Selasa, 21 Februari 2017

Menanam Bawang Merah Organik Menggunakan Plastik Mulsa

Penggunaan mulsa semakin meluas dalam sektor pertanian di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh munculnya berbagai penelitian dan testimoni petani akan berbagai manfaatnya. Mulsa yang sering digunakan adalah mulsa plastik. Karena mulsa jenis ini lebih mudah didapat dan praktis dalam proses pemasangannya.

Walau demikian harga mulsa plastik memang lebih mahal dibandingkan jika tidak memakai mulsa atau menggunakan mulsa organik. Namun hasil budidaya yang meningkat tentunya dapat menutup biaya pengadaan mulsa plastik tersebut.

Mulsa plastik dibuat di pabrik mulsa plastik yang berasal dari bahan polietilena berdensitas rendah. Bahan ini tipis dan ringan namun liat sehingga tidak mudah sobek. Jenisnya ada banyak misalnya mulsa plastik bening, mulsa plastik hitam perak, mulsa plastik hitam, dsb. Tiap jenis mulsa plastik ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Ukuran mulsa plastik yang dibutuhkan petani disesuaikan dengan ukuran lebar x panjang bedengan (luas lahan tanam).
 # Baca juga Mulsa Plastik Hitam Perak Untuk Udang Tambak.

Penggunaan mulsa plastik tepat diterapkan pada sayur-sayuran yang membutuhkan sistem intensifikasi produksi. Misalnya saja tanaman cabai, tomat, sawi hijau, kentang, bawang merah, dll. Kebutuhan pasar akan komoditas tersebut relatif tinggi sehingga harus diimbangi pula dengan produksi yang tinggi. Contohnya bawang merah, bumbu dapur yang satu ini merupakan bumbu dasar yang digunakan untuk memasak berbagai macam masakan. Otomatis, permintaan terhadap umbi berwarna merah keunguan ini sangat tinggi.


Bawang merah ideal ditanam di daerah dataran rendah dengan iklim kering dan suhu udara panas. Tanaman ini memerlukan tanah yang subur, gembur, mengandung banyak bahan organik, dan memiliki drainase yang baik. Salah satu daerah produsen terbesar bawang merah adalah daerah Brebes, Jawa Tengah.

Namun demikian, produksi bawang merah masih perlu digenjot dan diratakan di seluruh daerah di Indonesia. Supaya ketika ada gagal panen di satu daerah maka daerah lain bisa memasok kebutuhan dalam negeri tanpa harus impor. Masyarakat pula tak perlu merasakan harga bawang merah yang mencekik ketika bumbu yang satu ini langka di pasaran.
# Baca juga Konservasi Tanah Dengan Mulsa Plastik.

Tahun 2015, BPTP Jogjakarta bekerjasama dengan KKP3SL melakukan penelitian mengenai efek penggunaan mulsa plastik pada kebun bawang merah di daerah Bantul. Tanah di daerah ini merupakan tanah berpasir, tanahnya kering dan memiliki daya penguapan yang tinggi. Menurut petani  bawang merah yang berpartisipasi dalam kajian tersebut, proses penyiraman tanamannya menjadi lebih singkat. Yang biasanya memerlukan waktu 1.5 jam untuk menyirami 1000 m2, menjadi sekitar 1 jam saja. Selain itu bawang merah yang ditanam menggunakan mulsa plastik terserang hama dan penyakit yang lebih sedikit dibandingkan dengan bwang merah tanpa mulsa.

Hal ini tentunya menghemat penggunaan pestisida pada tanaman. Uji coba berikutnya dilakukan di tahun 2016, masih di kota Bantul panen bawang merah pada kebun yang dilapisi mulsa plastik menunjukkan hasil panen yang lebih tinggi.
# Untuk info tentang plastik mulsa terlengkap dan terupdate silahkan klik DISINI.

Penelitian di daerah Temanggung pada tahun 2014, menunjukkan bahwa kombinasi penggunaan mulsa plastik dan pengaturan jarak tanam pada bawang merah menunjukkan hasil panen yang optimal. Jarak tanam 15 cm x 25 cm menghasilkan rumpun umbi paling banyak dan umbi kering setelah ditimbang pun paling berat dibandingkan hasil budidaya bawang merah tanpa mulsa dengan jarak tanam lebih rapat.

Bagaimana? Tertarik untuk menggunakan mulsa plastik pada kebun bawang merah Anda?
Kami, Lim Corporation, jual mulsa plastik untuk berbagai keperluan pertanian dan perikanan (mulsa plastik untuk tambak) yang berkualitas dengan harga bersaing.
# Untuk info harga plastik mulsa hitam perak silahkan klik DISINI.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar