Kenapa Bawang Merah Membuat Menangis? Simak Fakta Sains Uniknya!
Bagi hampir semua orang yang pernah memasak, bawang merah adalah bumbu wajib yang memberikan aroma dan rasa lezat pada masakan.
Baca Juga:
- Keuntungan Mulsa Hitam Perak untuk Menjaga Kelembapan Tanah
- Hati-hati! Alasan Kenapa Nanas Bisa 'Memakan' Lidahmu Saat Dikonsumsi
- Peran Plastik Mulsa dalam Mengatasi Erosi dan Genangan Air
Namun, ada satu "ritual" yang hampir tidak bisa dihindari saat berurusan dengan umbi lapis ini: mata yang terasa perih dan air mata yang mengucur deras. Fenomena ini seringkali menjadi bahan candaan, namun secara ilmiah, ada proses kimiawi yang luar biasa kompleks di baliknya.
Senjata Pertahanan Diri yang Canggih
Mengapa bawang merah seolah-olah "menyerang" kita? Jawabannya terletak pada mekanisme pertahanan diri tanaman. Di alam liar, bawang merah tumbuh di dalam tanah dan sering menjadi sasaran hewan pengerat atau serangga. Untuk melindungi dirinya agar tidak dimakan, bawang merah mengembangkan sistem senjata kimia.
Saat kita mengiris bawang, kita sebenarnya sedang merusak sel-sel tanaman tersebut. Kerusakan sel ini menyebabkan dua zat yang sebelumnya terpisah di dalam sel yaitu enzim bernama allinase dan senyawa asam amino sulfoksida bercampur menjadi satu. Pertemuan kedua zat ini menciptakan reaksi berantai yang menghasilkan gas yang sangat mudah menguap.
Gas yang Berubah Menjadi Asam
Gas yang dihasilkan dari reaksi tersebut dikenal dengan nama Syn-propanethial-S-oxide. Gas ini sangat ringan sehingga dengan cepat naik ke udara dan mencapai mata kita.
Di sinilah letak keunikan sainsnya. Mata kita memiliki sistem pelindung yang sangat sensitif. Ketika gas Syn-propanethial-S-oxide menyentuh lapisan air di permukaan mata, gas tersebut bereaksi dengan air dan berubah menjadi asam sulfat dalam jumlah yang sangat kecil. Meski jumlahnya sedikit, asam sulfat bersifat sangat iritatif.
Saraf sensorik di mata segera mengirimkan sinyal "bahaya" ke otak, dan otak merespons dengan memerintahkan kelenjar air mata untuk memproduksi air mata sebanyak-banyaknya guna membilas zat asam tersebut. Jadi, air mata yang keluar sebenarnya adalah mekanisme pembersihan otomatis mata kita.
Fakta Unik: Tidak Semua Bawang Sama
Tahukah Anda bahwa tidak semua jenis bawang memiliki efek yang sama? Bawang merah biasanya mengandung konsentrasi senyawa sulfur yang lebih tinggi dibandingkan bawang bombay putih atau bawang manis (sweet onion).
Selain itu, kondisi tanah tempat bawang tumbuh juga berpengaruh; semakin banyak kandungan sulfur dalam tanah, semakin kuat "daya tempur" bawang tersebut dalam membuat Anda menangis.
Tips Mengurangi Air Mata Saat Mengiris Bawang
Sains tidak hanya menjelaskan penyebabnya, tapi juga memberikan solusi praktis untuk mengatasinya:
- Dinginkan di Kulkas: Masukkan bawang ke dalam lemari es sekitar 15–30 menit sebelum diiris. Suhu dingin memperlambat reaksi enzim, sehingga gas yang dihasilkan lebih sedikit.
- Gunakan Pisau Tajam: Pisau yang tajam memotong sel bawang dengan lebih presisi tanpa menghancurkannya secara berlebihan. Semakin sedikit sel yang hancur, semakin sedikit gas yang dilepaskan.
- Potong di Bawah Aliran Air atau Dekat Kipas: Aliran air dapat melarutkan gas sebelum mencapai mata, sementara kipas angin akan meniup gas menjauh dari wajah Anda.
- Lindungi Mata: Penggunaan kacamata (bahkan kacamata renang jika perlu) bisa menjadi penghalang fisik yang efektif terhadap gas tersebut.

.png)
0 Response to "Kenapa Bawang Merah Membuat Menangis? Simak Fakta Sains Uniknya!"
Posting Komentar