Minggu, 27 Maret 2016

Kelebihan Mulsa Plastik Hitam-Perak (MPHP) Dibandingkan Jenis Mulsa Lain

Secara definisi, mulsa adalah sisa tanaman, lembaran plastik, atau susunan batu yang disebar dipermukaan tanah. Mulsa berguna untuk melindungi permukaan tanah dari terpaan hujan, erosi, dan menjaga kelembaban, struktur, kesuburan tanah, serta menghambat pertumbuhan gulma (rumput liar).

Mulsa tanaman bisa terdiri dari bahan organik sisa tanaman (jerami padi, batang jagung), pangkasan dari tanaman pagar, daun-daun dan ranting tanaman. Bahan tersebut disebarkan secara merata diatas permukaan tanah setebal 2-5 cm sehingga permukaan tanah tertutup sempurna.

Namun, mulsa tanaman memiliki kekurangan yakni beberapa gulma masih bisa tumbuh, karena dalam pemasangannya masih akan tersedia cukup ruang untuk gulma tumbuh. Selain itu, gula tanaman dalam lama waktu tertentu akan mengalami pelapukan atau pembusukan, sehingga kita harus menggantinya setiap musim tanam bahkan bisa jadi lebih sering tergantung kecepatan mulsa tersebut melapuk. Tentu saja ini kurang efisien secara waktu dan membutuhkan tenaga lebih.

Bagaimana dengan mulsa bebatuan? Di pegunungan dan di sungai-sungai batu-batu cukup banyak tersedia sehingga bisa dipakai sebagai mulsa untuk tanaman. Permukaan tanah ditutup dengan batu yang disusun rapat hingga tidak terlihat lagi. Namun, mulsa batu tidak cocok untuk digunakan untuk menanam tanaman sayuran, namun cocok untuk tanaman pepohonan. Tanaman pohon yang lebih kokoh lebih kuat untuk tumbuh disekitar mulsa batu. Selain itu, kita membutuhkan tenaga lebih untuk memasang mulsa jenis ini karena bobot batu yang besar. Sehingga tidak efisien secara tenaga.

Yang terakhir adalah mulsa plastik. Inilah jenis mulsa yang paling efisien secara waktu dan tenaga. Mulsa plastik akan mengatasi masalah-masalah yang dialami pada 2 jenis mulsa sebelumnya. Mulsa plastik mudah dipasang dan efektif untuk menghambat pertumbuhan gulma dan mengurangi penguapan karena sedikit celah untuk gulma tumbuh. Kondisi mulsa yang tanpa celah dan rapat sangat efektif untuk mengurangi erosi tanah dan pencucian hara tanah.

Plastik mulsa tergolong tipe mulsa anorganik sebab terbuat dari bahan polietilena berdensitas rendah yg dihasilkan lewat poses polimerisasi etilen di bawah tekanan tinggi. Mulsa plastik tidak sedikit diperlukan terhadap budidaya tanaman dengan sistem intensifikasi produksi, diantaranya tanaman hortikultura tipe sayur-sayuran dan buah seperti melon, semangka dan lain-lain. Warna mulsa akan menentukan energi radiasi matahari yg ditampung dan berdampak pada suhu lapisan olah tanah, selain itu cahaya yg dipantulkan bagian atas mulsa berpengaruh pada situasi lingkungan yang baik bagi tanaman. Adapun jenis mulsa plastik umumnya dibedakan berdasarkan warna dan intensitas cahaya yang dapat diteruskan oleh beberapa warna mulsa. Biasanya mulsa plastik hanya terdiri dari 1 warna saja. Biasanya hanya diperuntukan untuk mengurangi radiasi matahari dan penguapan, padahal sinar matahari sebagian masih bisa tembus mulsa dan digunakan gulma untuk tumbuh. Sehingga mulsa satu warna masih punya kekurangan.

Dari sekian warna mulsa plastik yang paling banyak digunakan adalah jenis Mulsa Plastik Hitam-Perak (MPHP). Karena MPHP ini adalah jenis mulsa plastik yang paling cocok digunakan untuk daerah tropis seperti Indonesia, iklim dengan penyinaran matahari yang optimal setiap tahunnya. Warna hitam berfungsi menjaga kelembaban tanah, menghalangi pertumbuhan gulma/rumput liar, sedangkan warna perak untuk memantulkan sinar matahari untuk mengurangi penguapan air tanah. Jadi dengan dua warna berbeda ini, penggunaan mulsa MPHP akan memberikan banyak keuntungan sekaligus dan sangat efektif untuk meningkatkan kualitas tanaman.

Keuntungan yang diberikan MPHP, mulsa hitam-perak ini diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Pemberian pupuk dapat dilakukan sekaligus total sebelum tanam.
2. Warna hitam dari mulsa akan menimbulkan kesan gelap sehingga dapat menekan rumput-rumput liar atau gulma.
3. Warna perak dari mulsa dapat memantulkan sinar matahari, sehingga dapat mengurangi hama aphis, trips dan tungau, serta secara tidak langsung menekan serangan penyakit virus.
4. Menjaga tanah tetap gembur, suhu dan kelembaban tanah relatif tetap (stabil).
5. Mencegah tercucinya pupuk oleh air hujan, dan penguapan unsur hara oleh sinar matahari.
6. Pada tanaman buah, buah yang berada di atas permukaan tanah terhindar dari percikan air tanah sehingga dapat mengurangi resiko berjangkitnya penyakit busuk buah.
7. Kesuburan tanah baik karena pemupukan dapat merata, sehingga pertumbuhan dan produksi tanaman budidaya relatif seragam (homogen).
8. Secara ekonomis penggunaan MPHP dapat mengurangi pekerjaan penyiangan dan penggemburan tanah, sehingga biaya pengadaan MPHP dapat dialokasikan dari biaya pemeliharaan tanaman tersebut.
9. Pada musim kering (kemarau), MPHP dapat menekan penguapan air dari dalam tanah, sehingga tidak terlalu sering untuk melakukan penyiraman (pengairan).
10. Pemasangan mulsa plastik jelas lebih mudah daripada mulsa batu dan mulsa tanaman. Pemasangan mulsa plastik akan menghemat waktu dan tenaga kita.

Sehingga jelas, dengan begitu, MPHP adalah solusi dari masalah jenis mulsa lainnya. Dua kombinasi warna perak dan hitam saling berkolabirasi memberikan kegunaan bagi tanaman Anda. Dengan menggunakan MPHP, hasil tanam berkualitas, untungnya pun berkualitas.
Baca Juga Mulsa Hitam Perak Merk TEMBAKAU.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar