Jumat, 20 Mei 2016

Keunggulan Mulsa Hitam Perak

Bahan makanan merupakan kebutuhan pokok manusia. Tak ada manusia yang tidak membutuhkan makan, bukan? Karenanya, usaha di sektor pertanian adalah salah satu usaha yang tak akan lekang dimakan usia selama masih ada manusia.
Budidaya tanaman pangan maupun hewan sumber protein merupakan bentuk kecerdasan manusia demi memenuhi kebutuhannya akan bahan makanan. Pemenuhan kebutuhan ini pula yang memberikan berbagai ide untuk meningkatkan produksi hasil pertanian.

Salah satu cara meningkatkan produksi adalah dengan penggunaan mulsa. Mulsa sudah lama dikenal sebagai sarana menutup tanah pertanian agar pertumbuhan gulma dapat dikendalikan. Dahulu mulsa terbuat dari bahan-bahan organik seperti batu, jerami, daun-daun kering, dan sebagainya. Kini mulsa dibuat lebih praktis dengan bahan plastik.

Salah satu mulsa berbahan plastik adalah mulsa hitam perak. Mulsa jenis ini memiliki dua warna, hitam dan perak. Salah satu sisi berwarna hitam dan sisi lainnya berwarna perak. Warna perak digunakan menghadap ke bagian luar atau menghadap ke matahari. Fungsi pewarnaan perak adalah untuk memantulkan cahaya matahari. Pada tanaman, pantulan cahaya matahari dari mulsa membantu proses fotosintesis. Dengan begitu, proses fotosintesis menjadi optimal. Pada tambak, pantulan cahaya matahari pada mulsa membantu mengurangi pertumbuhan bakteri dan jamur sehingga kualitas air tetap terjaga.

Warna hitam digunakan di bagian bawah, yang langsung menghadap tanah. Warna hitam menyerap cahaya matahari sehingga tanah akan tetap lembab. Tanah yang lembab merupakan tempat tumbuh optimal bagi akar. Ketiadaan cahaya matahari di bawah lapisan mulsa akan menghambat bahkan menghilangkan pertumbuhan gulma.

Pada tambak, penggunaan mulsa hitam perak lebih hemat dan aman dibandingkan dengan mulsa plastik jenis lain, seperti jenis HDPE. Mulsa jenis HDPE memang cukup tahan lama untuk digunakan di tambak-tambak. Namun keawetannya ini justru menjadi kerugian pada penggunaan untuk tambak. Karena awetnya, kebocoran kecil jadi lebih sulit dideteksi. Akibatnya petambak akan terlambat mengantisipasi atau memperbaiki kerusakan yang terjadi.
Mulsa plastik hitam perak hanya bisa digunakan 1,5 kali.

Akibatnya, plastik mulsa akan cepat diganti jika isi tambak telah dipanen. Karena harus sering diganti, maka tiap kali selesai panen, maka tambak akan mulai diisi lagi dengan mulsa yang baru. Konsekuensinya tentu sudah dipahami bersama, tambak menjadi selalu fresh. Ini bermanfaat untuk mengendalikan jumlah bakteri yang masuk ke dalam tambak selama proses pemeliharaan.

Penggunaan mulsa plastik hitam perak pada tambak telah terbukti meningkatkan hasil panen. Jumlah bakteri dan jamur yang terkendali berdampak pada kesehatan hewan tambak. Kesehatan yang baik akan berdampak pada nafsu makan yang baik pula. Tidak mengherankan jika hasil akhir dari panen tambak bisa mencapai 1,5-2 kali lipat hasil produksi pada tambak yang menggunakan mulsa HDPE.

Pengendalian bakteri dan jamur pengganggu juga berlaku pada tanaman yang menggunakan mulsa plastik hitam perak. Cahaya matahari yang dipantulkan ke atas sangat baik bagi dedaunan namun kurang baik bagi kutu-kutu daun maupun serangga yang sering bersembunyi di balik dedaunan. Warna hitam di bagian bawah pun menyerap semua cahaya matahari sehingga bakteri enggan hidup di bagina bawah mulsa.

Berbagai macam keunggulan di atas telah membawa kita pada kesimpulan bahwa mulsa plastik hitam perak merupakan pilihan tepat bagi para petani maupun petambak. Petani maupun petambak yang melakukan budidaya dapat menangguk hasil yang lebih besar dengan usaha yang minimal. Inilah yang disebut dengan efisiensi. Ketika ongkos produksi dapat ditekan, maka keuntungan akan meningkat walaupun harga jual hasil pertaniannya tetap.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar