Kamis, 14 Mei 2015

Cara Pemasangan Plastik Mulsa Hitam Perak Pada Tanaman Cabe (Cabai)

Cara budidaya tanaman dengan menggunakan mulsa plastik hitam perak (MPHP) merupakan pengembangan teknologi sistem mulsa plastik untuk berbagai usaha tani tanaman sayuran dan buah-buahan yang dirintis oleh negara Jepang dan Taiwan. MPHP ini memiliki dua muka dan dua warna yaitu muka pertama berwana hitam dan muka kedua berwarna perak. Warna hitam dimaksudkan untuk menutup permukaan tanah, sedangkan warna perak dimaksudkan sebagai permukaan atas tempat menanam suatu tanaman budidaya.

Cara budidaya tanaman dengan sistem MPH banyak memiliki keuntungan, antara lain cukup efektif dalam menjaga tanaman dari serangan hama maupun virus penyakit, mampu menjaga kestabilan suhu dan kelembapan tanah atau kegemburan tanah, serta dapat mengurangi pekerjaan penyiangan dan penggemburan tanah sehingga menghemat biaya usaha budidaya.

Penggunaan sistem MPHP kini telah berkembang di Indonesia, termasuk pada usaha budidaya cabai (cabe). Alasan utama penggunaan sistem MPHP dalam usaha budidaya cabai hibrida adalah untuk mengimbangi biaya pengadaan MPHP dari peningkatan hasil cabai yang lebih tinggi daripada cabai biasa sehingga secara ekonomis menguntungkan. Di samping itu, budidaya cabai hibrida dengan system MPHP merupakan perbaikan kultur teknik ke arah yang intensif. Adapun kegiatan pokok teknik budidaya cabai hibrida dengan system MPHP meliputi:

Penggunaan mulsa plastik warna hitam untuk lapisan bawah dan warna perak untuk lapisan atas sangat diperlukan untuk penanaman cabai pada musim hujan. Salah satu keuntungan menggunakan mulsa lapisan atas perak adalah sinar ultraviolet ke permukaan bawah daun yang banyak dihuni oleh hama aphid, thrips, tungau, ulat, dan cendawan. Pemasangan mulsa plastik hitam perak di bedengan tempat menanam cabai dilakukan setelah bedengan selesai dipupuk. Kebutuhan mulsa plastik untuk penanaman cabai seluas 1 ha dengan populasi kurang lebih 16.000-17.000 tanaman dengan menggunakan jarak tanam 75 cm x 50 cm adalah sekitar 12 rol. Lebar mulsa yang digunakan 120 cm.

Pemasangan mulsa plastik ini sebaiknya dilakukan pada siang hari sewaktu matahari sedang terik-teriknya sehingga mulsa plastik dapat ditarik dan dikembangkan secara maksimal. Alat-alat yang diperlukan untuk pemasangan mulsa plastik adalah pasak bambu berbentuk huruf U, pisau atau gunting untuk memotong mulsa, tali salaran/rafia, mulsa plastik hitam-perak.

Berikut cara pemasangan plastik mulsa:
♦ Siapkan mulsa plastik sepanjang bedengan dikurangi 1-0,5 m karena akan memuai terkena panas dan tarikan.

♦ Ujung ujung mulsa plastik ditarik secara bersamaan lalu kedua ujung dipasak dengan menggunakan pasak dari bambu.

♦ Salah satu sisanya dipasang pasak bambu dengan jarak setiap 50 cm. Setelah satu sisinya selesai, sisi lainnya menyusul. Pemasangan pasak ini dilakukan sambil menarik secara perlahan-lahan mulsa plastik sehingga menutup bedengan dengan rapat.

Cara Melubangi Mulsa Plastik
Setelah mulsa plastik terpasang, tahapan berikutnya adalah membuat lubang-lubang pada mulsa untuk calon tempat tanaman cabe. Bagaimana cara melubangi plastik mulsa?
1. Kita tentukan dulu calon lubang & jarak tanam (misalnya 75 cm x 50 cm).
2. Calon lubang tanah ditandai dengan spidol berbentuk lingkaran atau segitiga. 3. Cara melakukan pelubangan dengan menggunakan bekas kaleng susu. Kaleng susu yang digunakan adalah kaleng susu kecil yang berdiameter sekitar 10 cm.
4. Salah satu ujung kaleng ini kita gunting berbentuk gerigi. Cara menggunakannya dengan menancapkan kaleng itu ke mulsa sambil memutarnya.
5. Saat kaleng kita angkat, tanahpun ikut terangkat sehingga membentuk lubang tanam di mulsa plastik, juga membentuk lubang tanam di bedengan karena tanahnya ikut terangkat.

♠ Jika Anda membutuhkan mulsa plastik hitam perak silahkan hubungi kami:
- SMS/Call: 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 08123.258.4950
- Phone/Fax: 031-8830487
- Email: limcorporation2009@gmail.com
(Disarikan dari berbagai sumber)

1 komentar: