijau gelap abu-abu agak kebiruan , lalu bercak ini berkembang ke bagian tepi dengan warna coklat dan di bagian tengahnya berwarna putih keabu-abuan. Penyakit ini menyerang tanaman pada setiap fase.Hal ini sesuai dengan data yang saya peroleh dari internet yang menyatakan bahwa Penyakit blas menginfeksi tanaman padi pada setiap fase pertumbuhan. Gejala khas pada daun yaitu bercak berbentuk belah ketupat - lebar di tengah dan meruncing di kedua ujungnya Ukuran bercak kira-kira 1-1,5 x 0,3-0,5 cm berkembang menjadi berwarna abu-abu pada bagian tengahnya. Daun-daun varietas rentan bias mati. Bercak penyakit blas sering sukar dibedakan dengan gejala bercak coklat Helminthosporium (patogen tanaman).

Jangan Lewatkan : Menerima Pesanan Karung Merk Khusus, Merk Custom, Merk Sendiri

4. Bulai merupakan jenis penyakit yang terdapat pada tanaman jagung yang menginfeksi daun yang disebabkan oleh cendawa peronosclerospora maydis, yaitu dimana terdapat gejala garis-garis sejajar dengan tulang daun yang berwarna putih sampai kuning dan diikuti oleh garis klorotik yang berwarna coklat.Dimana semua daun jagung menjadi kuning kaku serta runcing.Yang menyebabkan tanaman jagung menjadi kerdil dan tidak berkembang secara sempurna.


5. Karat daun merupakan penyakit yang disebabkan oleh jamur Puccinia polysora.Dimana gejala awal berupa bercak-bercak merah dan keluar serbuk seperti tepung berwarna coklat kekuningan.Akibat penyakit ini, tanaman tidak dapat melakukan fotosintesis dengan sempurna sehingga pertumbuhannya melambat, bahkan tanaman dapat mati.