Jumat, 14 April 2017

13 Cara Terbukti Ampuh Usir Penyakit Patek Pada Tanaman Cabai


Cabai / cabe atau dikenal juga dengan nama lombok termasuk dalam suku terong-terongan (Solanaceae) dan tergolong tanaman yang gampang ditanam di dataran rendah maupun di dataran tinggi. Tanaman cabai terdapat banyak kandungan vitamin A dan vitamin C serta mengandung minyak atsiri capsaicin, yang membuat rasa pedas serta memberikan kehangatan panas jika dipakai untuk rempah-rempah (bumbu dapur). Cabai bisa ditanam dengan gampang sehingga dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari tanpa perlu membelinya di pasar.

Jika tanaman cabai anda terkena penyakit patek, maka lakukanlah langkah-langkah berikut guna mengatasi masalah tersebut. Cara penanganan penyakit patek pada tanaman cabai dapat dikerjakan dengan langkah-langkah berikut:

1. Pakailah bibit cabai yang sehat, atau jika mengerjakan pembibit cabe dari tanaman sendiri tidak dianjurkan memakai dari tanaman cabai yang terserang patek.
 
2. Penanaman seharusnya dikerjakan bukan dari bekas tanaman cabai, terong, tomat atau tanaman yang sefamily Solanaceae. Spora Gloeosporium dan Colletotrichum bisa bertahan serta menyesuaikan diri pada tanah hingga waktu sampai tahunan.
 
3. Gunakan varietas cabai yang kebal terhadap penyakit patek, cabe kriting lebih kebal terhadap penyakit patek.

# Baca juga Cara Budidaya Tanaman Cabai Dengan Mulsa Plastik
 
4. Pakailah pupuk dasar atau pemupukan dengan pupuk yang mempunyai unsur N (nitrogen) rendah, sebab pemakaian unsur N yang berlebihan akan menjadikan tanaman cabai menjadi rentan atau mudah terserang penyakit patek.
 
5. Perbanyak unsur Kalium serta Calsium guna membantu pengerasan kulit pada buah cabai.
 
6. Pakailah mulsa plastik supaya terhindar dari penyebaran spora jamur oleh percikan air hujan atau penyiraman.
 
7. Terapkanlah jarak tanam yang ideal atau sesuai kebutuhan tanaman, usahakan jarak agak lebar sedikit sehingga bisa meningkatkan kelembaban serta mempercepat penyebaran penyakit.
 
8. Lakukan langkah perempelan supaya tanaman tidak terlalu rimbun, guna menghindari peningkatan kelembaban udara disekeliling tanaman.
 
9. Pakailah peralatan yang berbeda guna menghindari penularan melalui peralat pertanian yang kita pakai.
 
10. Lakukan langkah pencegahan dengan menerapkan penyemprotan fungisida kontak berbahan aktif mankozeb atau tembaga hidroksida jika serangan penyakit sudah berada dibatas akhir.

# Jangan lewatkan Segudang Manfaat Mulsa Plastik Dalam Memaksimalkan Hasil Panen Cabai
 
11. Jika cara diatas sudah dikerjakan tetapi tetap terjadi serangan patek maka lakukan langkah eradikasi dengan secepatnya membuang tanaman yang sakit atau membakarnya.
 
12. Jika serangan patek sudah tidak bisa dikendalikan maka lakukanlah penyelamatan cabe yang belum terkena penyakit patek secepat mungkin.
 
13. Langkah yang perlu dikerjakan ialah menyemprot dengan fungisida kontak (Dithane, Nordox, Kocide, Antracol, Dakonil, Frevicur-N, atau yang lain) secara bersamaan dengan sistemik (Derosal, Bion M, Amistartop, atau yang lain).
Semoga bermanfaat.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar