Rabu, 17 Mei 2017

4 Panduan Sederhana Budidaya Buncis Agar Hasil Panen Melimpah Ruah!

Buncis merupakan sayuran yang banyak mengandung protein serta vitamin yang membantu menyeimbangkan tekanan darah serta metabolisme gula dalam darah yang sesuai dengan apa yang dikonsumsi oleh mereka bagi yang memiliki penyakit diabetes ataupun hipertensi.

1. Penyiapan Benih
Budidaya buncis dapat dikembangbiakkan pakai biji yang diseleksi dari tumbuhan yang sehat serta subur. Langkah menyeleksinya berdasarkan pada bedengan yang paling baik untuk tempat/lahan buncis tumbuh. Kenapa? Sebab langkah pemilihan tanaman yakni menurut bedengan, bertujuan supaya proses penuaan tak menganggu tumbuhan lainnya. Kalau seleksi benih ditentukan berdasarkan individu tumbuhan jadi bakal terjadi kegagalan saat panen pada individu lainnya yang berkembang biak pada bedengan yang persis.

Pilihlah buncis yang besar serta memiliki bentuk sempurna. Selanjutnya jemur buncis pada panasnya matahari sampai kering, umunya 1-2 hari. Sesudah kering, kupas dan buka kulit buahnya serta ambil bijinya.

*Baca juga Tahapan Budidaya Tanaman Lada, Dari Proses Awal Hingga Akhir!

Jika sudah, berikutnya simpan benih di dalam botol kaca yang sudah bersih. Sesudah botol telah terisi penuh dengan benih, tutupi mulut botol memakai abu kayu pada bagian atas. Faedah dari abu kayu sendiri untuk media penutup botol guna menyerap kelembaban. Jadi lingkungan didalam botol dapat kering tetapi masih bisa terjadi adanya pertukaran pada udara.

2. Penanaman Benih
Tips terefektif saat budidaya buncis ialah menanamnya memakai biji secara langsung tanpa melalui proses penyemaian dahulu. Letakkan biji buncis ke dalam lubang yang sudah disediakan. Isikan tiap lubang yakni 2 biji buncis. Selanjutnya tutup kembali menggunakan tanah, lalu siram dengan teratur jika keadaan tanah kering.

Keperluan benih buncis ialah 50 kg per hektarnya. Buncis bakal tumbuh kecambah ketika 3-7 hari sesudah masa tanam. Saat hari ke-7 umumnya kecambah sudah tumbuh secara bersamaan.

3. Perawatan Tanaman
Untuk tahap perawatan yang dibutuhkan ketika budidaya buncis yakni antara lain : penaikan tanah, pemasangan lenjer bambu serta tahap pemupukan susulan.

Buncis ialah tumbuhan yang dapat bertahan dari kekeringan, maka kita tak harus menyiramnya tiap-tiap hari. Walaupun hujan cuma turun sekali dalam seminggu, tanaman ini masih dapat berkembang secara baik. Proses penyiraman cuma dikerjakan jika keadaan kekeringan mulai cukup parah.

Lalau sekitar 2 minggu sesudah masa tanam, tinggikan volume tanah yang ada disekitar tanaman. Tujuannya supaya tanah dapat menutupi bagian akar yang tumbuh keluar serta memperkokoh bagian akar. Tak hanya itu, peninggian pada tanah dimaksudkan guna menyiangi tumbuhan dan hama penggangu.

Pasangkan pada tanaman buncis yaitu lenjer bambu maupun pengajiran yang dapat dikerjakan sesudah masuk minggu ke-2. Letakkan lenjer bambu dengan panjang sekitar 2 meter, selanjutnya pasangkan tiap 4 lenjer di pangkal ujung atas.

*Jangan lewatkan harga terupdate prodak-prodak pertanian dari kami, info harga selengkapnya bisa Anda klik DISINI

4. Masa Panen
Tanaman buncis sudah berbunga ketika berusia 40 hari sesudah masa tanam. Saat berusia 50 hari, tanaman ini telah dapat dipanen.

Buncis dapat dipanen 2 kali sehari memakai cara dipotong/pangkas. Cara pemotongan wajib dikerjakan secara hati-hati dan teliti agar bunga tak berjatuhan.
Pemanenan dapat dikerjakan sampai 10 kali. Umunya saat panen pertama serta kedua hasilnya mencapai angka 2-4 ton tiap hektarnya. Ketika panen selanjutnya sampai panen kelima bakal menduduki puncaknya kemudian menurun sampai masa panen usai. Total keseluruhan hasil panen buncis, dapat mendekati angka 48 ton per hektar. Wow angka yang banyak kan?

Bagaimana, cukup mudah bukan? Anda ingin membudidayakan tanaman buncis juga, boleh mengikuti langkah-langkah diatas. Semoga membantu.

Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Buncis
http://alamtani.com/budidaya-buncis-organik.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar