Selasa, 14 Juni 2016

Gunakan Mulsa Plastik Hitam Perak Membantu Petani Sukses

Di beberapa desa di daerah Sumenep, di desa Pakondang misalnya, para petani secara berkelanjutan tetap menanam cabe rawit. Tidak peduli musim kemarau atau musim hujan, mereka dapat membudidayakannya dengan baik sepanjang tahun. Hampir setiap hari, hasil panen tanaman cabe diangkut oleh pengepul menuju kota-kota di Jawa. Kadang ke Surabaya, Semarang hingga Jakarta.
Harga cabe rawit memang tidak stabil. Kadang 19.000 rupiah per kg, tetapi juga terkadang melonjak naik hingga 40.000 per kg bahkan lebih. Akan tetapi konsistensi dan kesungguhan mereka dalam memanfaatkan perkembangan teknologi pertanian membuat tanaman mereka dapat diukur dengan baik. Para petani dapat memberikan kalkulasi yang baik pada saat harga turun atau beranjak naik. Apa rahasianya?

Gunakan Mulsa Plastik Hitam Perak
Ya, ini adalah bagian dari cara bercocok tanam yang terus memberikan nilai tambah pada kemudahan proses budidaya. Pada dasarnya tanaman sayuran – khususnya cabe rawit, tidak membutuhkan banyak air. Dengan melakukan sedikit penyiraman dan penggunaan pupuk cair, terbukti penggunaan mulsa plastik menjadi bagian dari solusi dalam merawat dan menjaga kualitas tanah. Mulsa plastik hitam perak membantu tanah memiliki kelembaban yang lebih lama dan menjaga tanah dari dampak langsung sengatan panas ultraviolet.
Penggunaan mulsa plastik perak hitam juga dapat menghalangi tumbuhnya gulma di sektiar tanaman budidaya. Gulma yang mudah tumbuh dan “membantu” menghabiskan hara tanah dapat diminimalisir karena tidak dapat tumbuh terhalang oleh plastik mulsa.
Mengapa dengan mulsa plastik hitam perak dapat terus Produktif di Musim Kemarau?

Tidak bermaksud mengesampingkan jenis mulsa lain. Akan tetap penggunaan mulsa plastic hitam perak memang lebih membantu mengatur suhu tanah di bawah mulsa. Warna hitam mulsa berperan aktif menjaga kelembaban tanah karena kemampuannya menyerap panas cahaya. Sementara warna perak membantu menekan dan mengendalikan populasi serangga bersayap yang menyerang tanaman, khususnya pada tanaman cabe.
Metode inilah yang membantu budidaya tanaman (khususnya sayuran) dapat terus produktif sepanjang tahun. Pada musim penghujan, mulsa membantu menjaga tanah dari erosi dan terangkutnya hara tanah oleh erosi permukaan tanah akibat timpaan hujan atau aliran air tumpahan hujan. Struktur tanah lebih terjaga dan tertata. Sementara di musim kemarau, mulsa plastik membantu menjaga kadar air (kelembaban) tanah lebih tahan lama.

Ada Banyak Ukuran Mulsa Plastik

Untuk mendukung para petani dalam menjaga produktifitas segala metode bertani tersebut, kini plastik mulsa tersedia dari berbagai ukuran. Ukuran tersebut dapat disesuaikan dengan alur kita menanam sayura, bisa tomat, cabe rawit,cabe merah, atau jenis tanaman lainnya. Berikut rincinan mudah penggunaan mulsa plastik, yakni Lebar ( keadaan terlipat/terbuka ) : 40cm/80cm, 50cm/100cm, 60cm/120cm, 70cm/140cm, 80cm/160cm. Bahka saat ini juga tersedia berbagai ukuran mulsa plastik sesuai dengan pesanan.

Raih Sukses Bertani, Wujudkan Kebanggan Negara Agraris

Narasi petani cabe sukses dengan mulsa plastik sudah selayaknya Anda ikuti. Metode penggunaan mulsa plastik yang sudah teruji dengan baik tersbut layak kita ikuti untuk raihan hasil panen yang optimal. Caranya adalah dengan menata bedengan, manfaatkan mulsa plastik sebagai penutup lalu ditanami sesuai dengan  keinginan pada lubang-lubang mulsa.

Efektifitas tersebut, sudah selayaknya teknologi pertanian dengan hadirnya plastic hitam perak dapat kita manfaatkan. Dengan segala kelebihan ringkas di atas, terbukti para petani di berbagai wilayah dapat melakukan budidaya sayuran (termasuk cabe rawit) sepanjang tahun.
Baca Juga Konversi Tanah Dengan Mulsa Plastik.

Selasa, 07 Juni 2016

Konservasi Tanah Dengan Mulsa Plastik

Seiring dengan kesadaran masyarakat tentang pentingnya bahan makanan berkualitas, usaha di bidang pertanian pun makin menjanjikan. Ketenaran jenis usaha ini sayangnya tidak dibarengi dengan tercukupinya lahan pertanian yang memadai. Lahan-lahan kosong banyak yang sudah terlanjur berubah fungsi menjadi area perumahan maupun pertokoan. Karenanya perawatan lahan yang masih tersisa menjadi mutlak diperlukan agar produksi pertanian tetap optimal.

Salah satu tantangan dalam usaha pertanian adalah menjaga agar kondisi tanah selalu siap untuk ditanami. Kondisi cuaca dan iklim yang tak dapat dikendalikan kerap menjadi alasan memburuknya kualitas produk pertanian. Selain itu, unsur-unsur hara yang terkandung dalam tanah bisa jadi berubah dari waktu ke waktu hingga mengubah kualitas hasil pertanian.

Di sisi lain, konsumen tidak pernah mengenal musim. Musim kemarau maupun hujan jumlah konsumen bisa dibilang tetap bahkan besar kemungkinan bertambah. Permintaan akan produk pertanian pun tidak berkurang. Karenanya, kualitas produk pertanian harus tetap dipertahankan meski ditanam dalam situasi apa pun.

Penggunaan mulsa plastik dapat menjadi solusi untuk menjaga kualitas tanah pertanian. Mulsa plastik hitam perak, misalnya, dapat menghalangi sinar ultraviolet berlebih sehingga kelembaban tanah dapat dijaga. Tanah yang lembab dan hangat merupakan tempat hidup tanaman yang tepat.
Penggunaan mulsa plastik perak hitam juga dapat menghalangi tumbuhnya gulma di sektiar tanaman budidaya. Gulma yang tumbuh di sekitar tanaman dapat ikut mengambil unsur hara tanah sehingga tanaman yang dibudidayakan tidak mendapatkan unsur hara yang optimal.

Tentu saja ini akan berakibat pada kualtas produknya saat panen nanti. Gulma tidak hanya mengambil unsur hara yang penting, namun dapat juga membunuh tanaman budidaya yang susah payah kita rawat. Dengan demikian, penggunaan mulsa plastik akan mengurangi pekerjaan petani yang berkaitan dengan gulma. Penggunaan herbisida juga dapat dihilangkan sehingga standar kualitas pangan organik lebih mudah dicapai.

Sebagaimana jamak diketahui, pangan organik memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi ketimbang produk pertanian nonorganik.
Selain menjaga kelembaban tanah dan menghalangi tumbuhnya gulma, mulsa plastik juga dapat mencegah erosi dari tanah bedeng. Mulsa plastik menutupi tanah bedeng hingga ke semua sisi hingga ketika musim hujan tiba, tanah bedeng bisa tetap gembur tanpa terkikis oleh erosi akibat air hujan.

Untuk mendapatkan hasil yang optimal, pemakaian mulsa plastik haruslah diperhatikan. Waktu pemasangan paling optimal adalah pada pukul 14.00-15.00. Ini adalah masa ketika matahari sedang terik-teriknya. Panas matahari secara alami akan memuaikan plastik hingga dapat ditarik seluas-luasnya untuk menutupi tanah bedengan.

Sebelum memasang mulsa pada tanah bedengan, pastikan tanah sudah diberi pupuk sesuai kebutuhan. Setelah tanah siap tanam, barulah plastik mulsa dipasang. Plastik mulsa dipotong seukuran tanah bedengan dikurangi 1-0,5 meter. Pengurangan ini untuk mengantisipasi pemuaian plastik karena panas dan tarikan. Tarik kedua ujung plastik mulsa dan pasak dengan pasak bambu. Kemudian tarik bagian sisi-sisinya hingga menutupi seluruh tanah bedengan lalu pasak lagi tiap 50 cm. Setelah selesai dipasang, barulah ditandai bagian yang akan dilubangi dengan spidol. Atur jarak lubang sesuai dengan jarak antar tanaman yang disarankan.

Pemasangan plastik mulsa yang baik dan benar menentukan keberhasilan konservasi tanah lahan pertanian. Tentunya ini juga akan mempertahankan kualitas produk hasil pertanian. Titik akhir targetnya adalah peningkatan nilai jual hasil pertanian. Bagi para petani sendiri, diharapkan akan terjadi peningkatan kesejahteraan.
Baca Juga Tips Memilih dan Memasang Mulsa Plastik Untuk Tambak.

Rabu, 01 Juni 2016

Tips Memilih dan Memasang Mulsa Plastik Untuk Tambak

Penggunaan mulsa plastik untuk tambak telah diketahui memiliki banyak keunggulan. Pengendalian populasi bakteri dan pengendalian kualitas air merupakan dua di antara keunggulan penggunaan mulsa plastik pada tambak.

Semua keunggulan tersebut akan dapat dirasakan dengan optimal jika proses pemilihan dan pemasangannya dilakukan dengan baik dan benar. Mulsa plastik yang baik adalah mulsa plastik yang berasal langsung dari bijih plastik, bukan berasal dari plastik daur ulang. Sebagaimana diketahui, plastik daur ulang sudah mengalami penurunan kualitas. Penurunan kualitas ini bukan tidak mungkin malah akan mencemari tanah alih-alih melindunginya.

Proses pemasangan sebaiknya dilakukan pada siang hari antara pukul 14.00-16.00. selama dua jam tersebut, sinar matahari sedang berada pada kondisi paling terik. Kondisi terik ini dimanfaatkan agar dapat meregangkan plastik mulsa secara optimal. Dengan demikian, diharapkan setelah dipasang, plastik mulsa tidak menjadi kendor karena pemuaian akibat terpapar sinar matahari.

Langkah pertama, ukur dengan cermat luas bidang tambak yang akan ditutupi mulsa. Apakah luasan bidang tersebut meliputi seluruh bagian sisi dan dasar tambak? Ataukah hanya sisi tambak saja yang akan dipasangi mulsa? Apakag hanya dasar tambak saja yang akan ditutupi mulsa plastik? Pikirkan dengan teliti dan perhitungkans egala konsekuensinya.

Setelah perhitungan selesai, kemudian potong plastik mulsa sesuai ukuran dengan pengurangan 1-1,5 meter. Pengurangan ini diperlukan untuk mengantisipasi perpanjangan plastik akibat pemuaian maupun tarikan saat pemasangan.

Siapkan bilah-bilah bambu sesuai kebutuhan. Bilah bambu digunakan untuk memasak mulsa ke tanah. Bambu adalah tanaman yang terkenal akan kelenturan dan kekuatannya. Air tidak akan melapukkan bambu dan malah akan memperkuat bilah bambu. Ini adalah alasan mengapa bilah bambu digunakan sebagai pasak mulsa.
Pasang mulsa plastik hitam perak mulai dari salah satu bagian ujung tambak. Ingat bahwa bagian yang berwarna perak menghadap ke atas dan bagian yang berwarna hitam menghadap ke bawah. Setelah posisi mulsa dirasa tepat, pasang pasak bambu agar plastik tidak bergeser lagi. Kemudian tarik plastik mulsa ke ujung tambak yang lain dan pasangi pasak bambu lagi. Kemudian tarik ke arah sisi-sisi tambak dan pasangi pasak bambu tiap 50 cm.

Setelah seluruh bagian tertutup sempurna oleh plastik mulsa, lakukan pengecekan akhir. Pastikan tidak ada lubang sekecil apa pun di bagian mana pun dari tambak. Lubang-lubang kecil dapat menjadi cikal bakal kebocoran yang nantinya mungkin akan menjadi celah bagi masuknya bakteri patogen. Lubang-lubang kecil juga berpotensi membuat anak-anak ikan terperangkap dan mati.

Tentunya tak ada seorang petambak pun yang menginginkan hal ini.
Setelah pengecekan selesai dan dapat dipastikan bahwa tidak ada kesalahan yang berpotensi merugikan seluruh proses budidaya, sekarang saatnya pengisian air. Pengisian air dapat dilakukan menggunakan pompa berkekuatan tinggi agar air dapat cepat terisi penuh. Untuk menghindarkan terjadinya kerusakan plastik mulsa akibat tingginya tekanan air yang menyentuh permukaan mulsa, lakukan pemecahan air sekeluarnya dari pompa. Pemecahan ini dapat dilakukan dengan meletakkan bilah-bilah bambu di corong keluar air.

Setelah tambak terisi penuh, tiba waktunya untuk sterilisasi. Sterilisasi dilakukan untuk memastikan tidak ada organisme lain di dalam air. Kaporit dapat digunakan pada tahap ini. Diamkan tambak 2-3 hari untuk memberi waktu air menjadi netral kembali, dengan kata lain, efek kaporit telah hilang. Setelah efek kaporit hilang, yang ditandai dengan kondisi air kembali jernih, barulah tambak siap digunakan sebagai tempat budidaya.

Jumat, 20 Mei 2016

Keunggulan Mulsa Hitam Perak

Bahan makanan merupakan kebutuhan pokok manusia. Tak ada manusia yang tidak membutuhkan makan, bukan? Karenanya, usaha di sektor pertanian adalah salah satu usaha yang tak akan lekang dimakan usia selama masih ada manusia.
Budidaya tanaman pangan maupun hewan sumber protein merupakan bentuk kecerdasan manusia demi memenuhi kebutuhannya akan bahan makanan. Pemenuhan kebutuhan ini pula yang memberikan berbagai ide untuk meningkatkan produksi hasil pertanian.

Salah satu cara meningkatkan produksi adalah dengan penggunaan mulsa. Mulsa sudah lama dikenal sebagai sarana menutup tanah pertanian agar pertumbuhan gulma dapat dikendalikan. Dahulu mulsa terbuat dari bahan-bahan organik seperti batu, jerami, daun-daun kering, dan sebagainya. Kini mulsa dibuat lebih praktis dengan bahan plastik.

Salah satu mulsa berbahan plastik adalah mulsa hitam perak. Mulsa jenis ini memiliki dua warna, hitam dan perak. Salah satu sisi berwarna hitam dan sisi lainnya berwarna perak. Warna perak digunakan menghadap ke bagian luar atau menghadap ke matahari. Fungsi pewarnaan perak adalah untuk memantulkan cahaya matahari. Pada tanaman, pantulan cahaya matahari dari mulsa membantu proses fotosintesis. Dengan begitu, proses fotosintesis menjadi optimal. Pada tambak, pantulan cahaya matahari pada mulsa membantu mengurangi pertumbuhan bakteri dan jamur sehingga kualitas air tetap terjaga.

Warna hitam digunakan di bagian bawah, yang langsung menghadap tanah. Warna hitam menyerap cahaya matahari sehingga tanah akan tetap lembab. Tanah yang lembab merupakan tempat tumbuh optimal bagi akar. Ketiadaan cahaya matahari di bawah lapisan mulsa akan menghambat bahkan menghilangkan pertumbuhan gulma.

Pada tambak, penggunaan mulsa hitam perak lebih hemat dan aman dibandingkan dengan mulsa plastik jenis lain, seperti jenis HDPE. Mulsa jenis HDPE memang cukup tahan lama untuk digunakan di tambak-tambak. Namun keawetannya ini justru menjadi kerugian pada penggunaan untuk tambak. Karena awetnya, kebocoran kecil jadi lebih sulit dideteksi. Akibatnya petambak akan terlambat mengantisipasi atau memperbaiki kerusakan yang terjadi.
Mulsa plastik hitam perak hanya bisa digunakan 1,5 kali.

Akibatnya, plastik mulsa akan cepat diganti jika isi tambak telah dipanen. Karena harus sering diganti, maka tiap kali selesai panen, maka tambak akan mulai diisi lagi dengan mulsa yang baru. Konsekuensinya tentu sudah dipahami bersama, tambak menjadi selalu fresh. Ini bermanfaat untuk mengendalikan jumlah bakteri yang masuk ke dalam tambak selama proses pemeliharaan.

Penggunaan mulsa plastik hitam perak pada tambak telah terbukti meningkatkan hasil panen. Jumlah bakteri dan jamur yang terkendali berdampak pada kesehatan hewan tambak. Kesehatan yang baik akan berdampak pada nafsu makan yang baik pula. Tidak mengherankan jika hasil akhir dari panen tambak bisa mencapai 1,5-2 kali lipat hasil produksi pada tambak yang menggunakan mulsa HDPE.

Pengendalian bakteri dan jamur pengganggu juga berlaku pada tanaman yang menggunakan mulsa plastik hitam perak. Cahaya matahari yang dipantulkan ke atas sangat baik bagi dedaunan namun kurang baik bagi kutu-kutu daun maupun serangga yang sering bersembunyi di balik dedaunan. Warna hitam di bagian bawah pun menyerap semua cahaya matahari sehingga bakteri enggan hidup di bagina bawah mulsa.

Berbagai macam keunggulan di atas telah membawa kita pada kesimpulan bahwa mulsa plastik hitam perak merupakan pilihan tepat bagi para petani maupun petambak. Petani maupun petambak yang melakukan budidaya dapat menangguk hasil yang lebih besar dengan usaha yang minimal. Inilah yang disebut dengan efisiensi. Ketika ongkos produksi dapat ditekan, maka keuntungan akan meningkat walaupun harga jual hasil pertaniannya tetap.

Rabu, 04 Mei 2016

Mulsa Plastik Hitam Perak Untuk Udang Tambak

Tren usaha di bidang penyediaan bahan pangan semakin meningkat seiring dengan peningkatan kebutuhan manusia akan makanan. Semakin hari kesadaran untuk mengkonsumsi bahan pangan berkualitas semakin tinggi. Ini merupakan ladang usaha yang sangat menjanjikan bagi siapa pun.

Udang merupakan salah satu sumber protein yang sangat enak untuk diolah menjadi berbagai jenis makanan. Kandungan glutamat yang tinggi membuat udang berada di posisi atas dalam daftar makanan gurih dan nikmat. Di sisi lain, kondisi laut yang sudah banyak tercemar membuat pasokan udang dari laut menjadi berkurang alias susah didapat. Kondisi seperti ini sudah barang tentu akan menaikkan harganya, hukum permintaan dan penawaran akan memainkan peranan. Untuk memenuhi permintaan, budidaya adalah salah satu solusinya. Budidaya udang dilakukan di tambak-tambak yang mungkin terpisah dari air laut.

Dengan melakukan budidaya, pasokan udang akan tetap terjaga dan terkendali. Sebagaimana halnya dengan semua jenis budidaya lain, panatalaksanaan tambak menjadi hal penting dalam mempertahankan kualitas maupun kuantitas hasil panen.

Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas hasil panen udang tambak adalah dengan pemilihan mulsa plastik yang tepat. Mulsa adalah bahan pelapis tambak yang digunakan untuk menjaga kualitas air di dalam tambak. Berdasarkan pengalaman para petani tambak, penggunaan mulsa plastik hitam perak mampu mengoptimalkan produksi udang tambak. Sesuai dengan namanya, mulsa plastik hitam perak terdiri dari dua warna, hitam dan perak. Warna perak dipasang di bagian atas atau bagian yang terpapar sinar matahari. Warna hitam dipakai di bagian bawah atau bagian yang menghadap tanah.

Warna perak pada mulsa plastik akan memantulkan cahaya matahari secara optimal. Pantulan ini akan diterima air di dalam tambak sehingga suhu air di dalam tambak akan tetap hangat. Bakteri-bakteri patogen yang merugikan udang pun diharapkan akan tereliminasi dengan suhu yang relatif hangat ini. Warna hitam yang menghadap ke bawah atau ke tanah akan menyerap seluruh cahaya matahari. Dengan cara seperti ini, kelembaban tanah akan senantiasa terjaga.

Penggunaan mulsa plastik hitam perak juga mampu meningkatkan produksi udang hingga 1,5 kali lipat. Ini mungkin terjadi karena udang-udang di dalam tambak tidak mudah mengalami sakit. Pakan yang diberikan pun dapat dilahap secara optimal karena tidak ada persaingan dengan spesies lain. Dibandingkan dengan mulsa plastik jenis lain, seperti HDPE, mulsa plastik hitam perak memang tidak tahan lama. Bahannya yang memang lunak hanya bisa digunakan hingga 1,5 kali panen. Sementara mulsa plastik HDPE dapat digunakan hingga 10 kali panen. Ini bisa menjadi kekurangan namun juga kelebihan bagi mulsa plsatik hitam perak.

Mulsa plastik HDPE tidak perlu sering-sering diganti sehingga para petambak cenderung lupa untuk melakukan pengecekan berkala. Akibatnya, kebocoran kecil mungkin akan terlewat. Padahal, para petambak pastilah sudah paham bahwa kebocoran sekecil apa pun bisa menjadi petaka besar. Jika plastik mulsa bocor, maka air dapat saja keluar ke tanah. Dari sisi sebaliknya, bakteri dan kotoran bisa saja masuk ke dalam tambak. Jika ini terjadi, maka panen udang bisa saja berkurang kualitas maupun kuantitasnya. Pada kasus terburuk, udang-udang di dalam tambak bisa saja mati.

Mulsa plastik hitam perak sudah barang tentu wajib sering diganti. Ini akan memberikan kondisi fresh selalu untuk udang tambak. Kebocoran pun dapat segera diantisipasi sehingga kemungkinan untuk mendapatkan hasil panen yang stabil dari waktu ke waktu akan lebih besar.
* Silahkan baca juga Metode dan Cara Pemasangan Plastik Mulsa Pada Tambak.

Sabtu, 09 April 2016

Mengapa Harus Mulsa Plastik Hitam-Perak (MPHP)?

Budidaya tanaman, seperti tanaman sayur dan buah sekarang semakin banyak dilakukan. Ini dikarenakan kebutuhan akan sayur dan buah di masyarakat setiap harinya selalu tinggi. Hasil panen dituntut untuk memiliki kualitas yang baik dan harus tersedia setiap harinya, sehingga budidaya tanamna perlu dilakukan dalam kondisi yang baik untuk pertumbuhan tanaman. Sementara itu, disisi lain justru di kalangan petani banyak dikeluhkan masalah-masalah seperti pertumbuhan gulma yang tidak terkontrol dan serangan hama, kekeringan dan masalah lainnya yang membuat hasil tanam berkurang bahkan sampai gagal panen karena kualitasnya tidak baik. Jika ini dibiarkan tentu saja konsumen akan kecewa dan petani akan rugi besar.

Solusi untuk mengatasi masalah budidaya tanaman seperti disebutkan di atas adalah dengan menggunakan mulsa plastik. Penggunaan mulsa plastik cocok budi daya tanaman dengan sistem intensifikasi produksi, seperti tanaman hortikultura jenis sayur-sayuran. Mulsa plastik adalah lembaran plastik penutup lahan bedengan pada budidaya tanaman. Plastik mulsa tergolong jenis mulsa anorganik karena terbuat dari bahan polietilena berdensitas rendah yang dihasilkan melalui poses polimerisasi etilen dibawah tekanan tinggi.

Penggunaan mulsa plastik merupakan salah satu cara budidaya yang telah terbukti dapat meningkatkan hasil tanaman dan membuat kualitas hasil panen baik. Mulsa plastik berguna untuk melindungi permukaan tanah dari erosi, menjaga kelembaban dan struktur tanah, serta menghambat pertumbuhan gulma. Selain itu, penggunaan mulsa memberikan berbagai keuntungan, baik dari aspek biologi, fisik maupun kimia tanah. Secara fisik mulsa mampu menjaga suhu tanah lebih stabil dan mampu mempertahankan kelembaban di sekitar perakaran tanaman. Penggunaan mulsa akan mempengaruhi suhu tanah. Mulsa dapat memperbaiki tata udara tanah dan meningkatkan pori-pori makro tanah sehingga kegiatan jasad renik dapat lebih baik dan ketersediaan air dapat lebih terjamin bagi tanaman.

Jenis mulsa plastik umumnya dibedakan berdasarkan warna dan intesitas cahaya yang dapat diteruskan, beberapa warna antara lain; bening, putih, perak, hitam, hitam perak, merah dan biru. Warna mulsa akan menentukan energi radiasi matahari yang diterima dan berdampak pada suhu lapisan olah tanah, selain itu cahaya yang dipantulkan permukaan mulsa berpengaruh kepada kondisi lingkungan sekitar tanaman. Contohnya warna mulsa plastik yang umumnya digunakan di Amerika Utara dan Eropa secara komersial adalah warna hitam, transparan (bening), hijau dan warna perak.

Plastik berwarna hitam dapat menghambat pertumbuhan gulma dan dapat menyerap panas matahari lebih banyak. Mulsa plastik bening dapat menciptakan efek rumah kaca, sementara mulsa plastik perak dapat memantulkan kembali sebagian panas yang diserap sehingga mengurangi serangan kutu daun (aphid) pada tanaman. Di Indonesia sendiri, jenis mulsa yang paling banyak digunakan saat ini adalah Mulsa Plastik Hitam-Perak atau disingkat MPHP. MPHP adalah adaptasi atau pengembangan teknologi sistem Mulsa Plastik yang dirintis oleh Jepang dan Taiwan.

Mengapa harus MPHP? Karena MPHP ini memiliki dua muka dan dua warna, yaitu muka pertama berwarna hitam dan muka kedua berwarna perak. Warna hitam untuk menutup permukaan tanah, warna perak sebagai permukaan atas tempat menanam suatu tanaman budidaya. Warna perak pada mulsa akan memantulkan cahaya matahari sehingga proses fotosintesis menjadi lebih optimal, kondisi pertanaman tidak terlalu lembab, mengurangi serangan penyakit, dan mengusir serangga-serangga penggangu tanaman seperti Thirps dan Aphids. Sedangkan warna hitam pada mulsa akan menyerap panas sehingga suhu di perakaran tanaman menhadi hangat. Akibatnya, perkembangan akar akan optimal. Selain itu warna hitam juga mencegah sinar matahari menembus ke dalam tanah sehingga benih-benih gulma tidak akan tumbuh.

Oleh karena itu, penggunaan MPHP sangat direkomendasikan untuk meningkatkan kualitas tanam dan banyak digunakan di Indonesia. Dengan menggunakan MPHP setidaknya ada 4 manfaat utama yang akan didapatkan:
1. Produksi lebih tinggi, peningkatan suhu tanah akan memacu pertumbuhan tanaman serta mempercepat masa panen, dari hasil penelitian masa panen lebih cepat 7-14 hari.
2. Pada musim kering (kemarau), MPHP dapat menekan penguapan air dari dalam tanah, sehingga tidak terlalu sering untuk melakukan penyiraman (pengairan).
3. Penanganan gulma lebih rendah, mulsa plastik hitam dan hitam perak akan mengurangi intensitas cahaya ke permukaan tanah sehingga gulma cenderung tidak tumbuh. Jadi secara ekonomis penggunaan MPHP dapat mengurangi pekerjaan penyiangan dan penggemburan tanah, sehingga biaya pengadaan MPHP dapat dialokasikan dari biaya pemeliharaan tanaman tersebut.
4. Mencegah tercucinya pupuk oleh air hujan, dan penguapan unsur hara oleh sinar matahari. Aliran air permukaan akan tertahan oleh mulsa sehingga unsur hara pupuk tidak akan hilang oleh pencucian. Penggunaan MPHP akan menjaga nutrisi bagi tanaman berada pada zona perakaran, sehingga penggunaan nutrisi lebih efisien.

Jadi gunakan Mulsa Plastik Hitam-Perak (MPHP) sekarang juga dan buktikan hasilnya, hasil panen Anda melimpah dan untung besar akan Anda dapatkan.
Baca juga Mulsa Plastik Merk Tembakau, Murah & Berkualitas.

Minggu, 27 Maret 2016

Kelebihan Mulsa Plastik Hitam-Perak (MPHP) Dibandingkan Jenis Mulsa Lain

Secara definisi, mulsa adalah sisa tanaman, lembaran plastik, atau susunan batu yang disebar dipermukaan tanah. Mulsa berguna untuk melindungi permukaan tanah dari terpaan hujan, erosi, dan menjaga kelembaban, struktur, kesuburan tanah, serta menghambat pertumbuhan gulma (rumput liar).

Mulsa tanaman bisa terdiri dari bahan organik sisa tanaman (jerami padi, batang jagung), pangkasan dari tanaman pagar, daun-daun dan ranting tanaman. Bahan tersebut disebarkan secara merata diatas permukaan tanah setebal 2-5 cm sehingga permukaan tanah tertutup sempurna.

Namun, mulsa tanaman memiliki kekurangan yakni beberapa gulma masih bisa tumbuh, karena dalam pemasangannya masih akan tersedia cukup ruang untuk gulma tumbuh. Selain itu, gula tanaman dalam lama waktu tertentu akan mengalami pelapukan atau pembusukan, sehingga kita harus menggantinya setiap musim tanam bahkan bisa jadi lebih sering tergantung kecepatan mulsa tersebut melapuk. Tentu saja ini kurang efisien secara waktu dan membutuhkan tenaga lebih.

Bagaimana dengan mulsa bebatuan? Di pegunungan dan di sungai-sungai batu-batu cukup banyak tersedia sehingga bisa dipakai sebagai mulsa untuk tanaman. Permukaan tanah ditutup dengan batu yang disusun rapat hingga tidak terlihat lagi. Namun, mulsa batu tidak cocok untuk digunakan untuk menanam tanaman sayuran, namun cocok untuk tanaman pepohonan. Tanaman pohon yang lebih kokoh lebih kuat untuk tumbuh disekitar mulsa batu. Selain itu, kita membutuhkan tenaga lebih untuk memasang mulsa jenis ini karena bobot batu yang besar. Sehingga tidak efisien secara tenaga.

Yang terakhir adalah mulsa plastik. Inilah jenis mulsa yang paling efisien secara waktu dan tenaga. Mulsa plastik akan mengatasi masalah-masalah yang dialami pada 2 jenis mulsa sebelumnya. Mulsa plastik mudah dipasang dan efektif untuk menghambat pertumbuhan gulma dan mengurangi penguapan karena sedikit celah untuk gulma tumbuh. Kondisi mulsa yang tanpa celah dan rapat sangat efektif untuk mengurangi erosi tanah dan pencucian hara tanah.

Plastik mulsa tergolong tipe mulsa anorganik sebab terbuat dari bahan polietilena berdensitas rendah yg dihasilkan lewat poses polimerisasi etilen di bawah tekanan tinggi. Mulsa plastik tidak sedikit diperlukan terhadap budidaya tanaman dengan sistem intensifikasi produksi, diantaranya tanaman hortikultura tipe sayur-sayuran dan buah seperti melon, semangka dan lain-lain. Warna mulsa akan menentukan energi radiasi matahari yg ditampung dan berdampak pada suhu lapisan olah tanah, selain itu cahaya yg dipantulkan bagian atas mulsa berpengaruh pada situasi lingkungan yang baik bagi tanaman. Adapun jenis mulsa plastik umumnya dibedakan berdasarkan warna dan intensitas cahaya yang dapat diteruskan oleh beberapa warna mulsa. Biasanya mulsa plastik hanya terdiri dari 1 warna saja. Biasanya hanya diperuntukan untuk mengurangi radiasi matahari dan penguapan, padahal sinar matahari sebagian masih bisa tembus mulsa dan digunakan gulma untuk tumbuh. Sehingga mulsa satu warna masih punya kekurangan.

Dari sekian warna mulsa plastik yang paling banyak digunakan adalah jenis Mulsa Plastik Hitam-Perak (MPHP). Karena MPHP ini adalah jenis mulsa plastik yang paling cocok digunakan untuk daerah tropis seperti Indonesia, iklim dengan penyinaran matahari yang optimal setiap tahunnya. Warna hitam berfungsi menjaga kelembaban tanah, menghalangi pertumbuhan gulma/rumput liar, sedangkan warna perak untuk memantulkan sinar matahari untuk mengurangi penguapan air tanah. Jadi dengan dua warna berbeda ini, penggunaan mulsa MPHP akan memberikan banyak keuntungan sekaligus dan sangat efektif untuk meningkatkan kualitas tanaman.

Keuntungan yang diberikan MPHP, mulsa hitam-perak ini diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Pemberian pupuk dapat dilakukan sekaligus total sebelum tanam.
2. Warna hitam dari mulsa akan menimbulkan kesan gelap sehingga dapat menekan rumput-rumput liar atau gulma.
3. Warna perak dari mulsa dapat memantulkan sinar matahari, sehingga dapat mengurangi hama aphis, trips dan tungau, serta secara tidak langsung menekan serangan penyakit virus.
4. Menjaga tanah tetap gembur, suhu dan kelembaban tanah relatif tetap (stabil).
5. Mencegah tercucinya pupuk oleh air hujan, dan penguapan unsur hara oleh sinar matahari.
6. Pada tanaman buah, buah yang berada di atas permukaan tanah terhindar dari percikan air tanah sehingga dapat mengurangi resiko berjangkitnya penyakit busuk buah.
7. Kesuburan tanah baik karena pemupukan dapat merata, sehingga pertumbuhan dan produksi tanaman budidaya relatif seragam (homogen).
8. Secara ekonomis penggunaan MPHP dapat mengurangi pekerjaan penyiangan dan penggemburan tanah, sehingga biaya pengadaan MPHP dapat dialokasikan dari biaya pemeliharaan tanaman tersebut.
9. Pada musim kering (kemarau), MPHP dapat menekan penguapan air dari dalam tanah, sehingga tidak terlalu sering untuk melakukan penyiraman (pengairan).
10. Pemasangan mulsa plastik jelas lebih mudah daripada mulsa batu dan mulsa tanaman. Pemasangan mulsa plastik akan menghemat waktu dan tenaga kita.

Sehingga jelas, dengan begitu, MPHP adalah solusi dari masalah jenis mulsa lainnya. Dua kombinasi warna perak dan hitam saling berkolabirasi memberikan kegunaan bagi tanaman Anda. Dengan menggunakan MPHP, hasil tanam berkualitas, untungnya pun berkualitas.
Baca Juga Mulsa Hitam Perak Merk TEMBAKAU.